Etika Pejabat Dipertanyakan, Lurah Kebon Kacang Abaikan Wartawan di Momen Fitri

- Jurnalis

Kamis, 26 Maret 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: Suasana Kantor Kelurahan Kebon Kacang, Jakarta Pusat, Kamis (26/3/2026)

Foto: Suasana Kantor Kelurahan Kebon Kacang, Jakarta Pusat, Kamis (26/3/2026)

JAKARTA – Momentum Idul Fitri yang semestinya menjadi ruang mempererat silaturahmi justru diwarnai insiden yang memantik kritik. Lurah Kebon Kacang, Radius Perkasa, disorot setelah meninggalkan sejumlah wartawan yang datang untuk bersilaturahmi di Kantor Kelurahan Kebon Kacang, Jakarta Pusat, Kamis (26/3/2026).

Sejumlah jurnalis yang hadir mengaku kedatangan mereka bukan dalam rangka peliputan sensitif, melainkan membangun komunikasi dalam suasana Lebaran 1447 Hijriah. Namun, alih-alih menyambut, Radius justru beranjak meninggalkan lokasi saat hendak diajak berbincang di kawasan Saung Betawi.

Sikap tersebut langsung menuai kekecewaan. Beberapa wartawan menilai tindakan itu mencerminkan kurangnya sensitivitas pejabat publik terhadap peran media sebagai mitra strategis dalam penyampaian informasi kepada masyarakat.

“Ini momen silaturahmi, bukan agenda yang memberatkan. Harusnya bisa jadi ruang membangun komunikasi yang lebih cair,” ujar salah satu jurnalis di lokasi.

Sebagai aparatur pemerintah di level terdepan, lurah memiliki tanggung jawab tidak hanya dalam pelayanan administratif, tetapi juga menjaga komunikasi publik yang terbuka dan akuntabel. Terlebih di momen hari besar keagamaan yang sarat nilai kebersamaan, sikap responsif dan humanis menjadi ekspektasi publik.

Di sisi lain, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melalui berbagai regulasi telah menekankan pentingnya penataan dan ketertiban wilayah, seperti tertuang dalam Perda Nomor 8 Tahun 2007 tentang Ketertiban Umum serta Pergub Nomor 10 Tahun 2015 terkait penataan pedagang kaki lima. Namun, di tengah upaya penegakan aturan tersebut, pendekatan komunikasi yang inklusif dinilai tetap menjadi kunci.

Peristiwa ini pun memicu pertanyaan lebih luas tentang komitmen aparatur pemerintah dalam membangun hubungan yang sehat dengan awak media. Transparansi dan keterbukaan informasi publik bukan sekadar formalitas, melainkan fondasi utama dalam menjaga kepercayaan masyarakat.

 

Berita Terkait

HUT ke-34 Sea World Ancol, Perkuat Edukasi Kelautan Lewat Teknologi Audio Guide
Le Bistro Sajikan Pengalaman Wine Pairing Prancis-Spanyol Lewat Faces of Time
Ancol Pastikan Scream or Dance 2026 Tak Digelar di Kawasan Ancol
Hj. Kartika Oman: Insan Pers Tak Hanya Menyampaikan Informasi, Tapi Juga Peduli Kemanusiaan
Satu Forum, Beragam Generasi: Warga Tomang Asli Kembali Bersilaturahmi
Polda Metro Jaya Apresiasi Peserta Aksi, Arus Lalu Lintas Jakarta Berangsur Normal
Polri untuk Demokrasi, Polda Metro Jaya Siagakan 26.386 Personel Jaga Jakarta Tetap Kondusif
The Jakmania Apresiasi Polda Metro Jaya, Laga Persija-Persib Berlangsung Aman dan Lancar
Temukan berita-berita terbaru dan terpercaya dari OKJAKARTA.COM di GOOGLE NEWS. Untuk Mengikuti silahkan tekan tanda bintang.

Berita Terkait

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 19:06 WIB

HUT ke-34 Sea World Ancol, Perkuat Edukasi Kelautan Lewat Teknologi Audio Guide

Rabu, 30 September 2026 - 12:50 WIB

Le Bistro Sajikan Pengalaman Wine Pairing Prancis-Spanyol Lewat Faces of Time

Selasa, 29 September 2026 - 17:33 WIB

Ancol Pastikan Scream or Dance 2026 Tak Digelar di Kawasan Ancol

Selasa, 29 September 2026 - 07:43 WIB

Hj. Kartika Oman: Insan Pers Tak Hanya Menyampaikan Informasi, Tapi Juga Peduli Kemanusiaan

Minggu, 27 September 2026 - 16:39 WIB

Satu Forum, Beragam Generasi: Warga Tomang Asli Kembali Bersilaturahmi

Berita Terbaru