Maman Abdurrahman, Menteri UMKM, UMKM, kewirausahaan, pengusaha muda, mahasiswa, Universitas Sumatera Utara, USU, Medan, Sumatera Utara, lapangan kerja

- Jurnalis

Senin, 24 Agustus 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Maman Abdurrahman mendorong mahasiswa mengubah pola pikir dari pencari kerja menjadi pencipta lapangan kerja. Ia meminta kewirausahaan mulai dipandang sebagai salah satu pilihan karier setelah menyelesaikan pendidikan.

Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Maman Abdurrahman mendorong mahasiswa mengubah pola pikir dari pencari kerja menjadi pencipta lapangan kerja. Ia meminta kewirausahaan mulai dipandang sebagai salah satu pilihan karier setelah menyelesaikan pendidikan.

MEDAN – SUMATRA UTARA – Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Maman Abdurrahman mendorong mahasiswa mengubah pola pikir dari pencari kerja menjadi pencipta lapangan kerja. Ia meminta kewirausahaan mulai dipandang sebagai salah satu pilihan karier setelah menyelesaikan pendidikan.

Hal itu disampaikan Maman dalam orasi ilmiah di Universitas Sumatera Utara (USU), Senin (24/8). Menurutnya, perubahan pola pikir generasi muda menjadi penting di tengah tantangan ketenagakerjaan yang masih dihadapi Indonesia.

Maman menyebut saat ini terdapat sekitar 7,2 juta pengangguran di Indonesia. Di sisi lain, sekitar 85,3 juta pekerja berada di sektor informal.

Menurutnya, kondisi tersebut membutuhkan pendekatan baru dalam menyiapkan mahasiswa memasuki dunia kerja. Keberhasilan lulusan perguruan tinggi, kata dia, tidak seharusnya hanya diukur dari kemampuan memperoleh pekerjaan, tetapi juga dari keberanian membangun usaha dan menciptakan lapangan kerja.

“Masih sangat jarang yang berpikir, bagaimana caranya saya lulus cepat, setelah itu saya menjadi pencipta pekerja atau entrepreneur,” kata Maman.

Ia menilai perguruan tinggi memiliki posisi strategis dalam mendorong lahirnya pengusaha baru. Kampus, menurutnya, dapat menjadi laboratorium sekaligus inkubator kewirausahaan bagi mahasiswa.

“Kalau jumlah entitas atau pengusahanya semakin banyak, maka tingkat pertumbuhan ekonomi sebuah negara konsekuensinya akan semakin meningkat. Salah satu solusi untuk menekan angka pengangguran adalah mendorong kampus sebagai laboratorium atau inkubator untuk menghasilkan pengusaha-pengusaha hebat di Tanah Air,” ujarnya.

Maman kemudian mencontohkan perjalanan pengusaha Chairul Tanjung yang mulai merintis usaha sejak menjadi mahasiswa. Chairul diketahui pernah berjualan buku dan membuka jasa fotokopi bahan kuliah.

Menurut Maman, pengalaman tersebut menunjukkan bahwa kewirausahaan dapat dimulai dari lingkungan kampus dan tidak selalu membutuhkan usaha berskala besar.

Hal terpenting adalah kemampuan membaca kebutuhan di sekitar dan mengubahnya menjadi peluang ekonomi.
Potensi kewirausahaan di kalangan anak muda, lanjutnya, sebenarnya cukup besar. Berdasarkan data UNDP yang disampaikan Maman, sekitar 81 persen anak muda Indonesia menyatakan memiliki keinginan untuk menjadi wirausaha.

Namun, tingginya minat tersebut perlu diikuti dengan dukungan agar keinginan menjadi pengusaha dapat diwujudkan dalam bentuk usaha yang tumbuh dan berkelanjutan.

Karena itu, Maman mendorong perguruan tinggi memperkuat fungsi inkubator bisnis. Fasilitas tersebut diharapkan dapat menjadi ruang bagi mahasiswa untuk memperoleh pelatihan, pendampingan, pengembangan model bisnis, hingga akses ke ekosistem usaha.

Kementerian UMKM, kata Maman, siap memperkuat kolaborasi dengan perguruan tinggi untuk menyiapkan wirausaha muda secara lebih terstruktur. Kolaborasi tersebut diharapkan dapat menjembatani gagasan mahasiswa dengan kebutuhan dunia usaha.

