Bukan Sekadar Besukan, Kunjungan Anak di Lapas Cipinang Jadi Ruang Pulihkan Kerinduan

- Jurnalis

Sabtu, 3 Oktober 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tembok tinggi dan jeruji besi tak sepenuhnya mampu membendung kerinduan anak kepada orang tua yang sedang menjalani masa pidana.

Tembok tinggi dan jeruji besi tak sepenuhnya mampu membendung kerinduan anak kepada orang tua yang sedang menjalani masa pidana.

JAKARTA –  Tembok tinggi dan jeruji besi tak sepenuhnya mampu membendung kerinduan anak kepada orang tua yang sedang menjalani masa pidana.

Suasana berbeda terlihat di Lapas Narkotika Kelas IIA Cipinang, Jakarta Timur, Sabtu (3/10/2026). Ruang kunjungan yang biasanya dipenuhi orang dewasa berubah menjadi ruang penuh tawa, pelukan, dan kehangatan keluarga.

Sejumlah anak tampak bermain di fasilitas permainan yang disediakan pihak lapas. Sebagian lainnya duduk bersama ayah mereka. Ada yang memeluk erat, sementara beberapa anak terlihat mendapat elusan kasih sayang dari orang tuanya.

Pemandangan tersebut merupakan bagian dari Program Kunjungan Anak yang digelar Kantor Wilayah Pemasyarakatan Daerah Khusus Jakarta secara serentak di tujuh Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pemasyarakatan di Jakarta.

Program itu memberikan kesempatan kepada warga binaan untuk bertemu anak-anak mereka pada hari libur sekolah. Pemilihan akhir pekan dilakukan agar kunjungan tidak berbenturan dengan kegiatan belajar anak.

Staf KPLP Lapas Narkotika Kelas IIA Cipinang, Andika, mengatakan kunjungan khusus anak dilaksanakan setiap Sabtu atau Minggu pertama pada awal bulan.

“Untuk kunjungan khusus anak ini diadakan setiap Sabtu atau Minggu pertama di awal bulan, satu kali dalam sebulan. Jadi khusus yang membawa anak, baik istrinya maupun ibunya, bisa membawa anak untuk bertemu warga binaan,” ujar Andika.

Menurutnya, pengunjung hanya perlu membawa kartu identitas dan anak yang akan mengikuti kunjungan. Layanan kunjungan berlangsung mulai pukul 08.30 hingga 12.30 WIB.

Proses masuk tetap mengikuti prosedur keamanan lapas. Pengunjung mengambil nomor antrean dan melakukan pendaftaran. Barang bawaan, termasuk makanan, diperiksa menggunakan mesin X-ray, sedangkan pengunjung menjalani pemeriksaan melalui body scanner dan pemeriksaan manual.

Setelah melewati P2U, kartu identitas pengunjung dititipkan dan diganti tanda pengenal berupa kalung pengunjung.
Andika menjelaskan waktu kunjungan dapat disesuaikan dengan kondisi ruang. Jika ruang kunjungan penuh, waktu pertemuan diatur sekitar 20 menit agar seluruh keluarga mendapat kesempatan. Namun, ketika kondisi tidak penuh, waktu kunjungan tidak dibatasi.

“Kalau penuh, sesuai aturan waktunya 20 menit. Kalau tidak penuh, waktunya tidak dibatasi,” jelasnya.

Jadi Ruang Pulihkan Kerinduan
Bagi warga binaan, program tersebut bukan sekadar perubahan jadwal kunjungan. Pertemuan dengan anak menjadi kesempatan untuk menjaga hubungan emosional dengan keluarga.

Salah satu warga binaan, Firmansyah, mengatakan program tersebut sangat membantu orang tua yang memiliki anak usia sekolah.

“Ini sangat membantu orang tua, terutama ayah, untuk melihat anaknya secara langsung. Hari biasa anak-anak sekolah dari pagi sampai sore, sehingga sulit untuk datang. Program ini sangat membantu untuk bertemu keluarga,” kata Firmansyah.
Ia mengaku kehadiran anak-anak menjadi obat bagi kerinduan yang selama ini dirasakan.

“Senang, sangat membantu mengobati kerinduan kita selama ini. Kita juga tidak bisa memaksakan mereka datang setiap hari,” ujarnya.

Hal serupa disampaikan istrinya, Anusa, yang tinggal di kawasan Tegalan, Matraman, Jakarta Timur.

Sebagai ibu dengan tiga anak, Anusa mengaku kesulitan membawa anak-anak berkunjung pada hari biasa karena harus mengurus keluarga dan menyesuaikan jadwal sekolah.

“Saya tidak sering besuk di hari biasa karena harus mengurus anak-anak. Mereka juga pulangnya sore,” tutur Anusa.
“Dengan adanya program ini, saya sangat senang. Anak-anak juga senang diajak besuk ayahnya,” tambahnya.

