Wamen UMKM Ungkap 3 Kunci agar Produk Lokal Tembus Pasar Global

- Jurnalis

Sabtu, 5 September 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Wakil Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Helvi Moraza mengungkap tiga aspek yang perlu diperkuat pelaku UMKM agar mampu naik kelas dan menembus pasar global.
Ketiga aspek tersebut yakni pemanfaatan teknologi, penguatan kemitraan, dan perluasan akses pasar.

Wakil Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Helvi Moraza mengungkap tiga aspek yang perlu diperkuat pelaku UMKM agar mampu naik kelas dan menembus pasar global. Ketiga aspek tersebut yakni pemanfaatan teknologi, penguatan kemitraan, dan perluasan akses pasar.

JAKARTA — Wakil Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Helvi Moraza mengungkap tiga aspek yang perlu diperkuat pelaku UMKM agar mampu naik kelas dan menembus pasar global.
Ketiga aspek tersebut yakni pemanfaatan teknologi, penguatan kemitraan, dan perluasan akses pasar.

Hal itu disampaikan Helvi dalam webinar RRI Fest 2026 bertema “Saatnya Menembus Pasar Global” yang digelar LPP RRI bersama Gerakan Ekonomi Kreatif Nasional (GEKRAFS), Sabtu (5/9).

Menurut Helvi, ketiga aspek tersebut saling berkaitan dalam membangun daya saing UMKM. Pemanfaatan teknologi dapat meningkatkan produktivitas dan inovasi, sementara kemitraan membantu memperkuat skala usaha, standardisasi, hingga keterhubungan dengan rantai pasok.

Di sisi lain, perluasan akses pasar dibutuhkan agar produk UMKM dapat menjangkau konsumen dan pembeli yang lebih luas, termasuk pasar internasional.
“Digitalisasi harus bergerak dari sekadar go online menjadi go productive. Teknologi harus digunakan untuk meningkatkan efisiensi produksi, mengelola keuangan dan persediaan, membaca kebutuhan konsumen, hingga menciptakan inovasi,” kata Helvi.

Ia mengatakan transformasi digital UMKM tidak boleh berhenti pada aktivitas pemasaran melalui internet. Teknologi harus memberikan dampak langsung terhadap kinerja dan produktivitas usaha.
Dengan pemanfaatan teknologi yang tepat, pelaku UMKM dapat meningkatkan efisiensi, memperbaiki pengelolaan usaha, serta mengambil keputusan berdasarkan kebutuhan pasar.

Dorong UMKM Perkuat Kemitraan
Selain digitalisasi, Helvi mendorong pelaku UMKM memperluas kemitraan dengan berbagai pihak, mulai dari perusahaan besar, badan usaha milik negara (BUMN), lembaga pembiayaan, distributor, pembeli, platform digital, hingga perguruan tinggi.
Menurutnya, kemitraan menjadi salah satu fondasi penting agar UMKM tidak berjalan sendiri dalam mengembangkan usaha.

Kemitraan dapat membuka akses terhadap teknologi, pembiayaan, pengetahuan, standardisasi, hingga rantai pasok yang dibutuhkan untuk meningkatkan skala usaha.

“Pengusaha UMKM tidak bisa tumbuh sendiri. Kemitraan menjadi penting untuk memperkuat kapasitas usaha sekaligus membuka akses terhadap teknologi, pembiayaan, pengetahuan, standardisasi, dan rantai pasok,” ujarnya.

Peluang Pasar Global Terbuka
Helvi menilai peluang bagi produk UMKM Indonesia untuk masuk ke pasar global semakin terbuka, salah satunya melalui kegiatan business matching.

Data Kementerian Perdagangan mencatat transaksi business matching UMKM dengan pembeli internasional mencapai sekitar US$57,61 juta sepanjang Januari-April 2025 melalui 246 kegiatan business matching.
Peluang tersebut juga didukung pertumbuhan ekonomi digital Indonesia. Berdasarkan laporan e-Conomy SEA 2025 yang dirilis Google, Temasek, dan Bain & Company pada November 2025, nilai gross merchandise value (GMV) ekonomi digital Indonesia diproyeksikan mencapai US$99 miliar pada 2025.

Sektor e-commerce menjadi kontributor terbesar dengan nilai sekitar US$71 miliar.
Potensi ekspor juga terlihat dari sektor ekonomi kreatif. Berdasarkan data Kementerian Ekonomi Kreatif pada 2026, subsektor fesyen menyumbang sekitar 58,55 persen dari total ekspor barang ekonomi kreatif Indonesia sepanjang Januari-April 2026.

Selain itu, pasar halal global dinilai menjadi peluang lain yang dapat dimanfaatkan pelaku UMKM Indonesia.

Berdasarkan State of the Global Islamic Economy Report 2024/25 dari DinarStandard, belanja konsumen Muslim pada enam sektor ekonomi riil mencapai US$2,43 triliun pada 2023 dan diproyeksikan meningkat menjadi US$3,36 triliun pada 2028.

