Jakarta — Presiden Prabowo Subianto menegaskan arah kebijakan ekonomi nasional dengan menempatkan kolaborasi, kepastian hukum, dan optimisme pertumbuhan sebagai fondasi utama dalam membangun kepercayaan pasar.
Pesan tersebut disampaikan Prabowo dalam forum Indonesia Economic Outlook (IEO) 2026 di Wisma Danantara Indonesia, Jakarta, Senin (16/2).
Di hadapan jajaran menteri kabinet, duta besar negara sahabat, ekonom, akademisi, dan pelaku usaha, Prabowo menekankan tiga pilar strategis ekonomi nasional, yakni konsep Indonesia Incorporated, keyakinan terhadap prospek pertumbuhan ekonomi, serta komitmen kuat terhadap penegakan hukum yang adil dan pasti.
Arahan tersebut disampaikan di tengah perhatian pelaku pasar global, menyusul keputusan lembaga pemeringkat Moody’s yang menurunkan outlook Indonesia dari stabil menjadi negatif, meski tetap mempertahankan peringkat kredit di level Baa2. Penilaian itu menyoroti pentingnya peningkatan prediktabilitas kebijakan dan kualitas tata kelola.
Indonesia Incorporated untuk Ekonomi Inklusif
Prabowo memperkenalkan Indonesia Incorporated sebagai kerangka kolaborasi seluruh elemen bangsa dalam mendorong pertumbuhan ekonomi.
Yang besar, yang kuat, yang menengah, yang kecil, yang kurang, semua bekerja sama. Yang besar maju, tarik yang kurang kuat. Yang kuat tarik yang lemah. Pemerintah yang bersih dan adil bantu yang paling lemah dan paling miskin,” ujar Prabowo.
Konsep tersebut dipandang sebagai sinyal kebijakan inklusif bagi investor, karena mendorong nilai tambah di sepanjang rantai pasok, dari pengelolaan aset strategis negara hingga peran UMKM dan koperasi desa. Pemerintah ingin memastikan pertumbuhan tidak hanya terkonsentrasi pada segelintir sektor atau pelaku usaha.
Optimisme Ekonomi Berbasis Fundamental
Presiden juga menyampaikan optimisme terhadap kinerja ekonomi nasional pada 2026. Ia menilai konsumsi masyarakat di daerah menunjukkan tren peningkatan, berdasarkan laporan langsung dari kepala daerah dan pelaku usaha.
Saya percaya bahwa ekonomi kita akan sangat baik tahun ini,” kata Prabowo.
Pemerintah menargetkan pertumbuhan ekonomi 2026 mencapai 5,6 persen, lebih tinggi dari target resmi sebelumnya. Pada 2025, ekonomi Indonesia tercatat tumbuh 5,11 persen dengan dukungan cadangan devisa yang dinilai masih solid.
Kepastian Hukum Jadi Penopang Investasi
Selain pertumbuhan, Prabowo menekankan pentingnya kepastian hukum sebagai syarat utama iklim investasi yang sehat. Ia menegaskan penegakan hukum harus dilakukan secara adil dan tidak menimbulkan ketidakpastian.
Kita harus tegakkan hukum dengan baik, tetapi tidak boleh ada miscarriage of justice. Hanya dengan kepastian hukum, kita bisa menjamin stabilitas dan ketenangan bagi rakyat,” ujarnya.
Bagi investor, komitmen tersebut dinilai krusial karena menyangkut kepastian berusaha, perlindungan hukum, serta konsistensi kebijakan dalam jangka panjang.
Bangun Kepercayaan Pasar Global
Pesan Presiden dalam forum IEO 2026 dinilai sebagai upaya pemerintah merespons dinamika global dan persepsi pasar dengan pendekatan yang lebih terukur. Pemerintah menegaskan kepercayaan pasar tidak dibangun semata lewat optimisme, melainkan melalui konsistensi kebijakan, transparansi tata kelola, dan penegakan hukum yang berkeadilan.
Dengan strategi tersebut, pemerintah berharap Indonesia tidak hanya mampu menjaga stabilitas ekonomi, tetapi juga memperkuat posisinya sebagai salah satu tujuan investasi utama di kawasan.



































