Sidang Korupsi Impor Gula: Kuasa Hukum Hans Falita Utama Persoalkan Mekanisme Persidangan Online

- Jurnalis

Jumat, 3 Oktober 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: Direktur Utama PT Berkah Manis Makmur (BMM) Hans Falita Utama. (Dok-Fhm)

Foto: Direktur Utama PT Berkah Manis Makmur (BMM) Hans Falita Utama. (Dok-Fhm)

JAKARTA – Persidangan perkara dugaan korupsi impor gula yang menyeret Direktur Utama PT Berkah Manis Makmur (BMM) Hans Falita Utama bersama empat terdakwa lain kembali digelar di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat. Sidang kali ini menghadirkan seorang saksi ahli, Riawan Chandra, yang memberikan keterangan melalui sambungan daring.

Namun, mekanisme persidangan online tersebut menuai keberatan dari pihak kuasa hukum terdakwa. Agus Sudjatmoko, S.H., M.H., selaku penasihat hukum Hans Falita Utama, menilai proses tersebut tidak sejalan dengan aturan hukum acara.

“Kami keberatan karena saksi ahli seharusnya dihadirkan langsung di persidangan, bukan secara online. Aturannya jelas, penggunaan perangkat elektronik itu hanya diperbolehkan untuk kondisi tertentu, misalnya terdakwa yang tidak bisa hadir. Sedangkan saksi ahli tetap wajib hadir dan dapat dipanggil paksa oleh jaksa,” tegas Agus usai persidangan, Jumat (3/10/2025).

Menurut Agus, ketidakhadiran saksi ahli secara langsung berpotensi melanggar prinsip hukum acara pidana yang mewajibkan saksi hadir di ruang sidang. Ia menambahkan, jaksa memiliki kewenangan untuk memaksa kehadiran ahli demi menghormati panggilan pengadilan.

Selain menyoal mekanisme persidangan, Agus juga mengkritisi substansi keterangan ahli hukum administrasi negara tersebut. Ia menilai pendapat yang disampaikan tidak relevan untuk menjerat kliennya.

Agus menjelaskan bahwa aturan-aturan mengenai asas umum pemerintahan yang baik dan prinsip good corporate governance hanya mengikat penyelenggara negara, bukan pihak swasta seperti kliennya.

“Hans Falita Utama adalah pelaku usaha swasta yang hanya menjalin kerja sama bisnis dengan pihak pemegang penugasan impor. Jadi asas-asas yang dijelaskan ahli tadi tidak dapat serta-merta diberlakukan kepada klien kami,” ujarnya.

Agus menambahkan, surat keputusan (SK) penugasan impor gula yang dikeluarkan Kementerian Perdagangan hingga kini tidak pernah dicabut maupun dibatalkan secara hukum. Karena itu, SK tersebut menurutnya masih sah berlaku.

Dalam dakwaan, jaksa menuding adanya kerugian negara akibat perbedaan harga pokok penjualan (HPP) gula serta pelaksanaan impor yang tidak sesuai ketentuan. Namun, Agus menilai konstruksi dakwaan tersebut salah kaprah.

Ia mencontohkan tafsir jaksa terhadap ketentuan impor gula kristal rafinasi (GKR) maupun gula kristal mentah (GKM) yang menurutnya dibalik secara keliru.

“Analoginya seperti ambulans. Hanya karena ambulans hanya dapat digunakan untuk mengangkut jenazah, bukan berarti jenazah harus selalu diangkut dengan ambulans. Begitu juga dengan aturan impor. Tidak bisa ditafsirkan terbalik,” jelas Agus.

Menurutnya, hasil rapat koordinasi antar-kementerian pada 28 Desember 2015 justru telah menyepakati bahwa impor GKM untuk kemudian diolah menjadi GKR merupakan langkah yang sah.

Lebih jauh, Agus menilai keterangan ahli yang menyinggung prosedur dan kewenangan pejabat administrasi negara tidak tepat jika dijadikan dasar untuk menjerat pihak swasta.

