Edisyahputra dan MaPAN FC Massalkan Sepak Bola Lewat “Satu Anak Satu Bola”

- Jurnalis

Sabtu, 7 Februari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: Seorang pemerhati sepak bola berpose dalam sebuah potret. Ia menilai gerakan “Satu Anak Satu Bola” sebagai contoh konkret pembangunan sepak bola dari akar rumput yang menekankan pemerataan akses, nilai sportivitas, dan pembinaan karakter anak sejak usia dini.

Foto: Seorang pemerhati sepak bola berpose dalam sebuah potret. Ia menilai gerakan “Satu Anak Satu Bola” sebagai contoh konkret pembangunan sepak bola dari akar rumput yang menekankan pemerataan akses, nilai sportivitas, dan pembinaan karakter anak sejak usia dini.

JAKARTA – Mimpi membangun sepak bola Indonesia dari level paling dasar kerap terdengar klise. Diskusi panjang soal pembinaan usia dini acap berhenti di ruang obrolan dan wacana. Namun, Edisyahputra memilih jalur berbeda: bekerja dalam senyap, membagi bola, satu demi satu, langsung ke tangan anak-anak.

Lewat gerakan bertajuk Satu Anak Satu Bola, Edisyah telah mendistribusikan sedikitnya 3.000 bola sepak secara gratis kepada 3.000 anak di wilayah Jabodetabek, sejumlah kota di Jawa Barat dan Jawa Timur, hingga Banda Aceh dan Papua. Sebuah kerja sosial yang tak hanya menuntut dana, tetapi juga tenaga, konsistensi, dan kesabaran panjang.

“Awalnya banyak yang menertawakan. Justru itu yang memacu saya untuk membuktikan bahwa ini bisa dilakukan,” ujar Edisyah, yang menganggap sepak bola sebagai bagian tak terpisahkan dari hidupnya.

Program ini lahir dari realitas timpang di akar rumput. Di sekolah sepak bola elite, memiliki bola sendiri adalah hal lumrah—bahkan berlebih. Sebaliknya, bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu di pinggiran kota, bola layak pakai kerap menjadi barang mewah. Tak jarang mereka bermain dengan bola yang telah robek, nyaris tak berbentuk.

Di titik inilah filosofi Satu Anak Satu Bola menemukan maknanya. Bukan sekadar pembinaan teknis, melainkan upaya memassalkan sepak bola. Mendekatkan anak-anak pada permainan yang sarat tawa, kebersamaan, dan kegembiraan—tanpa syarat.

Dengan bola milik sendiri, anak-anak tak lagi terbatas pada jam latihan. Mereka bisa bermain di mana saja, kapan saja. Sepak bola hadir sebagai keseharian, bukan sekadar aktivitas sesaat. Dari sana, nilai sportivitas, daya juang, dan mental kompetitif perlahan tumbuh.

Lebih jauh, gerakan ini juga memuat dimensi sosial. Sepak bola diposisikan sebagai ruang aman bagi anak-anak—menjauhkan mereka dari berbagai pengaruh negatif lingkungan dan perubahan sosial yang kian kompleks.

Program Satu Anak Satu Bola kini bergerak dalam skala yang lebih besar. Edisyah menggandeng Partai Amanat Nasional (PAN) melalui wadah MaPAN FC. Dengan dukungan organisasi, jangkauan program diperluas. Target ambisius pun dicanangkan: membagikan hingga lima juta bola ke seluruh Indonesia.

Ke depan, bukan tak mungkin bantuan diperluas ke perlengkapan lain, mulai dari jersey latihan hingga sepatu bola. Bahkan penyediaan lapangan sepak bola menjadi wacana lanjutan—mengingat minimnya ruang bermain layak bagi anak-anak.

Di tengah kegembiraan anak-anak menerima bola, tersimpan harapan jangka panjang. Bahwa suatu hari, ketika prestasi tim nasional Indonesia menembus panggung Asia atau dunia, akan ada kontribusi sunyi dari gerakan sederhana di akar rumput ini.

Edisyah dan MaPAN FC mungkin tak menuntut balasan atau penghargaan. Namun satu hal jelas: mereka telah menjalankan asas kemanfaatan. Dan dalam lanskap sepak bola nasional yang kerap riuh oleh janji, kerja nyata seperti ini layak mendapat pengakuan.

 

Berita Terkait

Polri Kerahkan 3.852 Personel Amankan Dua Laga FIFA ASEAN Cup 2026 di SUGBK
Pepsodent Dukung Kholidin Menuju Para Games 2026, Kesehatan Mulut Jadi Bagian Penting Performa Atlet
Polda Metro Jaya Siapkan Rekayasa Kepulangan Suporter Persija-Persib
Polda Metro Jaya Kerahkan 17.800 Personel Gabungan Kawal Duel Persija-Persib di GBK
Rudi Bratanusa Eka Terpilih Pimpin IMI DKI Jakarta Periode 2026–2030
Relawan Bersihkan Sampah Pasca Lomba Dayung di Bawah Jembatan Paliwara, Soroti Sistem Pengelolaan Lingkungan
E-Sports Kapolri Cup 2026 Buka Ruang Talenta Digital, Polri Tekankan Pendidikan Tetap Jadi Prioritas
Jakarta Siap Jadi Motor Sukses PON 2028, Rp166 Miliar Disiapkan Benahi Venue
Temukan berita-berita terbaru dan terpercaya dari OKJAKARTA.COM di GOOGLE NEWS. Untuk Mengikuti silahkan tekan tanda bintang.

Berita Terkait

Jumat, 25 September 2026 - 13:30 WIB

Polri Kerahkan 3.852 Personel Amankan Dua Laga FIFA ASEAN Cup 2026 di SUGBK

Rabu, 23 September 2026 - 12:23 WIB

Pepsodent Dukung Kholidin Menuju Para Games 2026, Kesehatan Mulut Jadi Bagian Penting Performa Atlet

Sabtu, 12 September 2026 - 16:26 WIB

Polda Metro Jaya Siapkan Rekayasa Kepulangan Suporter Persija-Persib

Jumat, 11 September 2026 - 23:29 WIB

Polda Metro Jaya Kerahkan 17.800 Personel Gabungan Kawal Duel Persija-Persib di GBK

Minggu, 30 Agustus 2026 - 11:07 WIB

Rudi Bratanusa Eka Terpilih Pimpin IMI DKI Jakarta Periode 2026–2030

Berita Terbaru