Di Teras 5 Gunung Padang, Kerlip Kunang-Kunang Iringi Doa dan Refleksi PWI Jaya

- Jurnalis

Rabu, 4 November 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: Ketua PWI Jaya Kesit B. Handoyo bersama Brigjen TNI Cosmas Danga Manukallo mengikuti refleksi spiritual di antara bebatuan megalitikum Teras 5 Gunung Padang, Cianjur, Jawa Barat, Selasa (3/11/2026).

Foto: Ketua PWI Jaya Kesit B. Handoyo bersama Brigjen TNI Cosmas Danga Manukallo mengikuti refleksi spiritual di antara bebatuan megalitikum Teras 5 Gunung Padang, Cianjur, Jawa Barat, Selasa (3/11/2026).

CIANJUR – Senja perlahan turun di kawasan situs megalitikum Gunung Padang, Selasa (3/11/2026). Di antara bebatuan purba yang berdiri kokoh di Teras 5, puluhan wartawan, prajurit TNI, dan komunitas pencinta Gunung Padang berkumpul dalam suasana hening. Mereka datang bukan sekadar menikmati keindahan situs bersejarah, melainkan memperingati Hari Kerohanian Nasional melalui doa, refleksi, dan ungkapan syukur kepada Sang Pencipta.

Ada pemandangan yang membuat malam itu terasa istimewa. Ketika refleksi Hari Kerohanian Nasional dipimpin Bendahara PWI Jaya, Dar Edi Yoga, ratusan kunang-kunang tampak berkelip di sekitar Teras 5. Cahaya kecil yang muncul di antara pepohonan dan bebatuan purba seolah menjadi hiasan alami yang menyertai suasana perenungan.

Bagi peserta yang menyaksikannya, kehadiran kunang-kunang tersebut menjadi pengalaman yang mengesankan. Di tengah keheningan alam, kerlip cahaya itu menghadirkan nuansa magis dan mengingatkan bahwa keindahan ciptaan Tuhan sering hadir melalui hal-hal sederhana.

Rombongan PWI Jaya dipimpin Ketua Kesit B. Handoyo, didampingi Wakil Ketua Bidang Kerja Sama Tubagus Adhi, Sekretaris Arman Suparman, serta Bendahara Dar Edi Yoga. Hadir pula puluhan wartawan dan sejumlah anggota komunitas pencinta Gunung Padang.

Di antara rombongan terdapat undangan istimewa, Brigjen TNI Cosmas Danga Manukallo. Menariknya, bagi Kesit maupun Cosmas, kunjungan tersebut merupakan pengalaman pertama menapaki situs megalitikum yang berada di Kabupaten Cianjur, Jawa Barat.

Perjalanan menuju kawasan punden berundak dilakukan dengan menapaki tangga demi tangga, melewati Teras 1 hingga Teras 5. Rombongan didampingi Kepala Juru Pelihara Gunung Padang, Nanang Sukmana, serta praktisi spiritual Cahaya Adi Wibowo.

Di Teras 5, Dar Edi Yoga memimpin refleksi Hari Kerohanian Nasional. Ia mengajak seluruh peserta berhenti sejenak dari kesibukan, membuka hati, dan menyadari bahwa kehidupan bukan semata-mata tentang jabatan, kekuasaan, maupun pencapaian duniawi.

Kerohanian merupakan perjalanan manusia untuk mengenali dirinya, memperbaiki hubungan dengan sesama, serta mendekatkan diri kepada Tuhan. Perbedaan keyakinan bukan alasan untuk saling menjauh, melainkan kesempatan untuk belajar menghormati dan mengasihi.

Suasana alam turut memberikan pengalaman tersendiri. Awan mendung sempat menyelimuti kawasan Gunung Padang dan rintik hujan sempat turun. Namun, hujan berhenti ketika prosesi perjalanan dan refleksi berlangsung dari Teras 1 hingga Teras 5.

Ketua PWI Jaya, Kesit B. Handoyo, yang baru pertama kali mengunjungi Gunung Padang, mengaku mendapatkan pengalaman yang memberikan ruang untuk merenung.

“Di tempat ini, kita belajar untuk sejenak melepaskan kesibukan sehari-hari. Kita memberi ruang bagi hati untuk bersyukur, bagi pikiran untuk merenung, dan bagi jiwa untuk menemukan kembali ketenangan,” ungkap Kesit.

