Pratikno Dorong Respons Cepat Peringatan Dini untuk Kurangi Risiko Bencana

- Jurnalis

Jumat, 14 Agustus 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Pratikno menegaskan pentingnya memperkuat sistem mitigasi dan pengurangan risiko bencana di Indonesia, terutama melalui pemanfaatan teknologi peringatan dini yang diikuti respons cepat di lapangan.

Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Pratikno menegaskan pentingnya memperkuat sistem mitigasi dan pengurangan risiko bencana di Indonesia, terutama melalui pemanfaatan teknologi peringatan dini yang diikuti respons cepat di lapangan.

JAKARTA  — Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Pratikno menegaskan pentingnya memperkuat sistem mitigasi dan pengurangan risiko bencana di Indonesia, terutama melalui pemanfaatan teknologi peringatan dini yang diikuti respons cepat di lapangan.

Hal itu disampaikan Pratikno saat membuka Emergency Disaster Reduction & Rescue (EDRR) Indonesia 2026 di JIExpo Kemayoran, Jakarta Pusat, Jumat (14/8).
Pratikno mengatakan Indonesia memiliki tingkat kerawanan bencana yang tinggi. Ancaman bencana juga bersifat dinamis, mulai dari banjir dan tanah longsor hingga kekeringan serta kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

“Sebagaimana kita tahu, kita adalah negara yang memiliki risiko bencana yang tinggi, misalnya beberapa waktu lalu banyak sekali banjir dan tanah longsor, saat ini kita juga menghadapi kekeringan dan karhutla akibat El Nino,” kata Pratikno.

Menurut dia, perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi diperlukan untuk memperkuat sistem peringatan dini atau early warning system. Namun, keberadaan teknologi tidak akan maksimal apabila tidak diikuti kesiapan masyarakat dan petugas untuk segera mengambil tindakan.

“Tentu saja kita butuh ilmu pengetahuan dan teknologi yang terus ter-update. Tetapi yang lebih penting lagi juga adalah kita merespons secara cepat agar risiko dari bencana bisa diminimalkan,” ujarnya.
Pratikno menekankan pentingnya membangun budaya respons terhadap peringatan dini. Masyarakat maupun pemangku kepentingan harus memahami langkah yang perlu dilakukan ketika sistem memberikan sinyal adanya potensi bencana.

“Pada hari ini kita menekankan tentang pentingnya aksi merespons peringatan dini,” kata dia.
EDRR Indonesia 2026 merupakan ajang pameran dan konferensi yang memasuki penyelenggaraan tahun ketiga. Kegiatan tersebut berlangsung pada 12-14 Agustus 2026 di Hall D2 JIExpo Kemayoran.
EDRR Indonesia 2026 mengangkat tema

“Aksi Merespons Peringatan Dini dalam Kerangka Rumah Resiliensi Indonesia”. Selain forum diskusi, kegiatan tersebut juga menampilkan berbagai teknologi dan perangkat keselamatan untuk mendukung upaya penanggulangan bencana.

Pratikno berharap forum internasional tersebut tidak hanya menjadi ajang promosi produk teknologi kebencanaan, tetapi juga membuka peluang kerja sama riset dan pengembangan industri dalam negeri.
“Kita harapkan mitra-mitra dari luar negeri, bukan hanya menjual produknya, tetapi lebih penting adalah riset bersama, mengembangkan industri bersama, berbagi ilmu pengetahuan dalam rangka untuk memitigasi, meminimalisir dari risiko bencana,” tegasnya.

Dia mengatakan penguatan ketangguhan menghadapi bencana membutuhkan kolaborasi lintas sektor. Pemerintah, dunia usaha, akademisi, masyarakat, serta mitra internasional perlu membangun ekosistem penanggulangan bencana yang terintegrasi.

“Mari kita sama-sama terus tingkatkan kesadaran masyarakat, kita bangun masyarakat yang tangguh. Ilmu pengetahuan dan teknologi kita tangguh, kelembagaan kita tangguh,” ujar Pratikno.
“Jadi kita semakin tangguh menghadapi bencana, sehingga bencana bisa kita minimalisir risikonya,” sambungnya.

Dalam agenda tersebut turut hadir Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Suharyanto, Wakil Menteri Kesehatan Dante Saksono Harbuwono, Kepala BMKG Teuku Faisal Fathani, Kepala Basarnas Muhammad Syafii, serta perwakilan TNI, Polri, kementerian, dan lembaga terkait.

Berita Terkait

Wamen UMKM Ungkap 3 Kunci agar Produk Lokal Tembus Pasar Global
DPR Minta Pemerintah Utamakan Pencegahan dalam Penanganan Karhutla
DPO Kasus Percobaan Pembunuhan Ditangkap Polisi di Puncak Papua Tengah
Tri Tito Karnavian Dorong Posyandu Perkuat Layanan Enam Bidang SPM
Kapolri Pimpin Sertijab Pejabat Strategis Polri, Fadil Imran Pensiun hingga Hengki Haryadi Pimpin Polda Papua Barat Daya
Anugerah Jurnalistik M.H. Thamrin – PWI Jaya 2026, Digelar 7 September di Balai Agung
Djamari Chaniago meminta humas pemerintah memperkuat koordinasi untuk melawan disinformasi, fitnah, dan kebencian di ruang digital.
BNPB dan Menhut Perkuat Penanganan Karhutla Sumsel, Fokus Tekan Titik Api
Temukan berita-berita terbaru dan terpercaya dari OKJAKARTA.COM di GOOGLE NEWS. Untuk Mengikuti silahkan tekan tanda bintang.

Berita Terkait

Sabtu, 5 September 2026 - 11:31 WIB

Wamen UMKM Ungkap 3 Kunci agar Produk Lokal Tembus Pasar Global

Sabtu, 5 September 2026 - 11:06 WIB

DPR Minta Pemerintah Utamakan Pencegahan dalam Penanganan Karhutla

Jumat, 4 September 2026 - 16:09 WIB

DPO Kasus Percobaan Pembunuhan Ditangkap Polisi di Puncak Papua Tengah

Jumat, 4 September 2026 - 12:05 WIB

Tri Tito Karnavian Dorong Posyandu Perkuat Layanan Enam Bidang SPM

Rabu, 2 September 2026 - 19:29 WIB

Kapolri Pimpin Sertijab Pejabat Strategis Polri, Fadil Imran Pensiun hingga Hengki Haryadi Pimpin Polda Papua Barat Daya

Berita Terbaru

Foto: Beragam hidangan tersaji dalam jamuan yang ditangani Nendia Primarasa. Sajian ditempatkan dalam wadah hidangan bernuansa elegan, lengkap dengan piring dan perlengkapan makan yang tertata rapi.

Bisnis Ekonomi

Nendia Primarasa Perkuat Kiprah sebagai Katering Pilihan Event Akbar

Jumat, 4 Sep 2026 - 19:43 WIB