Menko PMK Tinjau CKG di SMPN 202 Jakarta Timur, 787 Siswa Jalani Pemeriksaan

- Jurnalis

Kamis, 15 Oktober 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: Menko PMK Sugiono menyampaikan keterangan saat meninjau pelaksanaan Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) Sekolah di SMP Negeri 202, Duren Sawit, Jakarta Timur, Kamis (15/10/2026).

Foto: Menko PMK Sugiono menyampaikan keterangan saat meninjau pelaksanaan Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) Sekolah di SMP Negeri 202, Duren Sawit, Jakarta Timur, Kamis (15/10/2026).

JAKARTA — Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Sugiono meninjau pelaksanaan program Cek Kesehatan Gratis (CKG) Sekolah di SMP Negeri 202, Kecamatan Duren Sawit, Jakarta Timur, Kamis (15/10/2026). Program ini menyasar 787 siswa untuk mendeteksi masalah kesehatan sejak dini.

Dalam kunjungan tersebut, Sugiono didampingi Wali Kota Administrasi Jakarta Timur Munjirin dan Kepala Suku Dinas Kesehatan Jakarta Timur Arief Wahyudy. Peninjauan dilakukan untuk melihat pelaksanaan pemeriksaan kesehatan sekaligus memastikan peserta didik mendapatkan layanan yang sesuai dengan kebutuhan medis mereka.

Pemeriksaan di SMPN 202 berlangsung selama tiga hari, sejak 13 hingga 15 Oktober 2026. Sebanyak 787 siswa yang menjadi sasaran terdiri atas 247 siswa kelas VII, 288 siswa kelas VIII, dan 252 siswa kelas IX.

Program CKG Sekolah mencakup sejumlah pemeriksaan, mulai dari pengukuran tinggi dan berat badan, tekanan darah, hingga pemeriksaan gula darah sewaktu bagi siswa yang memiliki faktor risiko. Pemeriksaan anemia juga dilakukan terhadap siswi kelas VII dan IX serta siswa putra kelas VII.

Selain itu, para siswa menjalani skrining kesehatan telinga, kulit, gigi, dan mulut. Pemeriksaan juga mencakup tes penglihatan dan pendengaran, konsultasi dokter, serta konsultasi psikolog.

Pemeriksaan tersebut ditujukan untuk mengidentifikasi potensi gangguan kesehatan yang dapat memengaruhi tumbuh kembang dan aktivitas belajar siswa. Pelaksanaan CKG juga disertai pengintensifan pelacakan atau tracing tuberkulosis (TB) sebagai bagian dari upaya deteksi dini dan pengendalian penularan penyakit.

“Melalui pelaksanaan program CKG ini, kondisi kesehatan peserta didik diharapkan dapat diketahui sejak dini sehingga langkah penanganan yang tepat dapat segera dilakukan sesuai kebutuhan. Kita harus sehat,” kata Sugiono.

Capaian CKG Jakarta Timur 54,8 Persen

Pemeriksaan kesehatan tidak berhenti pada proses skrining. Hasil pemeriksaan setiap siswa dicatat dan dilaporkan untuk menjadi dasar penanganan lebih lanjut.

Siswa dengan hasil pemeriksaan normal akan mendapatkan edukasi untuk mempertahankan perilaku hidup sehat. Sementara itu, peserta didik yang memiliki faktor risiko atau terindikasi mengalami gangguan kesehatan dapat memperoleh edukasi, intervensi, tata laksana, hingga rujukan sesuai indikasi medis.

Pemantauan lanjutan dilakukan oleh tenaga kesehatan bersama fasilitas pelayanan kesehatan terkait.

Berdasarkan data per 12 Oktober 2026, sebanyak 323.898 anak usia sekolah di Jakarta Timur telah menjalani pemeriksaan CKG dari total sasaran 591.191 anak. Capaian tersebut mencapai 54,8 persen.

Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Timur terus mendorong peningkatan cakupan pemeriksaan melalui koordinasi antara Puskesmas dan satuan pendidikan. Kolaborasi tersebut diharapkan dapat memperluas akses pelayanan kesehatan bagi anak usia sekolah.