Kualitas Produk Jadi Kunci
Helvi menekankan besarnya peluang pasar global harus diikuti dengan kesiapan pelaku UMKM. Kesiapan tersebut mencakup kualitas produk, pemenuhan standar dan sertifikasi, desain dan kemasan, penguatan merek, kapasitas produksi, hingga kontinuitas pasokan.

“Indonesia memiliki peluang besar untuk memperkuat posisi UMKM di pasar global, termasuk melalui ekonomi digital dan pasar halal. Namun, peluang tersebut harus diikuti dengan peningkatan kualitas produk, sertifikasi, desain, kemasan, merek, kapasitas produksi, serta kontinuitas pasokan,” katanya.

Untuk mendukung hal tersebut, Kementerian UMKM terus memperkuat ekosistem pengembangan usaha melalui pendampingan, standardisasi dan sertifikasi, pembiayaan, kemitraan, perluasan akses pasar, serta digitalisasi layanan.

Salah satu upaya tersebut dilakukan melalui SAPA UMKM sebagai platform layanan terpadu Kementerian UMKM. Platform itu ditujukan untuk memudahkan pelaku UMKM memperoleh informasi dan mengakses berbagai layanan pengembangan usaha.

Penguatan ekosistem tersebut diarahkan agar semakin banyak UMKM mampu meningkatkan skala usaha sekaligus terhubung dengan rantai pasok dan pasar yang lebih luas.

“Kita ingin UMKM Indonesia bukan hanya menjadi penonton dalam pertumbuhan ekonomi global, tetapi menjadi bagian dari rantai nilai global. Karena itu, kami terus mendorong agar pengusaha UMKM memiliki kapasitas, kualitas, dan kesiapan untuk masuk ke pasar yang lebih luas,” ujar Helvi.

Helvi juga mengapresiasi kolaborasi LPP RRI dan GEKRAFS yang menghadirkan ruang bagi pelaku UMKM untuk memperoleh informasi, memperluas jejaring, dan menemukan peluang pasar baru.

Ia menegaskan keberanian membuka pasar harus berjalan beriringan dengan peningkatan kapasitas usaha agar produk UMKM Indonesia mampu bersaing secara berkelanjutan di pasar domestik maupun internasional.

“Kami mengajak seluruh pengusaha UMKM untuk terus meningkatkan kualitas produk, memanfaatkan teknologi, membangun kemitraan, dan aktif menjemput peluang. Jangan hanya menunggu pasar datang, tetapi kita harus berani mencari dan membuka pasar baru, termasuk pasar global,” kata Helvi.

Berita Terkait

Ahmad Riza Patria Apresiasi Aksi Sosial Relawan, Dorong Kepedulian terhadap Masyarakat
Koprabu Law Firm Gandeng Irwan Team, Hadirkan Bakti Sosial untuk Masyarakat
Analisis Hukum dan Pendidikan Menuju Indonesia Emas 2045: Dekan FH Jayabaya Bedah Reformasi Regulasi di Podcast EdShareOn
Pembangunan IKN Disorot dari Perspektif Gereja, Romo Yos Tekankan Keadilan
Pemilu 2029 Dibayangi Hoaks AI, Yanto PhD Ingatkan Pentingnya Integritas Pemilih
Haidar Alwi: Ketimpangan Ekonomi Menggerogoti Demokrasi dan Membuka Jalan bagi Dominasi Oligarki atas Kekuasaan Negara.
Komisaris Utama PT Palma Global Indonesia Ucapkan Selamat Ulang Tahun kepada Presiden Prabowo Subianto
Tubagus Bahrudin Ucapkan Selamat kepada Marsekal TNI Yusuf Jauhari atas Amanah sebagai Wakil Menteri Pertahanan
Temukan berita-berita terbaru dan terpercaya dari OKJAKARTA.COM di GOOGLE NEWS. Untuk Mengikuti silahkan tekan tanda bintang.

Berita Terkait

Kamis, 22 Oktober 2026 - 09:43 WIB

Ahmad Riza Patria Apresiasi Aksi Sosial Relawan, Dorong Kepedulian terhadap Masyarakat

Kamis, 22 Oktober 2026 - 09:31 WIB

Koprabu Law Firm Gandeng Irwan Team, Hadirkan Bakti Sosial untuk Masyarakat

Selasa, 20 Oktober 2026 - 18:46 WIB

Pembangunan IKN Disorot dari Perspektif Gereja, Romo Yos Tekankan Keadilan

Senin, 19 Oktober 2026 - 11:43 WIB

Pemilu 2029 Dibayangi Hoaks AI, Yanto PhD Ingatkan Pentingnya Integritas Pemilih

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 19:32 WIB

Haidar Alwi: Ketimpangan Ekonomi Menggerogoti Demokrasi dan Membuka Jalan bagi Dominasi Oligarki atas Kekuasaan Negara.

Berita Terbaru