PWI Jaksel Angkat Isu TBC dalam Diskusi Kesehatan, Wartawan Didorong Hidup Sehat

- Jurnalis

Selasa, 17 Juni 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Diskusi

Diskusi "Berkawan": PWI Jaksel Soroti Urgensi Penanggulangan TBC di Jakarta Selatan

 

JAKARTA , Kelompok Kerja (Pokja) Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Jakarta Selatan (Jaksel) dengan Dinas Komunikasi, Informatika, dan Statistik (Kominfotik) serta Suku Dinas Kesehatan Kota Administrasi Jakarta Selatan berkolaborasi menggelar acara Berkawan (Berdiskusi Kota dengan Wartawan) di Ruang Nusantara, Blok A, Gedung Wali Kota Administrasi Jakarta Selatan, Selasa (17/6/2025).

Tingginya Kasus tuberkulosis (TBC) di Indonesia masih sangat tinggi dan menempati peringkat kedua di dunia setelah India. Setiap tahunnya, diperkirakan ada lebih dari 1 juta kasus baru TBC di Indonesia, dengan angka kematian mencapai 125.000 jiwa per tahun. Kondisi ini menjadikan TBC sebagai masalah kesehatan masyarakat yang serius dan membutuhkan perhatian serius dari semua pihak.

Oleh karenanya Pokja PWI Wali Kota Jakarta Selatan menganggap penting menyikapi kasus TBC ini sehingga pada kesempatan ini mengambil tema “Gerakan Bersama Eliminasi Tuberkulosis Tahun 2030”.

Ketua Pokja PWI Wali Kota Jakarta Selatan Joni Matondang berharap dengan dibuatkan wadah diskusi ini bisa menekan atau meminimalisir kasus TBC di Indonesia khususnya di Jakarta Selatan.

“Saya berharap dengan adanya diskusi ini kita bisa memberikan pencerahan kepada masyarakat terhadap bahaya dan pencegahan penyakit yang bisa menelan korban jiwa ini,” papar Joni Matondang yang merangkap sebagai moderator acara diskusi Berkawan.

Dalam materinya Kepala Suku Dinas Kesehatan Kota Administrasi Jakarta Selatan, melalui Kepala Seksi Kesehatan Masyarakat Drg. Evelyn mengatakan untuk wilayah Kota Jakarta Selatan, pada tahun 2024 telah terbentuk 65 Kampung Siaga TB yg tersebar di seluruh kelurahan. Untuk regulasi tingkat kota yaitu adanya Instruksi Wali Kota nomor e-0072/2024 tentang Percepatan Penanggulangan TB Kota Administrasi Jakarta Selatan.

“Kampung Siaga TB merupakan bentuk dari gerakan bersama dalam menuju eliminasi TB tahun 2030 karena peran dari semua sektor baik pemerintah, sektor swasta, masyarakat, tenaga kesehatan, kader, LSM dan sektor lainnya. Kampung Siaga TB juga menjadi ruang untuk membangun kesadaran masyarakat, menghapus stigma, dan menumbuhkan empati terhadap para penderita maupun penyintas TB,” papar drg. Evelyn.

Lebih lanjut drg. Evelyn mengatakan, dampak dari adanya Kampung Siaga TB dapat meningkatnya penemuan kasus TB serta meningkatnya investigasi kontak pada tahun 2024 sehingga dengan penemuan jumlah kasus TB ini diharapkan lebih banyak yang diobati sehingga kedepannya dapat menurunkan angka penularan di masyarakat.

Hal senada diungkapkan Seksi Pengelola program Dinas Kesehatan Kota Jakarta Selatan dr. Sari Agusina jika ditemukan gejala berupa batuk selama 2 (dua) minggu (kadang-kadang ada bercak darah), penurunan berat badan, berkeringat di malam hari, dan demam maka segera dilakukan cek kesehatan di Puskesmas terdekat.