Selain inkubasi, pemerintah juga terus mendorong kemudahan legalitas dan sertifikasi bagi pelaku UMKM. Upaya tersebut dilakukan melalui penguatan sinergi pemerintah pusat dan daerah agar proses perizinan dan sertifikasi lebih cepat serta mudah diakses.

Riset Kampus Jangan Berhenti di Laboratorium
Maman juga meminta perguruan tinggi memperkuat hubungan antara hasil riset dan kebutuhan dunia usaha. Menurutnya, inovasi yang dihasilkan kampus tidak boleh berhenti sebagai karya akademik, tetapi harus dikembangkan agar memiliki nilai komersial.

“Sebagus apa pun hasil riset yang dimiliki kampus, jangan hanya menjadi pajangan di laboratorium. Bagaimana hasil riset tersebut mampu memberikan efek atau nilai komersial, memberikan nilai tambah dan pemberdayaan bagi dosen maupun mahasiswa yang terlibat,” ujarnya.

Dengan demikian, kampus diharapkan tidak hanya menghasilkan lulusan yang siap bekerja, tetapi juga menjadi pusat lahirnya inovasi dan pengusaha baru.

Maman juga mengingatkan mahasiswa untuk mempersiapkan diri menghadapi perkembangan teknologi, termasuk kecerdasan artifisial atau artificial intelligence (AI). Menurutnya, perkembangan teknologi akan mengubah model bisnis sekaligus menciptakan jenis pekerjaan dan peluang usaha baru.

“Artinya, tantangan kita ke depan tidak sederhana. Kita harus mulai mengubah cara melihat masa depan dengan bergandengan tangan antara pemerintah, sivitas akademika, dan mahasiswa untuk memberikan bekal menghadapi tantangan global,” katanya.

Dalam kesempatan itu, Maman turut memperkenalkan SAPA UMKM sebagai salah satu terobosan digital Kementerian UMKM. Platform tersebut diarahkan untuk memperluas akses layanan bagi sekitar 57 juta UMKM di Indonesia, termasuk pelatihan, pembiayaan, dan pemasaran.
Maman berharap penguatan inkubasi perguruan tinggi, hilirisasi riset, kemudahan legalitas, pemanfaatan teknologi, serta perluasan akses ekosistem usaha dapat mendorong semakin banyak generasi muda memilih jalur kewirausahaan.

Dengan langkah tersebut, mahasiswa diharapkan tidak hanya menjadi bagian dari angkatan kerja, tetapi juga mampu menjadi pencipta lapangan kerja dan penggerak pertumbuhan ekonomi nasional.

Berita Terkait

Ratu Ira Kembangkan Langit Coffee dan Penginapan, Dorong Potensi UMKM Cianjur
Tubagus Bahrudin Ucapkan Selamat kepada Darma Mangkuluhur sebagai Komisaris Utama HUMI
KAMAKSI Apresiasi Prestasi Bank Jakarta, Dorong Transformasi Digital Beriringan dengan GCG
Pasar Jambu Dua Bogor Sepi Pembeli, Pedagang Harap Pengelola Turun Tangan
Toko Dani Blok Aneka Jaya
Tubagus Bahrudin Sampaikan Selamat kepada Da’i Bachtiar atas Penunjukan sebagai Komisaris Bank Mayapada
Prabowo di KTT BRICS: Pembangunan Berkelanjutan Harus Tangguh Hadapi Bencana
Lyall Gorman Sampaikan Selamat, Tubagus Bahrudin Perkuat Jejaring Dunia Usaha Internasional
Temukan berita-berita terbaru dan terpercaya dari OKJAKARTA.COM di GOOGLE NEWS. Untuk Mengikuti silahkan tekan tanda bintang.

Berita Terkait

Jumat, 9 Oktober 2026 - 22:01 WIB

Ratu Ira Kembangkan Langit Coffee dan Penginapan, Dorong Potensi UMKM Cianjur

Jumat, 9 Oktober 2026 - 19:50 WIB

Tubagus Bahrudin Ucapkan Selamat kepada Darma Mangkuluhur sebagai Komisaris Utama HUMI

Minggu, 4 Oktober 2026 - 20:20 WIB

KAMAKSI Apresiasi Prestasi Bank Jakarta, Dorong Transformasi Digital Beriringan dengan GCG

Kamis, 1 Oktober 2026 - 22:05 WIB

Pasar Jambu Dua Bogor Sepi Pembeli, Pedagang Harap Pengelola Turun Tangan

Selasa, 29 September 2026 - 17:37 WIB

Toko Dani Blok Aneka Jaya

Berita Terbaru