J
AKARTA — Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat (FKDM) Kecamatan Kembangan keluar sebagai juara pertama Turnamen Minisoccer FKDM Jakarta Barat setelah menaklukkan FKDM Kecamatan Kebon Jeruk melalui adu penalti. Partai final yang berlangsung di Maroedja Sport Park, Meruya Utara, Rabu (21/10/2026), berlangsung ketat hingga waktu normal berakhir tanpa gol.
Kemenangan Kembangan sekaligus menutup rangkaian turnamen yang diikuti perwakilan FKDM dari delapan kecamatan di Jakarta Barat. Lebih dari sekadar memperebutkan gelar juara, kompetisi tersebut menjadi ruang untuk mempererat silaturahmi dan memperkuat soliditas antaranggota.
Dalam pertandingan final, kedua tim tampil kompetitif dan berusaha memecah kebuntuan. Namun, hingga peluit akhir waktu normal dibunyikan, skor tetap 0-0. Penentuan pemenang akhirnya dilakukan melalui adu penalti yang dimenangkan FKDM Kecamatan Kembangan.
Sebelum melaju ke partai puncak, Kebon Jeruk lebih dahulu mengamankan tiket final setelah mengalahkan FKDM Kecamatan Cengkareng dengan skor 1-0. Sementara Kembangan memastikan tempat di final usai menundukkan FKDM Kecamatan Tamansari dengan skor serupa.
Hasil tersebut menempatkan Kembangan sebagai juara pertama, sedangkan Kebon Jeruk harus puas di posisi kedua.
Wali Kota Tekankan Nilai Kebersamaan
Wali Kota Administrasi Jakarta Barat Iin Mutmainnah mengapresiasi penyelenggaraan turnamen yang mempertemukan anggota FKDM lintas kecamatan tersebut.
Menurut Iin, kegiatan olahraga tidak hanya menjadi sarana menjaga kebugaran, tetapi juga dapat memperkuat hubungan personal dan kerja sama antaranggota organisasi.
“Saya mengapresiasi kegiatan yang diselenggarakan oleh FKDM Jakarta Barat. Kegiatan ini bukan sekadar pertandingan olahraga untuk mencari pemenang, tetapi juga menjadi ajang silaturahmi, mempererat persaudaraan, dan meningkatkan kekompakan seluruh anggota FKDM se-Jakarta Barat,” kata Iin.
Iin berharap semangat sportivitas yang ditunjukkan para peserta di lapangan dapat diterapkan dalam pelaksanaan tugas sehari-hari, terutama dalam membangun komunikasi, koordinasi, dan kepedulian terhadap dinamika masyarakat.
Bagi FKDM, kekompakan tersebut dinilai penting untuk mendukung upaya deteksi dini terhadap potensi kerawanan serta membantu menjaga keamanan dan kondusivitas wilayah.
Turnamen ini turut dihadiri Sekretaris Kota Administrasi Jakarta Barat Imron, Kepala Suku Dinas Pemuda dan Olahraga Jakarta Barat Joko Suparno, jajaran asisten kota, Dewan Kota Jakarta Barat, pengurus KONI Jakarta Barat, Ketua PMI Provinsi DKI Jakarta, serta anggota FKDM se-Jakarta Barat.
FKDM Perkuat Koordinasi Lintas Kecamatan
Ketua FKDM Kota Jakarta Barat, Bobby, mengatakan turnamen minisoccer merupakan bagian dari upaya organisasi membangun soliditas internal sekaligus memperkuat sinergi antarkecamatan.
Bobby menilai keberhasilan kegiatan tidak semata-mata diukur dari hasil pertandingan, melainkan juga dari terbangunnya hubungan yang lebih erat di antara para anggota.
“Bagi kami, kemenangan dalam pertandingan bukanlah satu-satunya tujuan. Hal yang jauh lebih penting adalah bagaimana seluruh anggota FKDM se-Jakarta Barat dapat berkumpul, bersilaturahmi, membangun kekompakan, dan memperkuat sinergitas,” ujar Bobby.
Menurut dia, kebersamaan di luar aktivitas organisasi diharapkan berdampak positif terhadap koordinasi anggota ketika menjalankan peran kewaspadaan dini di tengah masyarakat.
Senada dengan Bobby, Sekretaris FKDM Jakarta Barat Theo menilai interaksi melalui kegiatan olahraga dapat memperkuat komunikasi dan rasa saling percaya di antara anggota.
“Turnamen ini menjadi ruang bagi seluruh anggota FKDM untuk saling mengenal lebih dekat, mempererat persaudaraan, dan memperkuat komunikasi lintas kecamatan,” kata Theo.
Bobby berharap kegiatan serupa dapat digelar secara berkelanjutan sebagai bagian dari penguatan organisasi dan peningkatan kolaborasi antaranggota.
Panitia Apresiasi Dukungan Berbagai Pihak
Koordinator pelaksana kegiatan, Fajar Pratama, menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Barat, Suku Dinas Pemuda dan Olahraga, panitia, peserta, serta seluruh pihak yang mendukung penyelenggaraan turnamen.
Menurut Fajar, keberhasilan kegiatan tidak hanya terlihat dari kelancaran pertandingan, tetapi juga dari antusiasme peserta dan suasana persaudaraan yang terbangun selama kompetisi.
“Turnamen ini bukan sekadar kompetisi untuk memperebutkan gelar juara, melainkan momentum untuk memperkuat silaturahmi dan membangun soliditas FKDM se-Jakarta Barat,” ujarnya.
Ia berharap semangat kebersamaan tersebut terus terjaga setelah turnamen berakhir dan menjadi modal untuk memperkuat koordinasi dalam menjalankan tugas organisasi.
Turnamen minisoccer FKDM Jakarta Barat pun menjadi pengingat bahwa persaingan di lapangan tidak harus mengurangi persaudaraan. Sebaliknya, olahraga dapat menjadi ruang untuk menyatukan anggota dari berbagai wilayah dalam satu tujuan: membangun organisasi yang solid dan mendukung terciptanya Jakarta Barat yang aman serta kondusif.
(Chair)




































