Pramono Anung Resmikan Markas Baru PMI DKI, Layanan Kemanusiaan Siaga 24 Jam

- Jurnalis

Kamis, 17 September 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: Ketua Umum Palang Merah Indonesia (PMI) Jusuf Kalla (JK) berbincang bersama jajaran pengurus PMI usai meresmikan gedung baru Markas PMI DKI Jakarta dan Unit Donor Darah (UDD) PMI di Jalan Kramat Raya, Jakarta Pusat, Kamis (17/9/2026).

Foto: Ketua Umum Palang Merah Indonesia (PMI) Jusuf Kalla (JK) berbincang bersama jajaran pengurus PMI usai meresmikan gedung baru Markas PMI DKI Jakarta dan Unit Donor Darah (UDD) PMI di Jalan Kramat Raya, Jakarta Pusat, Kamis (17/9/2026).

JAKARTA – Ketua Umum Palang Merah Indonesia (PMI) Jusuf Kalla (JK) hadiri peresmian gedung baru Markas PMI DKI Jakarta dan Unit Donor Darah (UDD) PMI di Jalan Kramat Raya, Jakarta Pusat, pada Kamis (17/9/2026).

Peresmian ini menjadi momentum penting bagi penguatan pelayanan kemanusiaan di DKI Jakarta. Gedung baru yang lebih representatif diharapkan mampu meningkatkan kualitas pelayanan, baik dalam penyediaan darah maupun dalam kesiapsiagaan penanganan bencana di ibu kota.

Dalam sambutannya, JK menyampaikan apresiasi dan terima kasih yang mendalam kepada Pemerintah Provinsi DKI Jakarta yang telah mendukung penuh pembangunan gedung tersebut dari awal hingga akhir.

JK menyebut pembangunan fasilitas ini melalui proses yang cukup panjang selama beberapa tahun, hingga akhirnya dapat diselesaikan dan siap difungsikan untuk kepentingan masyarakat luas.

JK juga menekankan filosofi penting yang membedakan PMI dengan institusi lainnya. Menurutnya, PMI tidak mengenal istilah kantor.

“PMI itu tidak punya kantor, semuanya markas. Apa itu markas? Berbeda dengan kantor. Karena kantor itu orang bekerja. Kalau markas, seperti tentara, polisi. Jadi boleh menghubungi PMI dan UDD, jam berapa pun bisa dihubungi,” ujar JK di hadapan para pengurus dan tamu undangan.

Penegasan tersebut, lanjut JK, mencerminkan prinsip kesiapsiagaan PMI yang harus selalu siap bergerak kapan pun masyarakat membutuhkan bantuan, tanpa mengenal hari libur dan jam kerja.

*Kebutuhan Darah Jakarta Tembus 1.200 Kantong Per Hari*

Lebih lanjut, JK memaparkan besarnya tantangan pelayanan darah yang dihadapi PMI DKI Jakarta setiap harinya. Ia mengungkapkan bahwa UDD PMI DKI harus mengumpulkan darah sebanyak 1.000 hingga 1.200 kantong per hari untuk memenuhi kebutuhan rumah sakit.

Jumlah tersebut dikumpulkan tidak hanya dari UDD pusat di Kramat Raya, tetapi juga dari sejumlah unit donor darah lainnya yang tersebar di seluruh wilayah Jakarta.

Menariknya, kebutuhan darah yang sangat besar tersebut tidak hanya untuk melayani warga DKI Jakarta. Sebagai pusat layanan kesehatan rujukan nasional, rumah sakit-rumah sakit di Jakarta menjadi tujuan berobat pasien dari berbagai penjuru Tanah Air.

“Yang berobat ke rumah sakit di Jakarta datang dari seluruh Indonesia. Jadi yang diberikan transfusi darah dari tempat ini bukan hanya penduduk DKI. Dari Jawa Barat, dari Sulawesi, dari Sumatera datang ke sini untuk pengobatan, untuk operasi,” jelas JK.