Menurutnya, peringatan Hari Kerohanian Nasional mengingatkan, bahwa kehidupan tidak hanya berkaitan dengan apa yang berhasil dicapai, tetapi juga bagaimana manusia memaknai kehidupannya.

Kerohanian mengajak setiap orang mengenali nilai-nilai luhur dalam diri, menghormati perbedaan, menjaga keharmonisan, dan membangun hubungan baik dengan sesama.

Sementara itu, Brigjen TNI Cosmas Danga Manukallo mengapresiasi kegiatan tersebut. Menurutnya, kegiatan lintas komunitas seperti ini patut didukung, terlebih karena membawa pesan persatuan dan kepedulian terhadap bangsa.

Cosmas berharap doa bersama menjadi bagian dari ikhtiar batin agar Indonesia senantiasa dijauhkan dari bencana, perpecahan, serta berbagai persoalan yang dapat mengganggu persatuan dan kesatuan bangsa.

Bagi jenderal bintang satu ini, kebersamaan dalam doa menjadi pengingat bahwa menjaga Indonesia bukan hanya melalui pengabdian dan tugas formal, tetapi juga melalui kepedulian, persaudaraan, dan semangat saling menghormati.

Usai rangkaian refleksi di kawasan situs, rombongan melanjutkan kebersamaan di rumah Nanang Sukmana, Kepala Juru Pelihara Gunung Padang.

Di rumah tersebut, praktisi spiritual Cahaya Adi Wibowo memimpin doa syukur dalam bahasa bumi. Doa itu menjadi ungkapan terima kasih atas kehidupan, alam, dan kesempatan untuk berkumpul dalam persaudaraan.

Suasana kekeluargaan semakin terasa ketika seluruh peserta menikmati santap bersama. Seekor domba putih diolah menjadi sate dan sop untuk disantap bersama. Hidangan tersebut menjadi bagian dari kebersamaan yang mempertemukan wartawan, prajurit TNI, dan komunitas pencinta Gunung Padang tanpa sekat jabatan maupun latar belakang.

Malam itu, Gunung Padang meninggalkan kenangan tersendiri. Ada perjalanan menapaki tangga-tangga batu, refleksi di Teras 5, kerlip ratusan kunang-kunang, doa syukur dalam bahasa bumi, hingga santap bersama dalam suasana kekeluargaan.

(Helmi AR)

Berita Terkait

Rencana Geothermal di Gunung Tampomas Disorot, Warga Sumedang Khawatir Mata Air dan Warisan Budaya Terancam
Museum Bahasa Nasional Dibangun, Kodaeral IV Tegaskan Dukungan Pelestarian Budaya
HUT ke-81 RI, Ronny Tanuwijaya: Kemerdekaan Harus Dirasakan Seluruh Rakyat
81 Tahun Indonesia Merdeka, Andy Java Hidupkan Kembali Kisah Perjuangan Sang Ayah
Mendur Bersaudara Abadikan Sejarah Indonesia, Kini Warisannya Terancam Dimakan Rayap
Denok dan Audrey Ikut Merayakan Ultah Bebeck yang Genap 10 Tahun
Temukan berita-berita terbaru dan terpercaya dari OKJAKARTA.COM di GOOGLE NEWS. Untuk Mengikuti silahkan tekan tanda bintang.

Berita Terkait

Rabu, 4 November 2026 - 18:50 WIB

Di Teras 5 Gunung Padang, Kerlip Kunang-Kunang Iringi Doa dan Refleksi PWI Jaya

Selasa, 20 Oktober 2026 - 12:06 WIB

Rencana Geothermal di Gunung Tampomas Disorot, Warga Sumedang Khawatir Mata Air dan Warisan Budaya Terancam

Jumat, 25 September 2026 - 13:29 WIB

Museum Bahasa Nasional Dibangun, Kodaeral IV Tegaskan Dukungan Pelestarian Budaya

Rabu, 19 Agustus 2026 - 14:47 WIB

HUT ke-81 RI, Ronny Tanuwijaya: Kemerdekaan Harus Dirasakan Seluruh Rakyat

Senin, 17 Agustus 2026 - 12:10 WIB

81 Tahun Indonesia Merdeka, Andy Java Hidupkan Kembali Kisah Perjuangan Sang Ayah

Berita Terbaru