LOMBOK – Gelaran MotoGP Mandalika 2025 dipastikan berlangsung tanpa kehadiran salah satu bintang utamanya, Jorge Martin. Juara bertahan sekaligus pembalap tim Aprilia itu terpaksa menepi setelah menjalani operasi tulang selangka usai kecelakaan di sprint race MotoGP Jepang, akhir pekan lalu.
Meski operasi di Jepang berjalan sukses, kondisi Martin belum memungkinkan untuk langsung kembali ke lintasan. Dokter tim menyarankan pembalap asal Spanyol tersebut beristirahat penuh agar pemulihan berjalan optimal. Situasi ini membuat peluangnya kembali tampil di sisa seri MotoGP 2025 masih tanda tanya besar.
Kehadiran Martin sebenarnya sangat dinanti publik tanah air. Tahun lalu, ia sukses menjuarai MotoGP Mandalika 2024, sekaligus mengukuhkan diri sebagai juara dunia MotoGP. Absennya pembalap berjuluk The Martinator itu tahun ini jelas menjadi kehilangan besar, baik bagi tim Aprilia maupun para penggemar di Indonesia.
“Martin punya catatan spesial di Mandalika. Banyak fans masih ingat bagaimana ia tampil dominan musim lalu. Tanpa dirinya, persaingan jelas terasa berbeda,” ujar pengamat MotoGP, Ardi Prasetyo, dalam wawancara dengan media.
Kendati tidak hadir secara fisik, dukungan untuk Martin tetap mengalir deras. Pada Parade Pembalap MotoGP Mandalika 2025 yang digelar di Lombok, Rabu (1/10), sejumlah fans terlihat membawa spanduk bertuliskan “Semangat Jorge Martin”. Aksi itu menyedot perhatian penonton dan peserta parade lainnya.
Martin yang mengetahui hal tersebut kemudian mengunggah ulang momen dukungan fans Indonesia lewat Instagram Story. Dalam unggahan singkatnya, pembalap berusia 27 tahun itu menulis, “Saya ingin sekali berada di sana,” disertai emotikon haru.
Pesan itu seakan menjadi salam perpisahan sementara sekaligus bentuk apresiasi terhadap penggemar setianya di Indonesia.
MotoGP 2025 sejauh ini menjadi musim yang berat bagi Martin. Setelah sukses besar pada 2024, ia justru sering diterpa kecelakaan dan cedera. Beberapa kali absen balapan membuat peluangnya mempertahankan gelar juara dunia kian tipis.
“Bagi Martin, tahun ini lebih banyak dihabiskan untuk pemulihan. Cedera memang menjadi bagian dari risiko balapan, namun dampaknya bisa besar bagi karier seorang pembalap,” ujar analis MotoGP asal Spanyol, Carlos Martinez.
Absennya Martin memang menyisakan kekecewaan, namun MotoGP Mandalika 2025 diyakini tetap berlangsung seru. Nama-nama besar lain seperti Francesco Bagnaia, Marc Marquez, dan Maverick Vinales masih akan tampil memanaskan persaingan di Sirkuit Pertamina Mandalika.
Bagi para fans Indonesia, kehadiran MotoGP tetap menjadi ajang langka untuk melihat langsung aksi para pembalap dunia. Sementara bagi Jorge Martin, dukungan yang terus mengalir dari para penggemar di tanah air bisa menjadi motivasi tambahan dalam proses pemulihannya.
Absennya Jorge Martin di Mandalika 2025 menambah daftar panjang kesulitan musim ini. Namun, dukungan emosional dari para penggemar Indonesia menunjukkan bahwa sosok The Martinator tetap mendapat tempat istimewa di hati pecinta MotoGP tanah air.
(*/Fahmy)




































