Ribuan Umat Buddha Padati PIK, Rayakan Setahun Perjalanan Si Mian Fo

- Jurnalis

Senin, 10 November 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: Para Bhikkhu Sangha bersama panitia dan umat saat perayaan satu tahun Si Mian Fo di PIK, Jakarta.

Foto: Para Bhikkhu Sangha bersama panitia dan umat saat perayaan satu tahun Si Mian Fo di PIK, Jakarta.

Jakarta — Ribuan umat Buddha dari berbagai daerah memadati kawasan Riverwalk Island, Pantai Indah Kapuk (PIK), Jakarta Utara, Minggu (9/11/25), untuk memperingati satu tahun perjalanan Si Mian Fo  ikon spiritual yang kini menjadi simbol harmoni baru di ibu kota.

Acara yang berlangsung sejak sore hari itu menghadirkan suasana khidmat sekaligus meriah. Lautan lentera, aroma dupa, dan lantunan paritta menciptakan nuansa damai di tengah modernitas kawasan PIK.

Perayaan ini dihadiri jajaran pejabat Kementerian Agama RI, termasuk Direktur Urusan Pendidikan Agama Buddha dan Sesdirjen Bimas Buddha, serta perwakilan dari Agung Sedayu Group dan Salim Group. Sejumlah pimpinan majelis, vihara, yayasan, serta tokoh lintas komunitas juga turut hadir, menandai bahwa keberadaan Si Mian Fo telah melampaui sekat keagamaan dan sosial.

Upacara doa bersama dipimpin oleh YM Bhikkhu Khanit Sannano Mahathera bersama sekitar 40 bhikkhu Sangha dan suhu. Dalam suasana penuh keteduhan, umat memanjatkan doa untuk kedamaian dan kemakmuran bangsa.

“Perjalanan satu tahun ini bukan hanya ritual spiritual, tapi perjalanan batin yang menyatukan umat lintas aliran. Si Mian Fo menjadi cahaya yang menuntun banyak hati,” ujar Ketua Panitia, Parlin, kepada wartawan.

Rangkaian upacara juga dipimpin oleh KRT Romo Asun Gotama, yang menekankan makna reflektif dari momentum tersebut — tentang pentingnya menjaga keseimbangan batin di tengah hiruk pikuk kehidupan urban.

Menurut Agung Sedayu Group, Si Mian Fo dibangun pada 2024 dengan filosofi empat kebajikan agung: cinta kasih (metta), belas kasih (karuna), simpati (mudita), dan keseimbangan batin (upekkha). Kini, tempat ibadah yang menjulang di tepi sungai itu telah menjadi destinasi religi sekaligus wisata spiritual yang ramai dikunjungi masyarakat.

Lebih dari sekadar tempat sembahyang, Si Mian Fo kini tumbuh sebagai ruang perjumpaan nilai — antara spiritualitas, budaya, dan kemajuan kota. Di tengah gemerlap PIK, ribuan umat menemukan kembali ketenangan: bahwa kedamaian sejati tak pernah jauh, hanya perlu hati yang diam dan terbuka untuk merasakannya. ***

 

Penulis: M Chair

Berita Terkait

Dr. Renni Yuniati, Dokter yang Menjembatani Riset, Pendidikan, dan Industri Kosmetik Indonesia
Rumah Paritrana Resmi Dibuka di Sukoharjo, Hadirkan Terapi Tradisional dan Jamu Nusantara
Haji Ninong Cerita Stamina Meningkat Usai Imunoterapi Dokter Terawan
Di Tengah Ledakan AI, Theresia Dewi Ingatkan Perusahaan: Kantor Harus Jadi Ruang untuk Berpikir
Kongres PATPI 2026 Tetapkan Prof Feri Kusnandar sebagai Ketua Umum
Perwatusi Gaspol, Cetak Instruktur Senam untuk Jaga Tulang Lansia Tetap Sehat
STI Bawa Shantui ke Mining Expo 2026, Bidik Efisiensi Biaya Operasional Tambang
Gubernur Maluku Apresiasi Ketua Presidium PP PMKRI Terpilih, Siap Hadiri Pelantikan
Temukan berita-berita terbaru dan terpercaya dari OKJAKARTA.COM di GOOGLE NEWS. Untuk Mengikuti silahkan tekan tanda bintang.

Berita Terkait

Minggu, 4 Oktober 2026 - 19:13 WIB

Dr. Renni Yuniati, Dokter yang Menjembatani Riset, Pendidikan, dan Industri Kosmetik Indonesia

Selasa, 29 September 2026 - 21:02 WIB

Rumah Paritrana Resmi Dibuka di Sukoharjo, Hadirkan Terapi Tradisional dan Jamu Nusantara

Selasa, 29 September 2026 - 12:51 WIB

Haji Ninong Cerita Stamina Meningkat Usai Imunoterapi Dokter Terawan

Selasa, 29 September 2026 - 12:02 WIB

Di Tengah Ledakan AI, Theresia Dewi Ingatkan Perusahaan: Kantor Harus Jadi Ruang untuk Berpikir

Senin, 21 September 2026 - 12:00 WIB

Kongres PATPI 2026 Tetapkan Prof Feri Kusnandar sebagai Ketua Umum

Berita Terbaru

Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif (Kementerian Ekraf) membekali 33 pelaku usaha fesyen di Tangerang Selatan, Banten, dengan strategi pengembangan bisnis dan penerapan fesyen berkelanjutan. Pelatihan ini ditujukan untuk meningkatkan daya saing produk lokal sekaligus memperkuat ekosistem industri kreatif di daerah.

Bisnis Ekonomi

Kementerian Ekraf Bekali 33 Pelaku Usaha Fesyen Tangsel

Sabtu, 17 Okt 2026 - 07:44 WIB

Foto: Lurah Senen Ilyan Adi Bayu.

Kelurahan

Lurah Senen Bayu: Penertiban Pasar untuk Jaga Kenyamanan Warga

Jumat, 16 Okt 2026 - 21:48 WIB