“Jika ditemukan hal tersebut maka patuhilah etika batuk yang benar, seperti menutupnya dengan tangan dan menjauh dari kumpulan orang sehingga bakteri Tb tidak menyebar yang dapat menularkan penyakit TB tersebut,” tutur dr. Sari.

Tak hanya itu ditengah paparannya, dr. Sari Agustinya juga mengkapanyekan gerakan “Salam TB” Temukan, Obati dan Sembuhkan. Sehingga masyarakat bisa melakukan pencegahan sejak dini.

Ditempat yang sama, Ketua PWI DKI Jakarta, Kesit B Handoyo meminta kepada pemilik media massa untuk lebih meningkatkan pemberitaan tentang dunia kesehatan.

“Para pemilik Media Massa termasuk portal berita Online diharapkan agar meningkatkan atau membuat rubrik kesehatan di laman portal beritanya. Sehingga masyarakat tak hanya mendapatkan info kesehatan di medsos (media sosial) saja,” papar Kesit B Handoyo.

Diakhir diskusi tersebut pemateri sekaligus salah satu pembicara, Nazar Husain berpesan kepada para wartawan untuk lebih meningkatkan menjaga kesehatannya masing-masing.

“Profesi jurnalis atau Wartawan merupakan orang yang paling rentan diserang penyakit. Hal tersebut dikarenakan pola dan jam kerja jurnalis yang tak tentu membuat daya tahan tubuh menurun. Apa lagi jika jurnalis terlalu banyak mengkonsumsi rokok saat mencari inspirasi dan saat menulis sebuah berita. Jadi. Mari para wartawan semua untuk lebih baik lagi menjaga kesehatan dan beralih ke pola gaya hidup yang sehat,” pungkas Nazar Hussin dihadapan puluhan anggota Pokja PWI

Jakarta Selatan dan puluhan peserta acara ‘Berkawan’ lainnya.

Editor : Helmi AR

Berita Terkait

Macet di Jalur Priok, Pengguna Tol Desak Solusi Pemerintah
Ancol Ucapkan Selamat HPN 2026, Tegaskan Pers sebagai Pilar Demokrasi
Pelayanan Samsat Jakarta Timur Tuai Apresiasi Warga, Proses Perpanjangan STNK Dinilai Cepat dan Transparan
Saluran Tersumbat Sampah, Banjir Berulang Hantui Gang Damai Pulo Gebang
Aparat Akui Keliru Tangkap Pedagang Es Gabus, Hasil Uji Laboratorium Pastikan Produk Aman Dikonsumsi
Polemik Sinking Fund dan Service Charge di PGC, Relawan Tegak Lurus Prabowo Pertanyakan Transparansi Pengelolaan
Embung Cakung Barat Dibangun 2026, DPRD DKI Diminta Tanggapi Cepat Demi Solusi Banjir Jakarta Timur
Banjir Tahunan Cakung Barat Warga Lelah Mengungsi: Dinas SDA Bungkam, Embung Tak Kunjung Terwujud
Temukan berita-berita terbaru dan terpercaya dari OKJAKARTA.COM di GOOGLE NEWS. Untuk Mengikuti silahkan tekan tanda bintang.

Berita Terkait

Kamis, 12 Februari 2026 - 23:58 WIB

Macet di Jalur Priok, Pengguna Tol Desak Solusi Pemerintah

Senin, 9 Februari 2026 - 18:26 WIB

Ancol Ucapkan Selamat HPN 2026, Tegaskan Pers sebagai Pilar Demokrasi

Jumat, 6 Februari 2026 - 12:30 WIB

Pelayanan Samsat Jakarta Timur Tuai Apresiasi Warga, Proses Perpanjangan STNK Dinilai Cepat dan Transparan

Rabu, 4 Februari 2026 - 16:23 WIB

Saluran Tersumbat Sampah, Banjir Berulang Hantui Gang Damai Pulo Gebang

Rabu, 28 Januari 2026 - 22:33 WIB

Aparat Akui Keliru Tangkap Pedagang Es Gabus, Hasil Uji Laboratorium Pastikan Produk Aman Dikonsumsi

Berita Terbaru