Sementara itu, pelayanan CKG bagi masyarakat umum di Jakarta Timur juga terus diperkuat. Dari total sasaran 3.252.176 penduduk, capaian pelayanan tercatat sebesar 36,96 persen.

“Capaian ini menunjukkan pelaksanaan pemeriksaan kesehatan bagi anak usia sekolah terus diperluas melalui koordinasi antara Puskesmas dan satuan pendidikan di wilayah Jakarta Timur,” imbuhnya.

Peningkatan cakupan CKG dilakukan melalui penguatan koordinasi lintas sektor dan optimalisasi peran Puskesmas. Pemerintah juga mendorong keterlibatan satuan pendidikan dan keluarga agar hasil pemeriksaan dapat ditindaklanjuti sesuai kebutuhan.

Melalui program tersebut, deteksi dini diharapkan membantu mencegah gangguan kesehatan berkembang menjadi masalah yang lebih serius. Pemeriksaan rutin dan tindak lanjut yang tepat menjadi bagian penting untuk mendukung kesehatan serta tumbuh kembang anak secara optimal.

(Helmi AR)

Berita Terkait

Munjirin Dorong Layanan Kesehatan Hewan Gratis untuk Wujudkan Jakarta Timur Bebas Rabies
Panen Singkong dan Petai, Munjirin Dorong Ketahanan Pangan dari Lingkungan Warga
Lumpur Setebal 2 Meter Dikeruk, Pemkot Jaktim Siapkan Kali Sunter Hadapi Hujan
UKW PWI Jaya Angkatan ke-66 Digelar di Jakpus, 24 Wartawan Ikuti Ujian
1.200 PPPK Guru Jaktim Kembali Dapat Kepastian Masa Kerja
Sekko Eka Darmawan Dorong Sinergi Pemerintah dan Ulama di Batu Ampar
Raih Nilai Tertinggi, Al Fajar Munjul Jadi Wakil Jaktim di Tingkat DKI
Audiensi ke Kramat Jati, Pokja PWI Jaktim Dorong Sinergi Informasi Publik
Temukan berita-berita terbaru dan terpercaya dari OKJAKARTA.COM di GOOGLE NEWS. Untuk Mengikuti silahkan tekan tanda bintang.

Berita Terkait

Kamis, 15 Oktober 2026 - 20:29 WIB

Menko PMK Tinjau CKG di SMPN 202 Jakarta Timur, 787 Siswa Jalani Pemeriksaan

Minggu, 11 Oktober 2026 - 18:25 WIB

Munjirin Dorong Layanan Kesehatan Hewan Gratis untuk Wujudkan Jakarta Timur Bebas Rabies

Jumat, 2 Oktober 2026 - 23:59 WIB

Panen Singkong dan Petai, Munjirin Dorong Ketahanan Pangan dari Lingkungan Warga

Jumat, 2 Oktober 2026 - 23:35 WIB

Lumpur Setebal 2 Meter Dikeruk, Pemkot Jaktim Siapkan Kali Sunter Hadapi Hujan

Jumat, 2 Oktober 2026 - 20:17 WIB

UKW PWI Jaya Angkatan ke-66 Digelar di Jakpus, 24 Wartawan Ikuti Ujian

Berita Terbaru

Foto: Menko PMK Sugiono menyampaikan keterangan saat meninjau pelaksanaan Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) Sekolah di SMP Negeri 202, Duren Sawit, Jakarta Timur, Kamis (15/10/2026).

Wali Kota Jakarta Pusat

Menko PMK Tinjau CKG di SMPN 202 Jakarta Timur, 787 Siswa Jalani Pemeriksaan

Kamis, 15 Okt 2026 - 20:29 WIB

Direktorat Jenderal Imigrasi mengoptimalkan pemanfaatan teknologi digital untuk memperkuat pengawasan warga negara asing (WNA) dan penanganan pengungsi dari luar negeri. Upaya ini dilakukan melalui Aplikasi Pelaporan Orang Asing (APOA), Subject of Interest (SOI), serta pengembangan Aplikasi Penegakan Hukum Keimigrasian (APGAKUM) Pengungsi.

Hukum & Kriminal

Imigrasi Perkuat Pengawasan WNA dan Pengungsi Lewat Teknologi Digital

Kamis, 15 Okt 2026 - 16:54 WIB