JAKARTA – Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Arab Saudi, Sheikh Abdullah Kamel, menyampaikan ucapan selamat kepada Prof. Dr. H. Tubagus Bahrudin, S.E., M.M., atas amanah yang diembannya sebagai Ketua Umum Pengurus Besar Persatuan Pengusaha Ekspor dan Importir Indonesia.
Informasi tersebut disampaikan oleh Tubagus Bahrudin di Jakarta, Kamis (17/9/2026).
Menurut keterangan Tubagus Bahrudin, ucapan selamat dari Sheikh Abdullah Kamel menjadi bagian dari komunikasi yang berlangsung dalam konteks hubungan dunia usaha antara Indonesia dan Arab Saudi.
Tubagus Bahrudin mengatakan, perhatian dari kalangan dunia usaha Arab Saudi tersebut menjadi dorongan untuk memperkuat hubungan dan komunikasi antarpelaku usaha kedua negara.
Dalam kapasitasnya sebagai Ketua Umum Pengurus Besar Persatuan Pengusaha Ekspor dan Importir Indonesia, Tubagus Bahrudin memiliki tanggung jawab untuk mendorong penguatan jejaring organisasi serta membuka ruang kerja sama yang lebih luas bagi para pengusaha Indonesia, khususnya di sektor ekspor dan impor.
Hubungan perdagangan Indonesia dan Arab Saudi sendiri memiliki peluang untuk terus dikembangkan melalui peningkatan kerja sama bisnis, perdagangan, investasi, serta kemitraan antarpelaku usaha.
Ucapan selamat tersebut, berdasarkan keterangan Tubagus Bahrudin, diharapkan dapat menjadi momentum untuk membangun komunikasi yang lebih intensif antara komunitas pengusaha Indonesia dengan mitra usaha di Arab Saudi.
Bagi dunia usaha Indonesia, penguatan jejaring internasional menjadi salah satu aspek penting dalam memperluas akses pasar dan meningkatkan peluang kerja sama ekonomi. Karena itu, komunikasi dengan komunitas bisnis di negara-negara mitra dagang strategis dapat menjadi bagian dari upaya memperkuat konektivitas perdagangan Indonesia dengan pasar global.
Tubagus Bahrudin juga diharapkan dapat memanfaatkan amanah kepemimpinannya untuk memperkuat konsolidasi organisasi dan memperjuangkan kepentingan para pengusaha ekspor dan importir melalui kerja sama yang konstruktif dengan berbagai pihak.
Dengan demikian, komunikasi tersebut lebih tepat dipandang sebagai bagian dari hubungan dan jejaring dunia usaha yang berpotensi dikembangkan lebih lanjut melalui agenda kerja sama yang konkret dan terukur.
Ke depan, hubungan tersebut dapat diarahkan pada penjajakan peluang perdagangan, investasi, promosi produk Indonesia, serta penguatan jaringan pengusaha kedua negara, sepanjang terdapat kesepakatan resmi dari para pihak.
Editor: Fahmy Nurdin




































