Pengelola Sulit Dihubungi, Sejumlah Pengusaha Ayam di Bekasi Khawatir Modal Tak Kembali

- Jurnalis

Selasa, 13 Oktober 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: Ilustrasi seorang pengusaha ayam di Bekasi yang menghadapi persoalan kerja sama bisnis. Modal usaha berupa uang tunai dan biaya operasional tercatat dalam buku, sementara mitra bisnis berinisial MYM disebut sulit dihubungi. Sejumlah pengusaha mengaku khawatir mengalami kerugian hingga ratusan juta rupiah akibat ketidakjelasan kelanjutan usaha tersebut.

Foto: Ilustrasi seorang pengusaha ayam di Bekasi yang menghadapi persoalan kerja sama bisnis. Modal usaha berupa uang tunai dan biaya operasional tercatat dalam buku, sementara mitra bisnis berinisial MYM disebut sulit dihubungi. Sejumlah pengusaha mengaku khawatir mengalami kerugian hingga ratusan juta rupiah akibat ketidakjelasan kelanjutan usaha tersebut.

BEKASI – Sejumlah pengusaha kecil di Bekasi mengaku terancam kehilangan modal usaha hingga ratusan juta rupiah setelah kerja sama bisnis jual beli ayam yang mereka jalankan mengalami masalah. Seorang pria berinisial MYM, yang dipercaya mengelola transaksi pembelian dan penjualan ayam, kini disebut sulit dihubungi.

Salah seorang mitra usaha berinisial EL mengungkapkan, kerja sama tersebut bermula ketika MYM menawarkan peluang bisnis perdagangan ayam dengan memanfaatkan jaringan peternak yang dimilikinya.

Menurut EL, MYM mengaku memiliki akses langsung ke sejumlah peternakan sehingga dapat memperoleh ayam untuk kemudian dijual kembali kepada pedagang maupun pasar.

“Dia punya kenalan beberapa kandang atau peternak. Katanya, ayam akan dibeli langsung dari peternak,” ujar EL kepada wartawan, Senin (12/10/2026).

Dalam kerja sama itu, para mitra bertindak sebagai penyedia modal. Sementara MYM bertanggung jawab melakukan pembelian ayam dari peternak hingga menjualnya kembali.

Keuntungan yang diperoleh dari setiap transaksi kemudian dibagi berdasarkan kesepakatan bersama.

“Kami hanya menyediakan modal. Dia yang membeli ayam dari kandang, lalu menjualnya ke pedagang. Keuntungannya nanti dibagi,” jelas EL.

Awalnya Berjalan Lancar, MYM Kemudian Sulit Dihubungi

EL mengaku sempat menerima keuntungan pada awal kerja sama. Kondisi tersebut membuatnya percaya bahwa bisnis yang ditawarkan MYM berjalan sesuai kesepakatan.

Namun, situasi berubah setelah transaksi pertama. MYM disebut tidak lagi memberikan kabar selama hampir dua pekan.

EL mengaku telah berulang kali mencoba menghubungi MYM untuk meminta kejelasan mengenai kelanjutan usaha dan dana yang telah disetorkan.

Sayangnya, berbagai upaya komunikasi tersebut belum membuahkan hasil.

“Saya sudah berkali-kali menghubungi, tetapi tidak ada jawaban. Sekarang nomor teleponnya juga sudah tidak bisa dihubungi,” ungkapnya.

Merasa khawatir, EL kemudian mencoba menelusuri keberadaan MYM melalui sejumlah peternak yang diduga terlibat dalam transaksi perdagangan ayam tersebut.

Dari penelusuran itu, EL mengaku menemukan adanya pihak lain yang juga berusaha mencari MYM.

“Ketika saya mencoba mencari informasi ke beberapa peternak, ternyata bukan hanya kami yang mencari dia. Ada orang lain juga,” katanya.

Modal Usaha Ratusan Juta Rupiah Terancam Hilang

EL memperkirakan total dana yang berpotensi bermasalah dalam kerja sama bisnis ayam tersebut mencapai ratusan juta rupiah.

