Herry Dahana Ingatkan Pemimpin, Kekuasaan Tanpa Integritas Kehilangan Makna

- Jurnalis

Jumat, 30 Oktober 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: Irjen Pol (Purn) Heribertus Dahana Resmiwara atau Herry Dahana menyampaikan pesan reflektif tentang makna kepemimpinan. Menurutnya, strategi menjadi bagian penting dalam meraih kemenangan, tetapi integritas, komitmen, dan keteladanan merupakan fondasi utama untuk menjaga kepercayaan serta kehormatan seorang pemimpin. Jabatan bisa berganti, namun kehormatan akan melekat melalui sikap dan tindakan. Jakarta, Jumat (30/10/2026).

Foto: Irjen Pol (Purn) Heribertus Dahana Resmiwara atau Herry Dahana menyampaikan pesan reflektif tentang makna kepemimpinan. Menurutnya, strategi menjadi bagian penting dalam meraih kemenangan, tetapi integritas, komitmen, dan keteladanan merupakan fondasi utama untuk menjaga kepercayaan serta kehormatan seorang pemimpin. Jabatan bisa berganti, namun kehormatan akan melekat melalui sikap dan tindakan. Jakarta, Jumat (30/10/2026).

JAKARTA – Jabatan dan kekuasaan bukanlah ukuran utama kehormatan seorang pemimpin. Kejujuran, integritas, komitmen, serta keteladanan justru menjadi fondasi yang menentukan apakah seorang pemimpin benar-benar layak mendapatkan kepercayaan dan penghormatan masyarakat.

Pandangan tersebut disampaikan Irjen Pol (Purn) Heribertus Dahana Resmiwara atau Herry Dahana, praktisi hukum sekaligus mantan Deputi Politik dan Strategi Dewan Ketahanan Nasional (Wantannas) RI tahun 2022, dalam refleksinya mengenai integritas dan tanggung jawab kepemimpinan.

Menurut Herry, strategi memang menentukan arah dan langkah dalam setiap perjuangan. Namun, strategi tanpa integritas hanya akan kehilangan makna karena kepemimpinan tidak semata-mata diukur dari kemampuan memenangkan persaingan atau mempertahankan kekuasaan.

“Dalam setiap perjuangan, strategi menentukan langkah. Namun, integritas menentukan kehormatan,” demikian pesan Herry, Jumat (30/10/2026).

Ia menekankan, kejujuran merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari integritas seorang pemimpin. Kejujuran bukan sekadar nilai moral yang disampaikan dalam pidato, melainkan karakter yang harus tercermin secara konsisten dalam perkataan, sikap, keputusan, dan tindakan.

Herry menjelaskan, kejujuran melahirkan kepercayaan. Dari kepercayaan itulah tumbuh dukungan publik yang menjadi salah satu kekuatan penting dalam menjalankan kepemimpinan.

Karena itu, dukungan masyarakat tidak bisa sekadar dituntut, apalagi dipaksakan. Kepercayaan publik harus diperjuangkan melalui konsistensi, keterbukaan, kejujuran, dan bukti nyata dalam menjalankan tanggung jawab.

Dalam pandangannya, seorang pemimpin tidak cukup hanya memiliki jabatan, kewenangan, dan kemampuan menyusun strategi. Ia juga harus mampu membangun keyakinan masyarakat bahwa setiap keputusan yang diambil berlandaskan tanggung jawab dan kepentingan bersama.

Herry juga mengingatkan bahwa ujian integritas justru muncul ketika seorang pemimpin menghadapi tekanan, benturan kepentingan, maupun godaan kekuasaan. Dalam situasi seperti itu, karakter dan prinsip moral menjadi penentu apakah seseorang tetap mampu menjaga kehormatannya.

“Kemenangan terbesar seorang pemimpin bukanlah ketika ia berhasil mengalahkan lawan atau menguasai keadaan, melainkan ketika ia tetap mampu menjaga kehormatan dan integritas dirinya,” tegasnya.

Ia menambahkan, kepemimpinan sejati bukan sekadar persoalan posisi, pengaruh, dan kekuasaan. Lebih dari itu, kepemimpinan merupakan cerminan karakter, tanggung jawab, serta keteladanan yang ditunjukkan kepada masyarakat.

Pada akhirnya, jabatan bisa berakhir, kekuasaan dapat berganti, dan dukungan publik bisa berubah. Namun, kejujuran, integritas, dan kehormatan akan menjadi warisan yang menentukan bagaimana seorang pemimpin dikenang.

Pesan Herry tersebut menjadi refleksi bahwa keberhasilan seorang pemimpin tidak hanya ditentukan oleh seberapa tinggi jabatan yang berhasil diraih, tetapi juga oleh seberapa kuat ia mempertahankan prinsip dan kepercayaan yang telah diberikan kepadanya.

(Helmi AR)

Berita Terkait

TNI AL dan Kelurahan Pulau Untung Jawa Bersinergi Hijaukan Kawasan Pesisir
Kodaeral IV Kobarkan Semangat Persatuan dan Nasionalisme di Hari Sumpah Pemuda
Polda Metro Jaya, TNI dan Pemprov DKI Perkuat Sinergi Kawal Aspirasi pada Hari Sumpah Pemuda
Cegah Api Meluas, TNI AL dan Warga Bersinergi Padamkan Kebakaran Lahan di Batam
Polres Lhokseumawe Ungkap Sindikat Curanmor, 11 Orang Jadi Tersangka
Kardinal Suharyo Ingatkan Prajurit TNI-Polri, Pengabdian Harus Dilandasi Kasih dan Keadilan
Danrem Erwin Agung Lanjutkan Fondasi Kepemimpinan Untoro di Madiun
Membaca Jejak Letjen TNI Kristomei Sianturi, Kepala BNPB – Pulang Merawat Kepercayaan
Temukan berita-berita terbaru dan terpercaya dari OKJAKARTA.COM di GOOGLE NEWS. Untuk Mengikuti silahkan tekan tanda bintang.

Berita Terkait

Jumat, 30 Oktober 2026 - 17:58 WIB

Herry Dahana Ingatkan Pemimpin, Kekuasaan Tanpa Integritas Kehilangan Makna

Kamis, 29 Oktober 2026 - 12:26 WIB

TNI AL dan Kelurahan Pulau Untung Jawa Bersinergi Hijaukan Kawasan Pesisir

Kamis, 29 Oktober 2026 - 12:05 WIB

Kodaeral IV Kobarkan Semangat Persatuan dan Nasionalisme di Hari Sumpah Pemuda

Selasa, 27 Oktober 2026 - 21:45 WIB

Polda Metro Jaya, TNI dan Pemprov DKI Perkuat Sinergi Kawal Aspirasi pada Hari Sumpah Pemuda

Selasa, 27 Oktober 2026 - 21:22 WIB

Cegah Api Meluas, TNI AL dan Warga Bersinergi Padamkan Kebakaran Lahan di Batam

Berita Terbaru

Foto: Wali Kota Administrasi Jakarta Pusat, Arifin, menyerahkan ijazah kepada salah satu penerima manfaat dalam kegiatan Pemutihan Ijazah Tahap II Tahun 2026 di Ruang Serbaguna Utama Kantor Wali Kota Jakarta Pusat, Kamis (29/10/2026).

Wali Kota Jakarta Pusat

Arifin: Jangan Biarkan Masa Depan Warga Terhenti karena Ijazah Tertahan

Jumat, 30 Okt 2026 - 16:55 WIB