Oleh karena itu, ia menilai ketersediaan darah yang aman dan cukup merupakan fungsi kemanusiaan yang sangat krusial, karena satu kantong darah dapat menyelamatkan nyawa pasien yang membutuhkan transfusi untuk operasi dan berbagai tindakan medis lainnya.

*Dorong Donor Sukarela dan Hilirisasi Plasma*

Pada kesempatan itu, JK juga menekankan pentingnya budaya donor darah sukarela. Ia menyebut para pendonor rutin adalah pahlawan kemanusiaan yang menjadi penopang utama ketersediaan stok darah nasional.

Selain itu, JK menyoroti masa depan industri pengolahan darah di Indonesia. Ia mendorong agar Indonesia mampu mengembangkan industri pengolahan darah secara mandiri, mulai dari produksi kantong darah hingga pemanfaatan plasma darah.

Menurutnya, selama ini komponen plasma darah belum dimanfaatkan secara optimal dan seringkali terbuang. Padahal, plasma memiliki nilai medis yang sangat tinggi karena dapat difraksinasi atau diolah menjadi berbagai produk obat-obatan penting yang selama ini masih harus diimpor dari luar negeri.

“Karena selama ini plasma dibuang. Maka difraksinasi menjadi obat,” kata JK.

JK berharap dengan pengembangan industri pengolahan plasma di dalam negeri, Indonesia dapat mengurangi ketergantungan terhadap produk impor, menghemat devisa negara, serta meningkatkan nilai tambah dan pemanfaatan setiap tetes darah yang telah didonorkan oleh masyarakat dengan penuh keikhlasan.

M.Chaer

Berita Terkait

Seluruh Penjuru Negeri Dukung Tubagus Bahrudin jadi Kandidat Wakil Presiden Gantikan Gibran 
Deolipa Yumara Apresiasi Langkah Bareskrim, Tegaskan Tak Ada Perwira Tinggi yang Kebal Hukum
Dugaan Pelecehan Seret Nama Menag Nasaruddin Umar
Diduga Gunakan Merek KOMPAS Tanpa Hak: Empat Situs Terancam Ditutup, Ini Daftarnya
Negara Hadir Lindungi Aset Keagamaan, Kejari dan BPN Purbalingga Pastikan Legalitas Tanah Gereja HKBP Bukateja
Polri dan PBNU teken MoU, Sepakat Jaga Kamtibmas Bersama Lindungi Generasi Muda
Eksklusif Podcast EdShareOn: Greenpeace Bongkar Fakta Mengejutkan Sumber Asap Baru Karhutla Indonesia
Bupati dan Sekda Absen dalam RDPU, Pemuda Pertanyakan Masa Depan Gunung Tampomas
Temukan berita-berita terbaru dan terpercaya dari OKJAKARTA.COM di GOOGLE NEWS. Untuk Mengikuti silahkan tekan tanda bintang.

Berita Terkait

Rabu, 4 November 2026 - 16:19 WIB

Seluruh Penjuru Negeri Dukung Tubagus Bahrudin jadi Kandidat Wakil Presiden Gantikan Gibran 

Rabu, 4 November 2026 - 03:22 WIB

Deolipa Yumara Apresiasi Langkah Bareskrim, Tegaskan Tak Ada Perwira Tinggi yang Kebal Hukum

Selasa, 3 November 2026 - 21:25 WIB

Dugaan Pelecehan Seret Nama Menag Nasaruddin Umar

Jumat, 30 Oktober 2026 - 21:43 WIB

Diduga Gunakan Merek KOMPAS Tanpa Hak: Empat Situs Terancam Ditutup, Ini Daftarnya

Jumat, 30 Oktober 2026 - 15:34 WIB

Negara Hadir Lindungi Aset Keagamaan, Kejari dan BPN Purbalingga Pastikan Legalitas Tanah Gereja HKBP Bukateja

Berita Terbaru