Mahasiswa Bima-Jakarta Bersatu, Guna Mempertegas Serta Mengawal 100 Hari Kinerja Bupati Kabupaten Bima

- Jurnalis

Sabtu, 19 April 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Mahasiswa Bima Jakarta Bersatu

Mahasiswa Bima Jakarta Bersatu

 

JAKARTA – Periode 100 hari pertama kepemimpinan kepala daerah secara teoritis merupakan fase awal yang strategis untuk menunjukkan arah kebijakan dan komitmen politik dalam mewujudkan visi dan misi yang telah disampaikan kepada publik. Di Kabupaten Bima, konteks ini menjadi sangat penting mengingat kompleksitas persoalan yang meliputi sektor sosial, ekonomi, tata kelola pemerintahan, serta kualitas pelayanan publik yang masih jauh dari harapan.

 

Menurut hemat kami, pengawalan terhadap kinerja Bupati Kabupaten Bima dalam 100 hari pertamanya tidak boleh sekadar didasarkan pada indikator administratif yang bersifat formalistik. Evaluasi terhadap capaian program harus dilihat dari sudut pandang efektivitas implementasi, efisiensi pengelolaan sumber daya, akuntabilitas kebijakan, serta sejauh mana kebijakan tersebut memberikan dampak langsung terhadap kesejahteraan masyarakat. Sayangnya, hingga hari ini kami belum menemukan praktik penyelenggaraan pemerintahan yang menunjukkan terobosan substansial. Program yang dijalankan lebih terkesan sebagai kegiatan pencitraan yang populis dan seremonial, ketimbang sebagai langkah konkret menjawab persoalan struktural yang menahun.

 

Di Kabupaten Bima, persoalan strategis seperti pengelolaan sumber daya alam yang berkeadilan, ketimpangan pelayanan kesehatan dan pendidikan, minimnya infrastruktur desa, serta meningkatnya angka pengangguran kaum muda, belum terlihat sebagai prioritas kebijakan pada awal pemerintahan ini. Hal ini menimbulkan pertanyaan kritis mengenai arah dan keberpihakan pemerintah daerah terhadap kebutuhan masyarakat akar rumput.

 

Lebih lanjut, aspek partisipasi publik dalam perencanaan dan evaluasi program pemerintahan daerah masih bersifat simbolik dan elitis. Forum konsultasi publik kerap kali hanya melibatkan kelompok tertentu tanpa memberikan ruang yang cukup bagi representasi masyarakat sipil yang lebih luas. Padahal, dalam perspektif tata kelola pemerintahan yang demokratis, partisipasi masyarakat menjadi pilar utama dalam membangun kebijakan yang inklusif dan responsif.

 

Sejauh ini dibawah kepemimpinan ady-irfan belum ada perubahan pola kepemimpinan yg dilakukan dan berdampak langsung terhadap masyarakat, sehingga membuat masyarakat cukup pesimis terhadap janji kampanye dan visi misi yg sudah di canangkan, akan kah janji kampanye dan visi misi itu terealisasikan atau hanya sekedar omong kosong belaka.

 

Oleh karena itu, menurut hemat kami, proses pengawalan terhadap program 100 hari Bupati Kabupaten Bima perlu didorong melalui pendekatan berbasis data, kajian ilmiah, serta keterlibatan aktif dari berbagai elemen strategis seperti akademisi, media, LSM, dan komunitas sipil. Kritik yang konstruktif dan berbasis fakta sangat dibutuhkan agar pemerintahan tidak terjebak dalam zona nyaman birokrasi, tetapi mampu mendorong reformasi kebijakan yang berorientasi pada keadilan sosial dan pembangunan berkelanjutan.

 

Dengan demikian, pengawalan terhadap 100 hari kinerja menjadi hal yg substansial, dan juga bagian dari proses demokratis untuk memastikan adanya transparansi, akuntabilitas, dan keberanian politik dalam menghadirkan kebijakan yang benar-benar menjawab kebutuhan dan harapan masyarakat Kabupaten Bima.l

Editor : Helmi AR

Berita Terkait

Macet di Jalur Priok, Pengguna Tol Desak Solusi Pemerintah
Ancol Ucapkan Selamat HPN 2026, Tegaskan Pers sebagai Pilar Demokrasi
Pelayanan Samsat Jakarta Timur Tuai Apresiasi Warga, Proses Perpanjangan STNK Dinilai Cepat dan Transparan
Saluran Tersumbat Sampah, Banjir Berulang Hantui Gang Damai Pulo Gebang
Aparat Akui Keliru Tangkap Pedagang Es Gabus, Hasil Uji Laboratorium Pastikan Produk Aman Dikonsumsi
Polemik Sinking Fund dan Service Charge di PGC, Relawan Tegak Lurus Prabowo Pertanyakan Transparansi Pengelolaan
Embung Cakung Barat Dibangun 2026, DPRD DKI Diminta Tanggapi Cepat Demi Solusi Banjir Jakarta Timur
Banjir Tahunan Cakung Barat Warga Lelah Mengungsi: Dinas SDA Bungkam, Embung Tak Kunjung Terwujud
Temukan berita-berita terbaru dan terpercaya dari OKJAKARTA.COM di GOOGLE NEWS. Untuk Mengikuti silahkan tekan tanda bintang.

Berita Terkait

Kamis, 12 Februari 2026 - 23:58 WIB

Macet di Jalur Priok, Pengguna Tol Desak Solusi Pemerintah

Senin, 9 Februari 2026 - 18:26 WIB

Ancol Ucapkan Selamat HPN 2026, Tegaskan Pers sebagai Pilar Demokrasi

Jumat, 6 Februari 2026 - 12:30 WIB

Pelayanan Samsat Jakarta Timur Tuai Apresiasi Warga, Proses Perpanjangan STNK Dinilai Cepat dan Transparan

Rabu, 4 Februari 2026 - 16:23 WIB

Saluran Tersumbat Sampah, Banjir Berulang Hantui Gang Damai Pulo Gebang

Rabu, 28 Januari 2026 - 22:33 WIB

Aparat Akui Keliru Tangkap Pedagang Es Gabus, Hasil Uji Laboratorium Pastikan Produk Aman Dikonsumsi

Berita Terbaru

Foto: Sekretaris Kota Administrasi Jakarta Pusat H. Denny Ramdhany memberikan sambutan dalam kegiatan Jakarta Mengaji di Taman Tugu Proklamasi, Menteng, Jakarta Pusat, Minggu (15/2)

Wali Kota Jakarta Pusat

Sekko Jakpus: Jakarta Kota Global Harus Dijaga dengan SDM Beradab

Minggu, 15 Feb 2026 - 22:38 WIB

Foto: Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menghadiri acara silaturahmi akbar kaum Betawi yang digelar di Museum M.H. Thamrin, Senen, Jakarta Pusat, Minggu (15/2/2026)

Organisasi Masyarakat

Pramono Anung Hadiri Silaturahmi Akbar Kaum Betawi di Museum MH Thamrin

Minggu, 15 Feb 2026 - 19:09 WIB

Foto: Jumpa pers SUCI 12 yang digelar di Studio 1 KompasTV, Jakarta Pusat, Minggu (15/2/2026). (Dok-Okj/FN)

Entertainment

SUCI 12 Resmi Bergulir, Indro Warkop Kembali Panaskan Kursi Juri

Minggu, 15 Feb 2026 - 17:04 WIB