Ia menekankan bahwa keputusan administratif baru dapat dibatalkan oleh pejabat yang berwenang, pengadilan tata usaha negara, atau melalui mekanisme konstitusional. Selama keputusan tersebut belum pernah dicabut, menurutnya dasar hukum masih melekat.

“Importir swasta seperti klien kami tidak bisa diposisikan seolah-olah melawan hukum, karena mereka hanya menjalankan kerja sama bisnis berdasarkan penugasan yang sah dari pemerintah,” tandas Agus.

Sidang dugaan korupsi impor gula ini diperkirakan masih akan memeriksa sejumlah saksi dan ahli lain dalam waktu dekat.

Majelis hakim dipimpin oleh hakim Tipikor PN Jakarta Pusat menegaskan bahwa keberatan para kuasa hukum terdakwa akan dicatat dalam berita acara persidangan dan menjadi bagian dari pertimbangan majelis.

Kasus ini menjadi sorotan publik lantaran menyangkut tata kelola impor bahan pokok strategis dan potensi kerugian negara yang ditaksir mencapai ratusan miliar rupiah.

Proses persidangan berikutnya dijadwalkan pekan depan dengan agenda lanjutan pemeriksaan saksi.

Penulis: Fahmy Nurdin

Editor: Fahmy Nurdin 

Berita Terkait

Imigrasi Perkuat Pengawasan WNA dan Pengungsi Lewat Teknologi Digital
Imigrasi Raup PNBP Rp8,68 Triliun, ImigrasiLampaui Target 2026 pada Pertengahan Oktober
Eksklusivitas Napi “Papan Atas” Diungkap di EdShareOn, Mantan Kalapas: Itu Jelas Diskriminasi Hukum!
Bea Cukai Merak Amankan 29 Botol Miras Tanpa Tanda Terima, Prosedur Penindakan Dipertanyakan
Pengelola Sulit Dihubungi, Sejumlah Pengusaha Ayam di Bekasi Khawatir Modal Tak Kembali
Urugan Liar Tutup Resapan Air, Warga Perbatasan Jakarta–Banten Terancam Banjir
Imigrasi Serahkan WN China Terduga Pemburu Penyu Ilegal ke Polda Papua Barat Daya
Bongkar Aktor di Balik PETI Hulu Bintauna, Raldy Doy Minta Instruksi Kapolda Dikawal
Temukan berita-berita terbaru dan terpercaya dari OKJAKARTA.COM di GOOGLE NEWS. Untuk Mengikuti silahkan tekan tanda bintang.

Berita Terkait

Kamis, 15 Oktober 2026 - 16:54 WIB

Imigrasi Perkuat Pengawasan WNA dan Pengungsi Lewat Teknologi Digital

Kamis, 15 Oktober 2026 - 16:46 WIB

Imigrasi Raup PNBP Rp8,68 Triliun, ImigrasiLampaui Target 2026 pada Pertengahan Oktober

Rabu, 14 Oktober 2026 - 23:46 WIB

Eksklusivitas Napi “Papan Atas” Diungkap di EdShareOn, Mantan Kalapas: Itu Jelas Diskriminasi Hukum!

Rabu, 14 Oktober 2026 - 23:19 WIB

Bea Cukai Merak Amankan 29 Botol Miras Tanpa Tanda Terima, Prosedur Penindakan Dipertanyakan

Selasa, 13 Oktober 2026 - 11:40 WIB

Pengelola Sulit Dihubungi, Sejumlah Pengusaha Ayam di Bekasi Khawatir Modal Tak Kembali

Berita Terbaru

Oplus_16908288

Peristiwa

216 Pedagang Setu Babakan Direlokasi Pemkot Jaksel

Kamis, 15 Okt 2026 - 22:43 WIB

Foto: Menko PMK Sugiono menyampaikan keterangan saat meninjau pelaksanaan Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) Sekolah di SMP Negeri 202, Duren Sawit, Jakarta Timur, Kamis (15/10/2026).

Wali Kota Jakarta Pusat

Menko PMK Tinjau CKG di SMPN 202 Jakarta Timur, 787 Siswa Jalani Pemeriksaan

Kamis, 15 Okt 2026 - 20:29 WIB