JAKARTA – Penyanyi dan aktris multi-talenta Shanty resmi meluncurkan single terbarunya bertajuk “I Do” pada Jumat (13/2/2026), tepat sehari menjelang perayaan Hari Valentine 2026. Lagu ini menandai babak baru dalam perjalanan musikalnya, bukan hanya sebagai karya rekaman, melainkan sebagai refleksi personal yang berangkat dari doa dan catatan manifestasi yang ia tulis sendiri dalam jurnal pribadinya.
Berbeda dari sejumlah proyek sebelumnya yang kerap melibatkan reinterpretasi atau remake, “I Do” hadir sebagai karya original yang sejak awal memang diimpikan Shanty. Ia mengungkapkan, keinginan untuk merekam lagu orisinal telah lama ia tuliskan sebagai bagian dari proses manifestasi diri. Harapan itu akhirnya terwujud pada November 2025, ketika proses produksi lagu dimulai dan rampung hingga siap dirilis Februari ini.
“Aku percaya bahwa lirik adalah doa, dan doa selalu didengar oleh semesta. Lagu ini bukan hanya doa pribadi, tapi juga doa untuk semua orang yang masih mencari cinta dan menunggu soulmate-nya tiba,” ujar Shanty dalam keterangan tertulis di Jakarta, Jumat.
Kehadiran “I Do” sekaligus menjawab penantian penggemar yang telah lama menunggu karya baru dari Shanty. Sejumlah pengamat industri musik menilai momentum perilisan menjelang Valentine sebagai langkah strategis, mengingat tema lagu yang kuat pada komitmen, kesetiaan, dan harapan membangun masa depan bersama.
Dengan produksi yang digarap secara matang, “I Do” memadukan aransemen dinamis dan nuansa sinematik yang emosional. Lagu ini menangkap fase transisi dalam hubungan asmara, dari keterkejutan saat menerima lamaran hingga keyakinan untuk mengucap janji suci. Salah satu penggalan liriknya berbunyi, “Awalnya ku tak menyangka, Menua bersamamu”, yang menjadi representasi sederhana namun kuat tentang perjalanan cinta menuju komitmen jangka panjang.
Secara musikal, komposisi lagu dibangun dengan progresi yang bertahap: dimulai dari nada lembut dan intim, lalu berkembang menjadi klimaks emosional yang menggambarkan momen “I do” dalam sebuah pernikahan. Pendekatan ini dinilai relevan dengan tren konten romantis di media sosial, termasuk fenomena dokumentasi lamaran dan pernikahan yang belakangan populer.
Dalam proyek ini, Shanty tidak hanya tampil sebagai penyanyi, tetapi juga bertindak sebagai Executive Producer. Ia memimpin keseluruhan arah kreatif lagu, bekerja sama dengan komposer Pringgo Aryo Pradana. Lirik “I Do” ditulis oleh Pringgo Aryo Pradana bersama penyanyi dan penulis lagu Vicky Shu.
Kolaborasi tersebut menghasilkan karya yang manis sekaligus emosional, namun tetap terasa relevan bagi generasi muda. Pendekatan lirik yang lugas dan tidak berlebihan menjadi kekuatan tersendiri, karena mampu menyentuh pengalaman universal tentang harapan menemukan pasangan hidup.
Memilih Februari sebagai bulan perilisan bukan tanpa alasan. Shanty ingin menjadikan “I Do” sebagai soundtrack cinta di tahun 2026, sekaligus menyebarkan energi positif pada momen Valentine.
“Aku berharap lagu ini bisa menular ke pendengar, mereka yang single segera menemukan belahan jiwa, dan mereka yang menuju pelaminan diberikan keawetan hingga maut memisahkan,” tambahnya.
Harapan tersebut menegaskan bahwa “I Do” tidak semata-mata diposisikan sebagai lagu romantis biasa, tetapi sebagai simbol doa kolektif tentang komitmen dan kesetiaan.
Mulai 13 Februari 2026, “I Do” sudah dapat dinikmati di seluruh platform musik digital. Dengan kombinasi pesan personal, kualitas produksi yang solid, serta momentum rilis yang tepat, lagu ini diprediksi berpotensi menjadi salah satu karya paling menonjol dari Shanty dalam beberapa tahun terakhir.
Di tengah industri musik yang kompetitif dan cepat berubah, “I Do” menunjukkan bahwa kekuatan cerita personal dan kejujuran emosi masih menjadi fondasi utama dalam menciptakan karya yang relevan dan bertahan lama.
Reporter: Fahmy Nurdin
Editor: Fahmy Nurdin



































