JAKARTA – Pemerintah Kecamatan Gambir, Jakarta Pusat, menggelar rapat pleno Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) di Museum Galeri Nasional. Kegiatan ini menjadi wadah bagi warga untuk menyampaikan usulan pembangunan guna meningkatkan kualitas hidup masyarakat, Kamis, (27/2/2025).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Camat Gambir, Andri Ferdian, mengapresiasi antusiasme warga dalam menyampaikan aspirasi mereka. Menurutnya, partisipasi masyarakat melalui rembuk RW, Musrenbang kelurahan, hingga tingkat kecamatan sangat penting dalam memastikan pembangunan yang tepat sasaran.
“Kami berterima kasih kepada masyarakat yang peduli terhadap lingkungan dan kemajuan Jakarta ke depan. Usulan yang mereka ajukan sangat penting karena merekalah yang akan merasakan manfaatnya,” ujar Andri usai rapat pleno.
Dalam Musrenbang kali ini, terdapat 32 usulan pembangunan yang belum dapat direalisasikan karena berbagai kendala teknis. Salah satunya adalah pemasangan cermin lalu lintas yang tidak bisa dilakukan karena lokasi yang diusulkan tidak memenuhi persyaratan struktur pondasi yang kuat.
Selain itu, beberapa usulan pembangunan berada di atas aset milik PT KAI, TNI, dan Polri, sehingga memerlukan koordinasi lebih lanjut dengan pihak terkait. Camat Gambir memastikan pemerintah kecamatan akan berdiskusi dengan stakeholder untuk mencari solusi terbaik.
Dalam Musrenbang ini, Kecamatan Gambir menetapkan beberapa program prioritas, antara lain: Penanganan saluran air untuk mencegah banjir dan genangan,
Penyediaan rambu lalu lintas, seperti cermin lalu lintas dan rambu dilarang parkir guna meningkatkan keselamatan berkendara. Penataan enam RW kumuh, yang masuk dalam kategori ringan dan sangat ringan, agar lebih layak huni.
Menurut Andri Ferdian, enam RW kumuh di Kecamatan Gambir telah masuk dalam program Community Infrastructure Program (CIP) dan Citywide Approach Program (CAP), sesuai Peraturan Gubernur (Pergub) Nomor 33 Tahun 2024. Dengan pengawasan yang ketat, ia optimistis dalam dua hingga tiga tahun ke depan, kawasan kumuh di Kecamatan Gambir bisa dihilangkan sepenuhnya.
“Sebagai pusat Jakarta Pusat, kami ingin memberikan yang terbaik. Tidak hanya untuk warga, tetapi juga bagi wisatawan domestik dan mancanegara agar Gambir memberikan kesan positif bagi Jakarta secara keseluruhan,” tambahnya.
Dalam menjalankan program pembangunan, Kecamatan Gambir tetap menyesuaikan dengan instruksi Presiden mengenai efisiensi anggaran. Namun, APBD Jakarta tahun ini mengalami peningkatan dibanding tahun sebelumnya, sehingga pemerintah optimistis program prioritas yang benar-benar dibutuhkan masyarakat tetap dapat direalisasikan.
“Kami berharap semua usulan masyarakat bisa terealisasi dan nantinya dapat dijaga dengan baik. Pembangunan ini dibiayai dari uang rakyat, sehingga kepedulian untuk merawatnya harus terus dijaga,” ujar Camat Gambir Andri Ferdian, saat dimintai komentarnya, di Museum Galeri Nasional Jakpus. Kamis (27/2/2025).
“Dengan dukungan penuh dari masyarakat dan koordinasi dengan berbagai pihak, Kecamatan Gambir menargetkan pembangunan yang lebih efektif, berkelanjutan, dan berdampak langsung pada kesejahteraan warga,”tutup Camat Gambir yang low profile.