82 Gereja HKBP se-Jakarta Kompak Gerakkan Pemilahan Sampah dari Sumber

- Jurnalis

Kamis, 20 Agustus 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: HKBP Distrik VIII DKI Jakarta mendeklarasikan gerakan pemilahan sampah dari sumber yang diikuti 82 gereja HKBP se-Jakarta. Deklarasi berlangsung di Aula Gedung Sopo Marpingkir, Pulogebang, Jakarta Timur, Kamis (20/8/2026).

Foto: HKBP Distrik VIII DKI Jakarta mendeklarasikan gerakan pemilahan sampah dari sumber yang diikuti 82 gereja HKBP se-Jakarta. Deklarasi berlangsung di Aula Gedung Sopo Marpingkir, Pulogebang, Jakarta Timur, Kamis (20/8/2026).

Jakarta Timur, 20 Agustus 2026 — HKBP Distrik VIII DKI Jakarta mendeklarasikan gerakan pemilahan sampah dari sumber sebagai bentuk dukungan terhadap upaya Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mewujudkan lingkungan yang bersih, hijau, berkelanjutan, dan berketahanan iklim.

Deklarasi yang diikuti 82 gereja HKBP se-Jakarta tersebut dipimpin Praeses HKBP Distrik VIII DKI Jakarta, Pdt. Oloan Nainggolan, di Aula Gedung Sopo Marpingkir, Kelurahan Pulogebang, Kecamatan Cakung, Jakarta Timur, Kamis (20/8/2026).

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari implementasi Instruksi Gubernur Tahun 2026 tentang Gerakan Pemilahan dan Olahan Sampah di Sumber. Dalam kesempatan itu, dilakukan pula penyerahan secara simbolis tempat sampah terpilah dan komposter kepada gereja-gereja HKBP di Jakarta.

Kegiatan turut dihadiri Menteri Lingkungan Hidup Republik Indonesia Mohammad Jumhur Hidayat dan Asisten Perekonomian, Pembangunan dan Lingkungan Hidup Kota Administrasi Jakarta Timur, Fauzi.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta, Dudi Gardesi Asikin, mengatakan kebijakan pemilahan sampah dari sumber menegaskan kewajiban seluruh elemen masyarakat, instansi, kawasan permukiman, hingga rumah ibadah untuk melakukan pemilahan sampah sejak dari sumbernya.

Menurut Dudi, sampah dipilah menjadi tiga kategori utama, yakni sampah organik, sampah anorganik yang dapat didaur ulang, dan sampah residu. Gerakan tersebut ditargetkan mampu mendorong pemilahan sampah hingga 100 persen di sumber, sehingga hanya sampah residu yang benar-benar tidak dapat dimanfaatkan kembali yang dikirim ke TPST Bantar Gebang.

“Gerakan pilah sampah dari sumber diharapkan tidak berhenti pada kegiatan deklarasi, tetapi menjadi kebiasaan yang diterapkan secara konsisten dalam kehidupan sehari-hari. Komitmen tersebut sekaligus menjadi bentuk tanggung jawab bersama dalam menjaga bumi untuk generasi mendatang,” ujar Dudi.

Ia menilai keterlibatan jemaat HKBP memiliki peran strategis dalam memperkuat gerakan pemilahan sampah. Aktivitas rumah tangga, ibadah mingguan, berbagai kegiatan gerejawi, hingga pesta adat Batak yang melibatkan banyak orang dinilai dapat menjadi sarana edukasi sekaligus contoh penerapan kebiasaan memilah sampah.

Selain penguatan kesadaran masyarakat, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta juga terus mengembangkan infrastruktur dan teknologi pengolahan sampah. Salah satunya melalui pengoperasian dan optimalisasi fasilitas Refuse Derived Fuel (RDF) Rorotan di Jakarta Utara.

Fasilitas tersebut mengolah sampah menjadi bahan bakar alternatif yang dapat digunakan sebagai pengganti batu bara bagi industri semen. Keberadaan RDF Rorotan menjadi salah satu upaya mengubah sampah menjadi sumber energi sekaligus mendukung penerapan ekonomi sirkular.

Penguatan pengelolaan sampah juga dilakukan melalui pengembangan jaringan bank sampah kawasan, Bank Sampah RW di seluruh kelurahan, penggunaan komposter, serta pemanfaatan maggot Black Soldier Fly (BSF) untuk mengolah sampah organik.

Dudi menegaskan, keberhasilan teknologi pengolahan sampah di hilir sangat bergantung pada kualitas pemilahan yang dilakukan masyarakat sejak dari sumber, termasuk di lingkungan rumah tangga dan rumah ibadah.

Karena itu, melalui deklarasi tersebut, jemaat HKBP didorong menjadikan gereja-gereja di Jakarta sebagai bagian dari gerakan gereja ramah lingkungan. Masyarakat juga diajak membiasakan penggunaan wadah makan dan minum sendiri, memilah sampah yang dapat didaur ulang, serta mengolah sampah organik di lingkungan gereja dan permukiman.

“Dengan kolaborasi antara pemerintah, lembaga keagamaan, dan masyarakat, Jakarta diharapkan semakin mampu mewujudkan pengelolaan sampah yang berkelanjutan sekaligus menciptakan lingkungan yang bersih, hijau, dan berketahanan iklim,” tandasnya.

 

Editor: Helmi AR

Berita Terkait

19 Tahun GANNAS, I Nyoman Adi Peri Tekankan 10 Nilai Kepemimpinan bagi Seluruh Pengurus
HUT ke-19 GANNAS, I Nyoman Adi Peri Tegaskan Komitmen Perkuat Gerakan Pencegahan Narkoba
Arse Pane Penuhi Undangan Breakfast Head of Area I PT BIMA H Syamsul Bahri di Medan
Jurnalis Bogor Gelar Doa Bersama untuk Lima Wartawan Hilang di Anak Krakatau
Forwaka Sumut Bangun Kebersamaan dan Siapkan Program Perlindungan Anggota
Mutasi Pdt Marganda Tampubolon Dipersoalkan, Jemaat Desak HKBP Buka Alasan dan Usut Dugaan Mafia Tanah
Usai Pimpin PBNU, Gus Yahya Perkuat Dialog Antaragama dan Humanitarian Islam
BKPRMI Jakarta Ajak Pemuda Masjid Peduli Lingkungan Lewat Pelatihan Pengelolaan Sampah
Temukan berita-berita terbaru dan terpercaya dari OKJAKARTA.COM di GOOGLE NEWS. Untuk Mengikuti silahkan tekan tanda bintang.

Berita Terkait

Minggu, 4 Oktober 2026 - 22:31 WIB

19 Tahun GANNAS, I Nyoman Adi Peri Tekankan 10 Nilai Kepemimpinan bagi Seluruh Pengurus

Selasa, 29 September 2026 - 07:07 WIB

HUT ke-19 GANNAS, I Nyoman Adi Peri Tegaskan Komitmen Perkuat Gerakan Pencegahan Narkoba

Kamis, 17 September 2026 - 12:48 WIB

Arse Pane Penuhi Undangan Breakfast Head of Area I PT BIMA H Syamsul Bahri di Medan

Sabtu, 12 September 2026 - 06:15 WIB

Jurnalis Bogor Gelar Doa Bersama untuk Lima Wartawan Hilang di Anak Krakatau

Kamis, 10 September 2026 - 11:56 WIB

Forwaka Sumut Bangun Kebersamaan dan Siapkan Program Perlindungan Anggota

Berita Terbaru