Polisi Ungkap Cepat Kasus Pembacokan Maut di Cengkareng, Pelaku Ditangkap Kurang dari 12 Jam

- Jurnalis

Selasa, 5 Mei 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: Polda Metro Jaya Tangkap Pelaku Pembacokan Pegawai Toko Roti di Cengkareng. (Dok-Istimewa)

Foto: Polda Metro Jaya Tangkap Pelaku Pembacokan Pegawai Toko Roti di Cengkareng. (Dok-Istimewa)

JAKARTA – Gerak cepat aparat kepolisian kembali ditunjukkan dalam pengungkapan kasus kekerasan jalanan yang merenggut nyawa seorang pegawai toko roti di kawasan Cengkareng, Jakarta Barat. Tim gabungan dari Polda Metro Jaya bersama Polres Metro Jakarta Barat berhasil menangkap terduga pelaku berinisial RS hanya dalam hitungan jam setelah kejadian.

Peristiwa tragis tersebut terjadi pada Senin (4/5/2026) sekitar pukul 13.40 WIB di Jalan Pedongkelan Belakang, Kelurahan Kapuk, Kecamatan Cengkareng. Korban, seorang pria yang bekerja sebagai pegawai toko roti, tewas setelah mengalami luka bacok serius di bagian dada kiri.

Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Budi Hermanto, mengonfirmasi bahwa pelaku telah diamankan pada malam hari di lokasi berbeda. “Terduga pelaku pembacokan yang mengakibatkan korban meninggal dunia di Cengkareng sudah berhasil ditangkap. Penangkapan dilakukan oleh tim Subdit Jatanras Ditreskrimum Polda Metro Jaya bersama Polres Metro Jakarta Barat,” ujarnya, Selasa (5/5/2026).

Berdasarkan hasil penyelidikan awal, insiden berdarah ini dipicu persoalan sepele di jalan raya. Korban dan pelaku diketahui sempat terlibat adu mulut setelah sepeda motor pelaku hampir bersenggolan dengan kendaraan korban.

Ketegangan yang semula hanya berupa cekcok verbal itu kemudian meningkat menjadi aksi kekerasan. Dalam kondisi emosi, pelaku diduga mengeluarkan senjata tajam jenis celurit dan langsung menyerang korban.

“Korban mengalami luka bacok di bagian dada kiri dan jatuh di lokasi kejadian. Pelaku kemudian melarikan diri,” jelas Budi.

Korban sempat mendapatkan pertolongan, namun luka yang diderita tergolong fatal hingga akhirnya dinyatakan meninggal dunia.

Pasca kejadian, aparat kepolisian langsung bergerak cepat. Tim melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), mengumpulkan keterangan sejumlah saksi, serta menelusuri rekaman kamera pengawas (CCTV) di sekitar lokasi.

Dari rangkaian penyelidikan tersebut, identitas pelaku berhasil dikantongi dalam waktu singkat. Tim kemudian melakukan pelacakan hingga akhirnya mengetahui keberadaan RS di wilayah Kabupaten Bogor.

Sekitar pukul 22.00 WIB di hari yang sama, pelaku berhasil ditangkap tanpa perlawanan. Ia langsung dibawa ke Subdirektorat Jatanras Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya untuk menjalani pemeriksaan intensif.

Dalam pengungkapan kasus ini, polisi juga menyita sejumlah barang bukti penting yang diduga berkaitan dengan aksi kejahatan tersebut. Barang bukti yang diamankan antara lain satu unit sepeda motor Honda Mio warna putih biru, sebilah celurit yang digunakan untuk menyerang korban, helm, pakaian pelaku saat kejadian, serta rekaman CCTV.

Barang bukti tersebut kini menjadi bagian penting dalam proses pembuktian dan pendalaman kasus.

Hingga kini, penyidik masih terus mendalami motif secara lebih komprehensif, termasuk kemungkinan adanya faktor lain di balik aksi kekerasan tersebut. Pemeriksaan terhadap saksi-saksi juga terus dilakukan guna memperkuat konstruksi perkara.

Selain itu, penyidik tengah melengkapi administrasi penyidikan serta berkoordinasi dengan jaksa penuntut umum untuk memastikan proses hukum berjalan sesuai prosedur.

“Kami mengimbau masyarakat tetap tenang dan tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi. Proses hukum akan dilakukan secara profesional dan proporsional,” tegas Budi.

Kasus ini kembali menjadi pengingat akan potensi konflik di jalan raya yang dapat berujung fatal jika tidak dikelola dengan baik. Di sisi lain, respons cepat aparat kepolisian dalam mengungkap dan menangkap pelaku patut menjadi perhatian sebagai bagian dari upaya menjaga keamanan publik.

Penanganan yang sigap, didukung teknologi seperti CCTV serta koordinasi lintas satuan, menunjukkan peningkatan kapasitas penegakan hukum dalam merespons kejahatan jalanan secara efektif.

Meski demikian, pencegahan tetap menjadi kunci utama. Edukasi kepada masyarakat mengenai pengendalian emosi dan penyelesaian konflik tanpa kekerasan menjadi penting guna menekan potensi kejadian serupa di masa mendatang.

Reporter: Fahmy Nurdin

Editor: Fahmy Nurdin

Berita Terkait

Pengadaan Laptop hingga Printer Proyek HDDAP Kementan Disorot, Dugaan Mark Up dan Permainan Tender Mencuat
Bongkar Aktor di Balik PETI Hulu Bintauna, Raldy Doy Minta Instruksi Kapolda Dikawal
PETI Hulu Bintauna Disorot, Raldy Doy Desak Instruksi Kapolda Sulut Tak Berhenti di Atas Kertas
Dadang Hartanto Pimpin Polda Metro Jaya, Harapan Baru bagi Pelayanan dan Keamanan Masyarakat
Urugan di Petukangan Selatan Tetap Jalan, Tindak Lanjut Pemerintah Dipertanyakan
RPA Ilegal Tetap Beroperasi Usai Disidak, Penerapan Aturan Pemkot Jaksel Dipertanyakan
Sengketa ABK Berakhir Damai, ANP Law Office Jembatani Kesepakatan Keluarga dan Perusahaan
Terjebak Verifikasi Aplikasi yang Mengatasnamakan ASABRI, Rp273 Juta Pensiunan TNI Raib
Temukan berita-berita terbaru dan terpercaya dari OKJAKARTA.COM di GOOGLE NEWS. Untuk Mengikuti silahkan tekan tanda bintang.

Berita Terkait

Minggu, 11 Oktober 2026 - 15:29 WIB

Pengadaan Laptop hingga Printer Proyek HDDAP Kementan Disorot, Dugaan Mark Up dan Permainan Tender Mencuat

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 18:27 WIB

Bongkar Aktor di Balik PETI Hulu Bintauna, Raldy Doy Minta Instruksi Kapolda Dikawal

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 18:00 WIB

PETI Hulu Bintauna Disorot, Raldy Doy Desak Instruksi Kapolda Sulut Tak Berhenti di Atas Kertas

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 13:04 WIB

Dadang Hartanto Pimpin Polda Metro Jaya, Harapan Baru bagi Pelayanan dan Keamanan Masyarakat

Jumat, 9 Oktober 2026 - 10:31 WIB

Urugan di Petukangan Selatan Tetap Jalan, Tindak Lanjut Pemerintah Dipertanyakan

Berita Terbaru