Nilai itu disebut berasal dari modal yang dipercayakan oleh dirinya bersama sejumlah mitra usaha lainnya.

Meski demikian, jumlah pasti dana yang belum dapat dipertanggungjawabkan masih memerlukan penelusuran lebih lanjut.

EL berharap MYM segera memberikan penjelasan mengenai kondisi usaha sekaligus menunjukkan iktikad baik untuk menyelesaikan persoalan tersebut.

Ia menegaskan, para mitra masih membuka kesempatan untuk menyelesaikan masalah secara baik-baik.

Namun, apabila tidak ada kejelasan, EL mempertimbangkan untuk membawa persoalan tersebut ke jalur hukum.

“Kami berharap ada iktikad baik dan penjelasan mengenai uang yang sudah kami serahkan,” ujarnya.

Hingga berita ini ditulis, belum diperoleh keterangan dari MYM terkait keluhan para mitra usaha tersebut.

Belum dapat dipastikan pula apakah persoalan ini berkaitan dengan kegagalan kerja sama bisnis atau mengandung unsur pelanggaran hukum.

Dugaan kerugian yang disampaikan para mitra masih memerlukan verifikasi melalui bukti transaksi, perjanjian kerja sama, serta keterangan dari pihak-pihak terkait.

(Helmi AR)

Berita Terkait

Urugan Liar Tutup Resapan Air, Warga Perbatasan Jakarta–Banten Terancam Banjir
Imigrasi Serahkan WN China Terduga Pemburu Penyu Ilegal ke Polda Papua Barat Daya
Pengadaan Laptop hingga Printer Proyek HDDAP Kementan Disorot, Dugaan Mark Up dan Permainan Tender Mencuat
Bongkar Aktor di Balik PETI Hulu Bintauna, Raldy Doy Minta Instruksi Kapolda Dikawal
PETI Hulu Bintauna Disorot, Raldy Doy Desak Instruksi Kapolda Sulut Tak Berhenti di Atas Kertas
Urugan di Petukangan Selatan Tetap Jalan, Tindak Lanjut Pemerintah Dipertanyakan
RPA Ilegal Tetap Beroperasi Usai Disidak, Penerapan Aturan Pemkot Jaksel Dipertanyakan
Sengketa ABK Berakhir Damai, ANP Law Office Jembatani Kesepakatan Keluarga dan Perusahaan
Temukan berita-berita terbaru dan terpercaya dari OKJAKARTA.COM di GOOGLE NEWS. Untuk Mengikuti silahkan tekan tanda bintang.

Berita Terkait

Selasa, 13 Oktober 2026 - 11:40 WIB

Pengelola Sulit Dihubungi, Sejumlah Pengusaha Ayam di Bekasi Khawatir Modal Tak Kembali

Senin, 12 Oktober 2026 - 21:44 WIB

Urugan Liar Tutup Resapan Air, Warga Perbatasan Jakarta–Banten Terancam Banjir

Senin, 12 Oktober 2026 - 07:38 WIB

Imigrasi Serahkan WN China Terduga Pemburu Penyu Ilegal ke Polda Papua Barat Daya

Minggu, 11 Oktober 2026 - 15:29 WIB

Pengadaan Laptop hingga Printer Proyek HDDAP Kementan Disorot, Dugaan Mark Up dan Permainan Tender Mencuat

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 18:27 WIB

Bongkar Aktor di Balik PETI Hulu Bintauna, Raldy Doy Minta Instruksi Kapolda Dikawal

Berita Terbaru

Foto; KAMAKSI mengapresiasi capaian prestasi PT Jakarta Propertindo (Perseroda) atau Jakpro dalam pengembangan infrastruktur perkotaan dan transportasi publik. Kaukus Muda Anti Korupsi (KAMAKSI) mendorong Jakpro untuk terus memperkuat inovasi serta menerapkan tata kelola perusahaan yang transparan, profesional, dan akuntabel agar setiap capaian memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Jakarta.

Bisnis Ekonomi

KAMAKSI: Prestasi Jakpro Harus Sejalan dengan Kualitas Pelayanan Publik

Selasa, 13 Okt 2026 - 09:30 WIB