Pemkot Jakpus Gandeng BBPOM, Perketat Pengawasan dan Keamanan Pangan

- Jurnalis

Selasa, 31 Maret 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: Wali Kota Administrasi Jakarta Pusat, Arifin (tengah), menandatangani kesepakatan bersama dengan BBPOM DKI Jakarta terkait penguatan pengawasan dan keamanan pangan, di Gedung Jakarta Creative Hub, Selasa (31/3/2026)

Foto: Wali Kota Administrasi Jakarta Pusat, Arifin (tengah), menandatangani kesepakatan bersama dengan BBPOM DKI Jakarta terkait penguatan pengawasan dan keamanan pangan, di Gedung Jakarta Creative Hub, Selasa (31/3/2026)

JAKARTA – Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Pusat menandatangani kesepakatan bersama dengan Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) Provinsi DKI Jakarta guna memperkuat jaminan keamanan pangan di wilayahnya, Selasa (31/3).

Wali Kota Jakarta Pusat, Arifin, menegaskan langkah ini menjadi bagian dari upaya meningkatkan standar pangan, tidak hanya dari sisi ketersediaan tetapi juga aspek keamanan konsumsi masyarakat.

“Jakarta memiliki tuntutan lebih tinggi. Bukan hanya memastikan stok pangan tersedia, tetapi juga harus dipastikan aman untuk dikonsumsi,” ujar Arifin di Gedung Jakarta Creative Hub.

Menurutnya, penguatan sistem pengawasan pangan membutuhkan kolaborasi lintas sektor, mulai dari pemerintah pusat, pemerintah daerah, hingga pelaku usaha. Ia juga menekankan pentingnya peran komunitas di tingkat bawah, seperti kelurahan, pasar, dan sekolah dalam mendukung pengawasan tersebut.

Pemkot Jakpus, kata dia, akan melibatkan berbagai pihak, termasuk suku dinas terkait, pelaku UMKM, sektor ketahanan pangan, hingga PD Pasar Jaya untuk memastikan distribusi pangan berjalan sesuai standar keamanan.

Di sisi lain, Kepala BBPOM DKI Jakarta, Sofiyani Chandrawati Anwar, menyebut pendekatan berbasis komunitas akan menjadi strategi utama dalam implementasi program ini.

BBPOM, lanjutnya, akan membentuk kader pengawas pangan di tingkat kelurahan, pasar, dan sekolah. Para kader tersebut nantinya akan dibekali pelatihan teknis (bimtek) guna meningkatkan kapasitas pengawasan di lapangan.

“Intervensi ini berbasis komunitas. Kita akan libatkan PKK dan unsur masyarakat lainnya, sekaligus memberikan pembekalan agar pengawasan pangan bisa berjalan lebih efektif,” kata Sofiyani.

Melalui kerja sama ini, pemerintah berharap sistem pengawasan pangan di Jakarta Pusat semakin terstruktur dan mampu menjangkau seluruh lapisan masyarakat, sehingga risiko peredaran pangan tidak aman dapat ditekan.

Berita Terkait

Munjirin Dorong Layanan Kesehatan Hewan Gratis untuk Wujudkan Jakarta Timur Bebas Rabies
Panen Singkong dan Petai, Munjirin Dorong Ketahanan Pangan dari Lingkungan Warga
Lumpur Setebal 2 Meter Dikeruk, Pemkot Jaktim Siapkan Kali Sunter Hadapi Hujan
UKW PWI Jaya Angkatan ke-66 Digelar di Jakpus, 24 Wartawan Ikuti Ujian
1.200 PPPK Guru Jaktim Kembali Dapat Kepastian Masa Kerja
Sekko Eka Darmawan Dorong Sinergi Pemerintah dan Ulama di Batu Ampar
Raih Nilai Tertinggi, Al Fajar Munjul Jadi Wakil Jaktim di Tingkat DKI
Audiensi ke Kramat Jati, Pokja PWI Jaktim Dorong Sinergi Informasi Publik
Temukan berita-berita terbaru dan terpercaya dari OKJAKARTA.COM di GOOGLE NEWS. Untuk Mengikuti silahkan tekan tanda bintang.

Berita Terkait

Minggu, 11 Oktober 2026 - 18:25 WIB

Munjirin Dorong Layanan Kesehatan Hewan Gratis untuk Wujudkan Jakarta Timur Bebas Rabies

Jumat, 2 Oktober 2026 - 23:59 WIB

Panen Singkong dan Petai, Munjirin Dorong Ketahanan Pangan dari Lingkungan Warga

Jumat, 2 Oktober 2026 - 23:35 WIB

Lumpur Setebal 2 Meter Dikeruk, Pemkot Jaktim Siapkan Kali Sunter Hadapi Hujan

Jumat, 2 Oktober 2026 - 20:17 WIB

UKW PWI Jaya Angkatan ke-66 Digelar di Jakpus, 24 Wartawan Ikuti Ujian

Kamis, 1 Oktober 2026 - 22:17 WIB

1.200 PPPK Guru Jaktim Kembali Dapat Kepastian Masa Kerja

Berita Terbaru

Direktorat Jenderal Imigrasi mengoptimalkan pemanfaatan teknologi digital untuk memperkuat pengawasan warga negara asing (WNA) dan penanganan pengungsi dari luar negeri. Upaya ini dilakukan melalui Aplikasi Pelaporan Orang Asing (APOA), Subject of Interest (SOI), serta pengembangan Aplikasi Penegakan Hukum Keimigrasian (APGAKUM) Pengungsi.

Hukum & Kriminal

Imigrasi Perkuat Pengawasan WNA dan Pengungsi Lewat Teknologi Digital

Kamis, 15 Okt 2026 - 16:54 WIB