LAMPUNG — Warga Kampung bumi jawa Desa Tarahan, mengeluhkan dugaan pembuangan limbah dari PT Indo Thai Coco Investama atau ITCI.
Sedikitnya 10 kepala keluarga mengaku terdampak. Warga menyebut air sumur berubah keruh dan berbau, sehingga tidak lagi layak digunakan maupun dikonsumsi.
Tak hanya itu, warga juga mengeluhkan gatal-gatal dan sesak napas. Ikan di kolam dilaporkan mati, sementara tanaman dan tanah di sekitar permukiman disebut ikut terdampak.
Warga menduga limbah cair dan padat dibuang melalui saluran terbuka hingga mengarah ke laut.
Atas kondisi tersebut, warga meminta perusahaan segera menghentikan pembuangan limbah dan membangun instalasi pengolahan air limbah atau IPAL yang memenuhi ketentuan.
Warga juga mendesak Dinas Lingkungan Hidup turun langsung melakukan pemeriksaan dan mengambil sampel lingkungan untuk memastikan dugaan pencemaran tersebut.
Selain penanganan lingkungan, warga meminta adanya pertanggungjawaban dan kompensasi apabila hasil pemeriksaan nantinya membuktikan adanya kerusakan lingkungan dan dampak kesehatan.
Warga mengaku telah mengantongi sejumlah bukti berupa foto, video, serta keterangan warga yang terdampak.
Sementara itu, dugaan pencemaran dan kondisi pengelolaan limbah PT Indo Thai Coco Investama masih memerlukan pemeriksaan dari instansi berwenang.
Warga berharap pemerintah segera turun tangan sebelum dampak dugaan limbah tersebut semakin meluas.




































