Polisi Tegaskan Penyetop Paksa Motor di Cengkareng Bukan Debt Collector Resmi, Diduga Modus Perampasan

- Jurnalis

Selasa, 16 September 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: Tangkapan Layar Instagram. (Dok-Ig@warga.jakbar)

Foto: Tangkapan Layar Instagram. (Dok-Ig@warga.jakbar)

JAKARTA – Aksi penyetopan paksa pengendara motor oleh dua pria di Jalan Daan Mogot, Cengkareng, Jakarta Barat, pada Minggu (14/9/2025), semakin menimbulkan keresahan warga.

Kepolisian menegaskan, pelaku bukan merupakan bagian dari debt collector resmi perusahaan pembiayaan, dilansir kompas.com, Selasa (16/9/2025).

Kanit Reskrim Polsek Cengkareng, AKP Parman Gultom, menyampaikan bahwa pihaknya sudah melakukan klarifikasi dengan sejumlah perusahaan leasing yang beroperasi di wilayah tersebut. Hasilnya, tidak ada satupun perusahaan yang mengakui kedua pria itu sebagai tenaga penagih utang resmi.

“Penelusuran kemarin ke leasing tidak ditemukan pelaku tersebut. Mereka bukan bagian dari debt collector resmi,” kata Parman Gultom saat dikonfirmasi, Senin (15/9/2025).

Polisi menduga pelaku menggunakan modus berpura-pura sebagai debt collector untuk merampas kendaraan di jalanan.

“Ada dugaan begitu, pelaku sengaja menghentikan pengendara dengan dalih motor menunggak cicilan untuk kemudian mencoba mengambil kendaraan korban,” jelas Parman.

Saat ini, jajaran Polsek Cengkareng masih mendalami kasus tersebut guna mengungkap identitas pelaku dan kemungkinan adanya jaringan yang lebih besar.

“Penyelidikan masih berjalan, kami berupaya mengungkap siapa pelakunya dan apakah ini kelompok terorganisir,” ujarnya.

Kasus ini menjadi sorotan publik setelah sebuah video viral di media sosial Instagram melalui akun @warga.jakbar. Dalam rekaman tersebut, dua pria menghadang seorang pengendara motor yang sedang berboncengan. Salah satu pelaku mengenakan kaus putih dan memaksa korban menepi dengan alasan ada kesamaan nomor polisi dengan data di ponselnya.

“Saya ini mau cek karena ada kesamaan plat, enggak usah video-video gitu dong!,” ujar pelaku dengan nada tinggi dalam rekaman tersebut.

Dalam unggahan yang sama, korban menuliskan bahwa dirinya dipaksa menepi ke area sepi. Bahkan, tangan pengendara sempat ditarik paksa hingga membuat penumpang berteriak minta tolong.

“Orang ini kekeh bilang kalau motor saya ada kesamaan plat dan mau ngambil motor, padahal saya tidak merasa punya cicilan atau hutang,” tulis korban.

Korban menambahkan, pelaku mencoba merampas kendaraannya, namun upaya itu berhasil digagalkan setelah ia melawan dan tetap mempertahankan motor.

Kesaksian serupa datang dari warga sekitar. Seorang tukang tambal ban di kawasan Daan Mogot mengaku mendengar ada peristiwa sejenis pada pagi harinya.

“Beliau bilang tadi pagi juga ada kejadian yang sama, tapi motornya berhasil dibawa oleh orang tidak dikenal itu,” tulis akun tersebut mengutip pernyataan saksi.

Temuan ini semakin menguatkan dugaan bahwa para pelaku kerap beraksi dengan modus berpura-pura sebagai debt collector untuk mengincar kendaraan korban secara acak.

Menanggapi kejadian tersebut, polisi mengimbau masyarakat agar waspada terhadap pihak-pihak yang mengaku sebagai penagih utang di jalanan.

AKP Parman menekankan, penarikan kendaraan akibat kredit macet hanya boleh dilakukan oleh pihak leasing resmi dengan prosedur hukum yang jelas dan tidak bisa dilakukan secara sepihak di jalan.

“Kalau ada pihak yang memaksa, apalagi tidak bisa menunjukkan identitas resmi, warga berhak menolak dan segera melaporkan ke polisi,” tegasnya.

Kasus ini menuai banyak perhatian netizen yang khawatir akan keamanan berkendara di Jakarta. Banyak warganet menilai tindakan pelaku bisa menimbulkan keresahan baru karena masyarakat awam sulit membedakan antara debt collector resmi dengan pelaku kriminal berkedok serupa.

Polisi memastikan akan meningkatkan patroli di titik-titik rawan, termasuk sepanjang Jalan Daan Mogot, guna mencegah aksi serupa terulang.

(*/Fahmy)

Berita Terkait

Imigrasi Perkuat Pengawasan WNA dan Pengungsi Lewat Teknologi Digital
Imigrasi Raup PNBP Rp8,68 Triliun, ImigrasiLampaui Target 2026 pada Pertengahan Oktober
Eksklusivitas Napi “Papan Atas” Diungkap di EdShareOn, Mantan Kalapas: Itu Jelas Diskriminasi Hukum!
Bea Cukai Merak Amankan 29 Botol Miras Tanpa Tanda Terima, Prosedur Penindakan Dipertanyakan
Pengelola Sulit Dihubungi, Sejumlah Pengusaha Ayam di Bekasi Khawatir Modal Tak Kembali
Urugan Liar Tutup Resapan Air, Warga Perbatasan Jakarta–Banten Terancam Banjir
Imigrasi Serahkan WN China Terduga Pemburu Penyu Ilegal ke Polda Papua Barat Daya
Bongkar Aktor di Balik PETI Hulu Bintauna, Raldy Doy Minta Instruksi Kapolda Dikawal
Temukan berita-berita terbaru dan terpercaya dari OKJAKARTA.COM di GOOGLE NEWS. Untuk Mengikuti silahkan tekan tanda bintang.

Berita Terkait

Kamis, 15 Oktober 2026 - 16:54 WIB

Imigrasi Perkuat Pengawasan WNA dan Pengungsi Lewat Teknologi Digital

Kamis, 15 Oktober 2026 - 16:46 WIB

Imigrasi Raup PNBP Rp8,68 Triliun, ImigrasiLampaui Target 2026 pada Pertengahan Oktober

Rabu, 14 Oktober 2026 - 23:46 WIB

Eksklusivitas Napi “Papan Atas” Diungkap di EdShareOn, Mantan Kalapas: Itu Jelas Diskriminasi Hukum!

Rabu, 14 Oktober 2026 - 23:19 WIB

Bea Cukai Merak Amankan 29 Botol Miras Tanpa Tanda Terima, Prosedur Penindakan Dipertanyakan

Selasa, 13 Oktober 2026 - 11:40 WIB

Pengelola Sulit Dihubungi, Sejumlah Pengusaha Ayam di Bekasi Khawatir Modal Tak Kembali

Berita Terbaru

Oplus_16908288

Peristiwa

216 Pedagang Setu Babakan Direlokasi Pemkot Jaksel

Kamis, 15 Okt 2026 - 22:43 WIB

Foto: Menko PMK Sugiono menyampaikan keterangan saat meninjau pelaksanaan Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) Sekolah di SMP Negeri 202, Duren Sawit, Jakarta Timur, Kamis (15/10/2026).

Wali Kota Jakarta Pusat

Menko PMK Tinjau CKG di SMPN 202 Jakarta Timur, 787 Siswa Jalani Pemeriksaan

Kamis, 15 Okt 2026 - 20:29 WIB