Indonesia-Jepang Percepat Proyek Hijau lewat Forum AZEC ke-9

- Jurnalis

Kamis, 5 Februari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pemerintah Indonesia dan Jepang mempercepat realisasi berbagai proyek hijau melalui pertemuan Asia Zero Emission Community–Expert Group Meeting (AZEC-EGM) ke-9 yang digelar pada Rabu (5/2).

Pemerintah Indonesia dan Jepang mempercepat realisasi berbagai proyek hijau melalui pertemuan Asia Zero Emission Community–Expert Group Meeting (AZEC-EGM) ke-9 yang digelar pada Rabu (5/2).

Jakarta — Pemerintah Indonesia dan Jepang mempercepat realisasi berbagai proyek hijau melalui pertemuan Asia Zero Emission Community–Expert Group Meeting (AZEC-EGM) ke-9 yang digelar pada Rabu (5/2).

Pertemuan ini menjadi bagian dari upaya kedua negara mengurai berbagai hambatan teknis dan bisnis (debottlenecking) dalam proyek-proyek dekarbonisasi di kawasan Asia, sejalan dengan target emisi nol bersih.

AZEC sendiri merupakan wadah kerja sama dekarbonisasi negara-negara Asia yang diluncurkan di sela Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20 Presidensi Indonesia pada 2022.

Pembahasan AZEC-EGM ke-9 dibagi ke dalam dua sesi utama. Pada sesi pertama, kedua negara menyoroti sektor ketenagalistrikan, termasuk rencana ekspansi Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Sarulla dan PLTP Hululais, proyek transmisi listrik Jawa–Sumatera, serta Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa) Legok Nangka.

Sejumlah proyek tersebut disebut telah menunjukkan kemajuan signifikan. Salah satunya PLTSa Legok Nangka dengan nilai investasi sekitar US$400 juta yang diproyeksikan mencapai kesepakatan pendanaan (financial close) pada akhir 2026.

Sementara itu, proyek PLTP Hululais juga mencatat perkembangan setelah tercapainya titik temu dalam perjanjian pinjaman dengan Japan International Cooperation Agency (JICA), sehingga proses pengadaan diharapkan dapat segera dimulai.

Proyek transmisi listrik Jawa–Sumatera turut menjadi perhatian utama. Pemerintah Indonesia dan Jepang berkomitmen mempercepat penyelesaian berbagai survei teknis dan kajian bisnis.

Proyek ini dinilai strategis bagi ketahanan energi nasional karena menghubungkan Pulau Sumatera yang kaya sumber energi terbarukan dengan Pulau Jawa yang memiliki kebutuhan energi tinggi, terutama dari sektor industri dan perumahan.
Pada sesi kedua, pertemuan membahas sektor bahan bakar berkelanjutan, termasuk perkembangan Green Ammonia Initiative di Aceh. Inisiatif ini diarahkan untuk memperkuat rantai pasok amonia nasional sekaligus mendukung agenda dekarbonisasi global.

Selain itu, Indonesia mengusulkan riset bersama untuk pengembangan template perjanjian jual beli listrik (Power Purchase Agreement/PPA) panas bumi. Usulan tersebut disambut positif oleh kedua negara.
Pengembangan template PPA geothermal diharapkan dapat meningkatkan kepastian usaha, memitigasi risiko, serta mempercepat proses negosiasi antara pengembang pembangkit dan PT PLN (Persero). Keberhasilan debottlenecking proyek PLTP Muara Laboh pada 2025 dijadikan salah satu rujukan utama.

Deputy Commissioner for International Affairs Kementerian Ekonomi, Perdagangan, dan Industri (METI) Jepang, Ueno Asako, berharap enam proyek prioritas AZEC dapat menunjukkan kemajuan signifikan dalam waktu dekat, khususnya sebelum akhir tahun fiskal Jepang pada Maret 2026.

Sementara itu, Ketua Kelompok Ahli Satgas AZEC sekaligus Ketua Delegasi Indonesia Raden Pardede menegaskan pemerintah akan terus memperkuat koordinasi lintas kementerian dan lembaga.

Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian telah dan akan berkoordinasi lebih detail dengan kementerian dan lembaga terkait, termasuk Kementerian ESDM, PT PLN, serta pemerintah daerah setempat,” ujarnya.

Berita Terkait

One Way Nasional Berpeluang Dicabut Siang Ini, Korlantas: Arus Mudik Mulai Landai
Semarak Pementasan Ogoh-ogoh di Pasar Adat Desa Blahkiuh
Pemerintah Tetapkan 1 Syawal 1447 H Jatuh pada 21 Maret 2026, Hilal Tak Terlihat di Seluruh Indonesia
Seminar Kemenag: Hilal di Bawah Standar, Lebaran Diprediksi Sabtu 21 Maret
Pengawasan DPR Dinilai Melemah, Akademisi Soroti Kualitas dan Independensi Legislatif
DPRD Kukar dan PHM Perkuat Sinergi Strategis, Dorong Ketahanan Energi dan Kesejahteraan Daerah
AHY Dukung Hunian TOD di Manggarai untuk Percepat Program 3 Juta Rumah
AHY Lepas 118 Peserta Mudik Bersama Kemenko Infra, Tekankan Keselamatan dan Kebersamaan
Temukan berita-berita terbaru dan terpercaya dari OKJAKARTA.COM di GOOGLE NEWS. Untuk Mengikuti silahkan tekan tanda bintang.

Berita Terkait

Jumat, 20 Maret 2026 - 14:11 WIB

One Way Nasional Berpeluang Dicabut Siang Ini, Korlantas: Arus Mudik Mulai Landai

Jumat, 20 Maret 2026 - 07:32 WIB

Semarak Pementasan Ogoh-ogoh di Pasar Adat Desa Blahkiuh

Jumat, 20 Maret 2026 - 02:13 WIB

Pemerintah Tetapkan 1 Syawal 1447 H Jatuh pada 21 Maret 2026, Hilal Tak Terlihat di Seluruh Indonesia

Kamis, 19 Maret 2026 - 20:24 WIB

Seminar Kemenag: Hilal di Bawah Standar, Lebaran Diprediksi Sabtu 21 Maret

Kamis, 19 Maret 2026 - 01:29 WIB

Pengawasan DPR Dinilai Melemah, Akademisi Soroti Kualitas dan Independensi Legislatif

Berita Terbaru