Diplomasi Kekayaan Intelektual Diperkuat, Indonesia Bidik Perlindungan Global Produk Unggulan

- Jurnalis

Rabu, 25 Maret 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: Ilustrasi Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI). (Dok-Istimewa)

Foto: Ilustrasi Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI). (Dok-Istimewa)

JAKARTA – Di tengah ketatnya kompetisi pasar global, pemerintah Indonesia memperkuat strategi pelindungan kekayaan intelektual (KI) sebagai fondasi menjaga daya saing produk nasional. Upaya ini tidak hanya dilakukan di dalam negeri, tetapi juga diperluas melalui peran aktif perwakilan Republik Indonesia di luar negeri yang kini diposisikan sebagai ujung tombak diplomasi ekonomi berbasis KI.

Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual (DJKI) Kementerian Hukum menegaskan bahwa sinergi lintas kementerian dan lembaga, khususnya dengan Kementerian Luar Negeri serta Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI), menjadi kunci dalam memastikan produk-produk unggulan Indonesia tidak hanya dikenal secara global, tetapi juga memperoleh perlindungan hukum yang memadai di negara tujuan ekspor.

Direktur Jenderal Kekayaan Intelektual, Hermansyah Siregar, menyatakan bahwa para duta besar memiliki posisi strategis sebagai penghubung antara kepentingan nasional dan sistem hukum internasional di bidang KI. Menurutnya, diplomasi yang terarah mampu memperkuat posisi tawar Indonesia dalam melindungi aset intelektual di berbagai yurisdiksi.

“Perwakilan RI di luar negeri berperan penting dalam memperluas jangkauan pelindungan kekayaan intelektual Indonesia. Melalui diplomasi yang terstruktur, produk nasional tidak hanya dikenal luas, tetapi juga terlindungi secara hukum di negara mitra,” ujar Hermansyah, Rabu (25/3/2026).

Melalui berbagai forum internasional, pameran dagang, serta promosi budaya, Indonesia активно memperkenalkan produk berbasis KI, termasuk indikasi geografis seperti kopi, batik, dan komoditas khas daerah lainnya. Langkah ini dinilai strategis untuk memperkuat identitas sekaligus nilai ekonomi produk Indonesia di pasar global.

Di sisi lain, KBRI juga memainkan peran sebagai pusat informasi dan fasilitator komunikasi antara DJKI dengan pemangku kepentingan di luar negeri. Fungsi ini memungkinkan respons yang lebih cepat terhadap potensi sengketa, pelanggaran, maupun dinamika regulasi KI di berbagai negara.

Direktur Kerja Sama, Pemberdayaan, dan Edukasi DJKI, Yasmon, menambahkan bahwa kerja sama internasional yang dijalin tidak hanya membuka peluang pasar baru, tetapi juga menjadi instrumen mitigasi risiko terhadap potensi penyalahgunaan kekayaan intelektual Indonesia oleh pihak asing.

“Koordinasi yang solid antara DJKI dan perwakilan RI di luar negeri memastikan setiap perkembangan kebijakan global dapat diantisipasi dengan tepat, tanpa mengabaikan kepentingan nasional,” kata Yasmon.

Secara konkret, DJKI bersama Perutusan Tetap Republik Indonesia (PTRI) di Jenewa terus aktif berpartisipasi dalam berbagai forum global, termasuk sidang Majelis Umum World Intellectual Property Organization (WIPO). Keterlibatan ini menjadi bagian dari strategi diplomasi multilateral Indonesia untuk memperjuangkan kepentingan nasional di tingkat internasional.

Namun demikian, upaya pelindungan KI di pasar global masih menghadapi sejumlah tantangan. Prinsip teritorial yang mengharuskan pendaftaran di masing-masing negara, perbedaan sistem hukum, hingga rendahnya pemahaman pelaku usaha, terutama dari sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) menjadi kendala yang perlu diatasi secara sistematis.

Sebagai langkah preventif, DJKI mengimbau pelaku usaha, inventor, dan komunitas kreatif untuk lebih proaktif dalam melindungi aset KI mereka.

Pendaftaran melalui skema internasional seperti Madrid System untuk merek dan Patent Cooperation Treaty (PCT) untuk paten dinilai sebagai langkah strategis dalam menembus pasar global.

Pemerintah menegaskan bahwa pelindungan kekayaan intelektual bukan semata aspek hukum, melainkan juga instrumen ekonomi yang mampu menciptakan nilai tambah signifikan.

Dengan penguatan diplomasi KI serta sinergi antara pemerintah, perwakilan RI di luar negeri, dan pelaku usaha, Indonesia optimistis dapat menjadikan kekayaan intelektual sebagai motor penggerak pertumbuhan ekonomi nasional yang berkelanjutan dan berdaya saing tinggi.

Reporter: Fahmy Nurdin

Editor: Fahmy Nurdin

Berita Terkait

PT Palma Global Indonesia Teken Kerja Sama Investasi dengan Kadin Qatar Senilai Rp15 Triliun
Lindungi Hak Cipta Jurnalistik di Era AI, Tiga Negara Soroti Lisensi dan Kompensasi Konten Berita
Lyall Gorman Sampaikan Selamat, Tubagus Bahrudin Perkuat Jejaring Dunia Usaha Internasional
Sheikh Abdullah Kamel Ucapkan Selamat, Tubagus Bahrudin Pimpin Persatuan Pengusaha Ekspor dan Importir Indonesia
Sheikh Khalifa bin Jassim Al Thani Ucapankan Selamat kepada Tubagus Bahrudin sebagai Ketua Dewan Pertimbangan Gabungan Pengusaha
Habib Syakur Pertanyakan Alasan Pemerintah Indonesia Tak Hadiri Pemakaman Ayatollah Ali Khamenei
SAIC Motor Cetak Sejarah, Jadi Produsen Otomotif China Pertama yang Tembus 100 Juta Unit Produksi dan Penjualan
Wakapolri Perkuat Sinergi dengan Otoritas Keamanan Arab Saudi, Perlindungan Jemaah Haji Indonesia Jadi Fokus Utama
Temukan berita-berita terbaru dan terpercaya dari OKJAKARTA.COM di GOOGLE NEWS. Untuk Mengikuti silahkan tekan tanda bintang.

Berita Terkait

Senin, 12 Oktober 2026 - 21:00 WIB

PT Palma Global Indonesia Teken Kerja Sama Investasi dengan Kadin Qatar Senilai Rp15 Triliun

Minggu, 11 Oktober 2026 - 22:41 WIB

Lindungi Hak Cipta Jurnalistik di Era AI, Tiga Negara Soroti Lisensi dan Kompensasi Konten Berita

Jumat, 18 September 2026 - 11:14 WIB

Lyall Gorman Sampaikan Selamat, Tubagus Bahrudin Perkuat Jejaring Dunia Usaha Internasional

Kamis, 17 September 2026 - 17:40 WIB

Sheikh Abdullah Kamel Ucapkan Selamat, Tubagus Bahrudin Pimpin Persatuan Pengusaha Ekspor dan Importir Indonesia

Rabu, 9 September 2026 - 20:11 WIB

Sheikh Khalifa bin Jassim Al Thani Ucapankan Selamat kepada Tubagus Bahrudin sebagai Ketua Dewan Pertimbangan Gabungan Pengusaha

Berita Terbaru