Fadli Zon Hadiri Bedah Buku “Prabowo: Politik Akal Sehat Tanpa Panggung”

- Jurnalis

Rabu, 18 Februari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Menteri Kebudayaan Fadli Zon menghadiri bedah buku karya wartawan senior J. Osdar berjudul Prabowo: Politik Akal Sehat Tanpa Panggung yang digelar di Parle, Senayan, Jakarta

Menteri Kebudayaan Fadli Zon menghadiri bedah buku karya wartawan senior J. Osdar berjudul Prabowo: Politik Akal Sehat Tanpa Panggung yang digelar di Parle, Senayan, Jakarta

Jakarta — Menteri Kebudayaan Fadli Zon menghadiri bedah buku karya wartawan senior J. Osdar berjudul Prabowo: Politik Akal Sehat Tanpa Panggung yang digelar di Parle, Senayan, Jakarta.

Dalam kesempatan tersebut, Fadli Zon menilai kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto merupakan manifestasi nyata dari politik akal sehat yang berakar pada amanat konstitusi. Ia menyebut buku tersebut berhasil memotret konsistensi pemikiran Prabowo yang telah terbangun selama puluhan tahun, bukan sekadar pencitraan politik sesaat.

Fadli mengungkapkan, dirinya mengenal Prabowo sejak sama-sama aktif di Center for Policy and Development Studies (CPDS) pada 1993. Menurutnya, apa yang dijalankan Presiden saat ini merupakan pelaksanaan dari dialektika pemikiran panjang tersebut.

Pak Prabowo tidak berubah. Apa yang beliau lakukan hari ini adalah exercise atau pelaksanaan dari akal sehat itu sendiri. Bagi beliau, akal sehat tidak boleh berhenti di ruang diskusi atau perdebatan intelektual, tetapi harus dilaksanakan melalui jalur politik,” ujar Fadli.

Ia kemudian menarik benang merah antara langkah Prabowo dengan tradisi intelektual para pendiri bangsa. Fadli mencontohkan Soekarno dengan PNI, Mohammad Hatta dengan PNI Pendidikan, hingga Sutan Sjahrir dan Muhammad Natsir yang mendirikan partai politik sebagai kendaraan membumikan ideologi.

Poin krusial yang ditekankan Fadli dalam forum tersebut adalah komitmen Presiden Prabowo untuk meluruskan kembali arah ekonomi nasional sesuai Pasal 33 UUD 1945. Ia menyinggung kebijakan strategis seperti swasembada pangan dan energi, serta program makan bergizi gratis sebagai upaya mengoreksi praktik liberalisasi ekonomi yang dinilai berlebihan.

Pekerjaan besar kita sekarang adalah melakukan koreksi terhadap neoliberalisme. Pak Prabowo ingin mengembalikan ekonomi kita ke jalur konstitusi yang sifatnya imperatif: bumi, air, dan kekayaan alam dikuasai negara untuk kemakmuran rakyat,” kata Fadli.

Ia juga memaparkan tiga pilar utama yang tengah dibangun pemerintahan Presiden Prabowo, yakni getting institution right atau pembenahan institusi negara, getting intervention right melalui intervensi negara yang terukur, serta getting coordination right dengan memperkuat koordinasi lintas sektor.

Acara bedah buku ini turut dihadiri sejumlah tokoh nasional, antara lain Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Viada Hafid, Anggota DPR RI Aboe Bakar Al Habsyi, Rocky Gerung, serta para pegiat literasi. Diskusi dipandu oleh Effendi Gazali dengan pembicara Jimly Asshiddiqie, Aris Marsudiyanto, Suryopratomo, dan Anindya Novan Bakrie.

Melalui buku ini, diharapkan tercipta ruang refleksi sekaligus pengingat bahwa kekuasaan sejatinya merupakan alat untuk melayani kepentingan nasional dengan ketenangan dan kedewasaan.

Berita Terkait

44 Warga Binaan Terima Remisi Khusus Imlek 2026
Pemerintah Tetapkan Awal Ramadhan 1447 H Jatuh pada 19 Februari 2026
Indonesia–Uni Eropa Teken Joint Announcement, Perkuat Dialog Halal dan Fasilitasi Perdagangan
Kementerian HAM Lanjutkan Pemulihan Korban Pelanggaran HAM Berat
Kesbangpol DKI Tegaskan Rekrutmen FKDM Sesuai Aturan
Icha Yang Meriahkan Harmoni Imlek Nusantara di Bundaran HI
Alumni MKn UI Gelar Fun Padel Tournament 2026, Perkuat Soliditas dan Kebersamaan
Prabowo Optimistis Ekonomi Indonesia Siap ‘Take Off’ di Indonesia Economic Outlook 2026
Temukan berita-berita terbaru dan terpercaya dari OKJAKARTA.COM di GOOGLE NEWS. Untuk Mengikuti silahkan tekan tanda bintang.

Berita Terkait

Rabu, 18 Februari 2026 - 11:35 WIB

44 Warga Binaan Terima Remisi Khusus Imlek 2026

Rabu, 18 Februari 2026 - 11:23 WIB

Fadli Zon Hadiri Bedah Buku “Prabowo: Politik Akal Sehat Tanpa Panggung”

Selasa, 17 Februari 2026 - 21:07 WIB

Pemerintah Tetapkan Awal Ramadhan 1447 H Jatuh pada 19 Februari 2026

Selasa, 17 Februari 2026 - 19:08 WIB

Indonesia–Uni Eropa Teken Joint Announcement, Perkuat Dialog Halal dan Fasilitasi Perdagangan

Senin, 16 Februari 2026 - 17:57 WIB

Kementerian HAM Lanjutkan Pemulihan Korban Pelanggaran HAM Berat

Berita Terbaru

Pemasyarakatan (Ditjenpas) memberikan Remisi Khusus (RK) dan Pengurangan Masa Pidana (PMP) Khusus Hari Raya Imlek 2026 kepada 44 warga binaan pemeluk agama Konghucu di seluruh Indonesia, Rabu (18/2).

Blog

44 Warga Binaan Terima Remisi Khusus Imlek 2026

Rabu, 18 Feb 2026 - 11:35 WIB