Anak Tetap Butuh Kehadiran Orang Tua
Warga binaan lainnya, Aji Fadilah, menilai program kunjungan anak membantu warga binaan yang selama ini kesulitan bertemu anak karena aktivitas sekolah.

“Alhamdulillah, ini sangat membantu warga binaan yang jarang bertemu dengan anak. Ada yang anaknya sekolah, ada yang masih kecil. Dengan adanya kunjungan anak ini, mereka bisa bertemu,” kata Aji.

Menurut Aji, pertemuan dengan anak memiliki nilai emosional yang besar. Ia berharap program tersebut dapat terus dilaksanakan untuk menjaga hubungan antara orang tua dan anak.

“Terus terang, tersentuh. Seharusnya di masa kecil, anak dekat dengan orang tua dan dibimbing oleh orang tua. Sekarang kami jauh. Harapan saya, program ini terus ada dan anak-anak bisa semakin baik, termasuk dalam belajar dan sekolahnya,” ujarnya.

Istrinya, Mayang, yang tinggal di Kebon Jeruk, Jakarta Barat, juga menyambut baik program tersebut.

“Senang, sangat membantu anak-anak bertemu papahnya, apalagi di hari libur. Kalau hari biasa mereka sekolah. Jadi sangat membantu kami,” kata Mayang.
Program kunjungan anak tersebut tidak dipungut biaya bagi pengunjung maupun warga binaan.

Kegiatan ini memperlihatkan bahwa pembinaan di lingkungan pemasyarakatan tidak hanya berkaitan dengan keamanan dan pelaksanaan pidana, tetapi juga menjaga hubungan sosial dan keluarga warga binaan.

Bagi anak, pertemuan singkat dengan ayahnya dapat menjadi momen penting di tengah keterpisahan akibat proses hukum.
Program Kunjungan Anak di Lapas Narkotika Kelas IIA Cipinang pun menjadi ruang bagi keluarga untuk kembali bertemu, berbicara, dan mempertahankan ikatan emosional meski terpisah oleh tembok pemasyarakatan.

Berita Terkait

Berjuang Menuntut Pesangon, Buruh Perempuan Ditangkap dan Ditahan di Polsek Kalideres
Suwito Laporkan Dugaan Transaksi Tak Sah, Rp273 Juta Berpindah ke Rekening MNC Bank
Dugaan Ancaman terhadap Pelapor Kasus Pencurian, Didi Lawyer Minta Polres Sampang Beri Perlindungan
DePA-RI Soroti Pentingnya Integritas Penegak Hukum dalam RUU Perampasan Aset
PIPAS Bawa Karya Warga Binaan ke Kriyanusa 2026, Bidik Pasar Nasional hingga Mendunia
BARA JP Soroti Finalitas Putusan MK dalam Permohonan PHPU 2026
PT MBM Ajukan Hak Jawab, Ungkap Kronologi Sengketa SHM 5/Lemo
Ruang Kerja Disulap Jadi Karaoke, Sekdis Dishub Sukabumi Tersangka Pelecehan 3 Siswi PKL
Temukan berita-berita terbaru dan terpercaya dari OKJAKARTA.COM di GOOGLE NEWS. Untuk Mengikuti silahkan tekan tanda bintang.

Berita Terkait

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 19:25 WIB

Bukan Sekadar Besukan, Kunjungan Anak di Lapas Cipinang Jadi Ruang Pulihkan Kerinduan

Rabu, 30 September 2026 - 15:10 WIB

Berjuang Menuntut Pesangon, Buruh Perempuan Ditangkap dan Ditahan di Polsek Kalideres

Rabu, 30 September 2026 - 14:58 WIB

Suwito Laporkan Dugaan Transaksi Tak Sah, Rp273 Juta Berpindah ke Rekening MNC Bank

Rabu, 30 September 2026 - 12:42 WIB

Dugaan Ancaman terhadap Pelapor Kasus Pencurian, Didi Lawyer Minta Polres Sampang Beri Perlindungan

Selasa, 29 September 2026 - 17:07 WIB

DePA-RI Soroti Pentingnya Integritas Penegak Hukum dalam RUU Perampasan Aset

Berita Terbaru

Foto: Wali Kota Administrasi Jakarta Timur Munjirin bersama warga memanen singkong di lingkungan RW 09, Jalan Radar Utara, Pangkalan Jati, Kelurahan Cipinang Melayu, Kecamatan Makasar, Jakarta Timur, Jumat (2/10/2026).

Wali Kota Jakarta Pusat

Panen Singkong dan Petai, Munjirin Dorong Ketahanan Pangan dari Lingkungan Warga

Jumat, 2 Okt 2026 - 23:59 WIB