Tawuran Berulang di Manggarai, Pemprov DKI Perkuat Pendekatan Preventif dan Libatkan Warga

- Jurnalis

Minggu, 4 Januari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: Tawuran kembali melibatkan warga Gang Tuyul RW 04 dengan warga Magasen RW 12 Kelurahan Manggarai. (Dok-Polres Jaksel)

Foto: Tawuran kembali melibatkan warga Gang Tuyul RW 04 dengan warga Magasen RW 12 Kelurahan Manggarai. (Dok-Polres Jaksel)

JAKARTA – Aksi tawuran antarwarga kembali mengguncang kawasan Manggarai, Jakarta Selatan. Insiden yang terjadi dua hari berturut-turut itu menegaskan bahwa persoalan konflik horizontal di wilayah padat penduduk tersebut masih menjadi pekerjaan rumah serius bagi Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Meski demikian, Pemprov DKI memastikan tidak akan mengedepankan pendekatan represif semata, melainkan fokus pada pencegahan jangka panjang yang melibatkan banyak unsur.

Berdasarkan rangkuman peristiwa, bentrokan pertama pecah pada Kamis (1/1/2026) bertepatan dengan waktu salat magrib. Tawuran melibatkan sekitar 20 orang dari dua kelompok warga, yakni Gang Tuyul RW 04 dan Magasen RW 12, Kelurahan Manggarai. Bentrokan tersebut sempat memicu kepanikan warga sekitar meski berhasil diredam aparat keamanan.

Namun situasi kembali memanas keesokan harinya. Pada Jumat (2/1/2026) sekitar pukul 15.00 WIB, tawuran kembali terjadi di kawasan underpass Manggarai dengan melibatkan kelompok warga yang sama. Aksi saling serang di ruang publik itu mengganggu aktivitas masyarakat dan arus lalu lintas, serta memperkuat kekhawatiran akan potensi konflik berulang di wilayah tersebut.

Menanggapi kejadian itu, Staf Khusus Gubernur DKI Jakarta Bidang Komunikasi Sosial, Chico Hakim, menegaskan bahwa Pemprov DKI tetap konsisten menjalankan strategi penanganan tawuran secara preventif dan komprehensif. Menurutnya, akar persoalan tawuran tidak bisa diselesaikan hanya dengan penegakan hukum, melainkan memerlukan pendekatan sosial yang berkelanjutan.

“Langkah Pemprov DKI saat ini tetap fokus pada pendekatan preventif dan komprehensif,” ujar Chico, Sabtu (3/1/2026).

Chico menjelaskan, Pemprov DKI terus membangun koordinasi intensif dengan berbagai pihak, mulai dari Polri, TNI, Satpol PP, hingga jajaran kewilayahan seperti camat, lurah, RT dan RW. Selain itu, tokoh masyarakat dan tokoh agama juga dilibatkan untuk menjaga komunikasi dan meredam potensi konflik sejak dini.

Di lapangan, upaya pencegahan dilakukan melalui patroli rutin di titik-titik rawan, dialog antarwarga, serta deteksi dini terhadap potensi gesekan sosial. Pendekatan ini diharapkan mampu mencegah konflik sebelum berkembang menjadi aksi kekerasan terbuka.

Tidak hanya berfokus pada aspek keamanan, Pemprov DKI juga memperkuat program sosial yang menyasar generasi muda, yang kerap menjadi kelompok paling rentan terlibat tawuran. Program tersebut mencakup penyediaan lapangan kerja, pengembangan fasilitas olahraga, serta kegiatan kreatif dan produktif berbasis komunitas.

“Kita ingin energi anak-anak muda ini tersalurkan ke hal-hal yang positif, bukan ke konflik,” kata Chico.

Sebagai bagian dari penguatan kebijakan, sejak November 2025 Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung telah membentuk dan meresmikan Satgas Jaga Jakarta. Satuan tugas ini dirancang khusus untuk menangani berbagai bentuk kerawanan sosial, mulai dari tawuran, konflik antarwarga, hingga potensi kriminalitas di lingkungan permukiman.

Satgas Jaga Jakarta bekerja dengan pola kolaboratif lintas elemen, melibatkan Forkopimda, aparat kewilayahan, tokoh masyarakat, serta warga setempat. Pendekatan yang digunakan bersifat humanis, mengutamakan pengumpulan informasi dini, koordinasi cepat, serta tindakan terukur di lapangan.

“Untuk kawasan rawan seperti Manggarai, Satgas Jaga Jakarta akan menjadi garda depan dalam monitoring dan pencegahan potensi gesekan antarwarga,” jelas Chico.

Pemprov DKI juga mendorong partisipasi aktif masyarakat melalui kanal aduan #JagaJakarta, yang memungkinkan warga melaporkan potensi konflik atau gangguan keamanan secara cepat. Selain itu, berbagai program sosial dan keagamaan terus digalakkan sebagai sarana membangun solidaritas warga, salah satunya melalui kegiatan Manggarai Bersholawat.

Pemprov DKI berharap, dengan kombinasi pengamanan, pemberdayaan sosial, dan keterlibatan masyarakat, siklus tawuran yang kerap berulang di Manggarai dapat diputus secara bertahap dan berkelanjutan.

Reporter: Fahmy Nurdin

Editor: Fahmy Nurdin

Berita Terkait

Polda Metro Jaya Apresiasi Aksi Damai di Jakarta, Budi Hermanto: Aspirasi Warga Harus Dihormati
Pramono Anung Resmikan Masjid Apung An-Nur Ancol, Ikon Baru Wisata Religi Jakarta
UNAS Kumpulkan Akademisi Internasional, Bahas Krisis Pangan hingga Geopolitik
DPD Partai Gerakan Rakyat Sukabumi Perkuat Soliditas Lewat Kerja Bakti
HBKB Sudirman-Thamrin Berakhir Lebih Cepat, Dishub DKI Antisipasi Kunjungan Presiden Mesir
Dadang Hartanto Pimpin Polda Metro Jaya, Harapan Baru bagi Pelayanan dan Keamanan Masyarakat
Pramono Tinjau Proyek Jalan 1,8 Kilometer, Konektivitas Kelapa Gading–Pulogadung Diperkuat
HUT ke-34 Sea World Ancol, Perkuat Edukasi Kelautan Lewat Teknologi Audio Guide
Temukan berita-berita terbaru dan terpercaya dari OKJAKARTA.COM di GOOGLE NEWS. Untuk Mengikuti silahkan tekan tanda bintang.

Berita Terkait

Selasa, 20 Oktober 2026 - 21:02 WIB

Polda Metro Jaya Apresiasi Aksi Damai di Jakarta, Budi Hermanto: Aspirasi Warga Harus Dihormati

Jumat, 16 Oktober 2026 - 20:37 WIB

Pramono Anung Resmikan Masjid Apung An-Nur Ancol, Ikon Baru Wisata Religi Jakarta

Kamis, 15 Oktober 2026 - 20:08 WIB

UNAS Kumpulkan Akademisi Internasional, Bahas Krisis Pangan hingga Geopolitik

Selasa, 13 Oktober 2026 - 14:59 WIB

DPD Partai Gerakan Rakyat Sukabumi Perkuat Soliditas Lewat Kerja Bakti

Minggu, 11 Oktober 2026 - 15:29 WIB

HBKB Sudirman-Thamrin Berakhir Lebih Cepat, Dishub DKI Antisipasi Kunjungan Presiden Mesir

Berita Terbaru