Rumah Paritrana Resmi Dibuka di Sukoharjo, Hadirkan Terapi Tradisional dan Jamu Nusantara

- Jurnalis

Selasa, 29 September 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: Peresmian Rumah Paritrana di Kelurahan Gayam, Sukoharjo, Jawa Tengah, ditandai dengan pembukaan pita oleh sejumlah tokoh yang hadir, Senin.

Foto: Peresmian Rumah Paritrana di Kelurahan Gayam, Sukoharjo, Jawa Tengah, ditandai dengan pembukaan pita oleh sejumlah tokoh yang hadir, Senin.

SUKOHARJO – Rumah Paritrana resmi dibuka di Kelurahan Gayam, Sukoharjo, Jawa Tengah, Senin Kemarin (28/9/2026). Kehadiran rumah kesehatan berbasis kearifan lokal tersebut mendapat sambutan masyarakat yang antusias mencoba sejumlah layanan, mulai dari terapi pijat hingga sauna rempah.

Rumah Paritrana yang berlokasi di RT 01/RW 10 itu didirikan oleh Ikatan Paritrana Indonesia (IPI). Tempat tersebut mengusung konsep kesehatan tradisional dengan memanfaatkan bahan-bahan dan resep warisan Nusantara.

Ketua IPI sekaligus penanggung jawab Rumah Paritrana, Bagus Hartawan, mengatakan pendirian Rumah Paritrana merupakan bagian dari upaya menghadirkan wisata kebugaran yang dapat diakses masyarakat.

“Rumah Paritrana dibangun dalam rangka mengusung gaya hidup sehat, yang bertujuan sebagai ajang wisata nusantara yang tentunya diharapkan akan bermanfaat untuk masyarakat secara kesehatan jasmani dan rohani dengan penanganan secara tradisional,” kata Bagus.

Menurut dia, Rumah Paritrana nantinya tidak hanya menyediakan layanan terapi tradisional. IPI juga menyiapkan kafe jamu yang menyajikan minuman berbahan rempah Nusantara.

“Kita menggunakan ramuan-ramuan tradisional warisan leluhur Nusantara. Jadi dengan didirikannya Rumah Paritrana ini, semoga bisa menjadi kebermanfaatan bagi masyarakat secara pengobatan tradisional dengan resep-resep warisan dari Nusantara,” ujarnya.

“Di sini nanti kita juga buka cafe jamu, dengan menu resep-resep dari warisan Nusantara yang dilengkapi dengan terapis-terapis yang sudah berpengalaman, sekaligus layanan sauna dengan rempah yang berfungsi sebagai detoksifikasi,” sambung Bagus.

Peresmian Rumah Paritrana turut dihadiri Komandan Kodim (Dandim) 0726/Sukoharjo Letkol Inf Reza Sahputra, S.E. Selain memberikan dukungan, Reza juga mencoba minuman berbahan rempah yang menjadi salah satu menu kesehatan di Café Yuge-Yuge Rumah Paritrana.

Reza menyambut baik kehadiran Rumah Paritrana di wilayah Sukoharjo. Menurut dia, keberadaan tempat tersebut dapat menjadi salah satu pilihan masyarakat yang ingin memanfaatkan pengobatan alternatif berbasis jamu.

“Kita telah membuka Rumah Paritrana. Saya selaku Dandim Sukoharjo menyambut baik Rumah Paritrana ini, di mana menjadi tempat pengobatan bagi masyarakat di Sukoharjo. Pengobatannya secara alternatif jamu, sehingga proses penyembuhan itu dari tubuh,” kata Reza.

Ia juga menyampaikan ucapan selamat atas berdirinya Rumah Paritrana dan berharap fasilitas tersebut dapat memberikan manfaat bagi masyarakat.

“Saya mengucapkan selamat atas dibukanya Rumah Paritrana ini di kawasan Sukoharjo, semoga masyarakat bisa berobat atau menikmati tempat ini sebagai sarana penyembuhan ataupun pengobatan bagi yang membutuhkan,” ujarnya.

Dinilai Angkat Kearifan Lokal

Dukungan terhadap kehadiran Rumah Paritrana juga disampaikan Rektor Universitas Darul Ulum Islamic Centre Sudirman Guppi (UNDARIS), Dr. Drs. H. Hono Sejati, S.H., M.Hum.

Hono menilai langkah IPI membuka Rumah Paritrana merupakan bentuk inovasi yang adaptif terhadap kebutuhan masyarakat, khususnya dalam pemanfaatan kearifan lokal di bidang kesehatan.

“Artinya apa, adaptif itu di tengah-tengah masyarakat yang serba membutuhkan tentang kesehatan, tetapi IPI hadir memenuhi kearifan lokal. Kearifan lokal adalah pengobatan non medis yang sangat diperlukan, sangat dibutuhkan,” katanya.

Menurut Hono, pemanfaatan pengobatan berbasis kearifan lokal juga kembali mendapat perhatian di berbagai negara.

“Bahkan saat ini negara-negara maju seperti Cina pun kembali kepada kearifan lokal. Back to basic nenek moyang,” ujarnya.

Namun, dia menilai pengembangan kearifan lokal tetap membutuhkan dukungan regulasi dan kebijakan pemerintah.

Hono mendorong IPI membangun komunikasi dengan lembaga legislatif maupun eksekutif agar keberadaan dan pengembangan Rumah Paritrana dapat memperoleh dukungan yang diperlukan.

“Perlu adanya audiensi IPI dengan anggota dewan, bagaimana untuk IPI ini bisa berkembang dari adanya dukungan dari legislatif juga termasuk eksekutif itu sangat diperlukan, maka diperbanyak sosialisasi, diperbanyak silaturahmi, terkait dengan apa yang dikerjakan,” pungkasnya.

(Helmi AR)

Berita Terkait

Haji Ninong Cerita Stamina Meningkat Usai Imunoterapi Dokter Terawan
Di Tengah Ledakan AI, Theresia Dewi Ingatkan Perusahaan: Kantor Harus Jadi Ruang untuk Berpikir
Kongres PATPI 2026 Tetapkan Prof Feri Kusnandar sebagai Ketua Umum
Perwatusi Gaspol, Cetak Instruktur Senam untuk Jaga Tulang Lansia Tetap Sehat
STI Bawa Shantui ke Mining Expo 2026, Bidik Efisiensi Biaya Operasional Tambang
Gubernur Maluku Apresiasi Ketua Presidium PP PMKRI Terpilih, Siap Hadiri Pelantikan
SPPG Gunungendut 3 Bantu Renovasi PAUD KB Nurul Ihsan melalui Program Kemitraan
Hamdani Ditunjuk sebagai Pj DPD NPI, Organisasi Perkuat Konsolidasi dan Kesinambungan Kepengurusan
Temukan berita-berita terbaru dan terpercaya dari OKJAKARTA.COM di GOOGLE NEWS. Untuk Mengikuti silahkan tekan tanda bintang.

Berita Terkait

Selasa, 29 September 2026 - 21:02 WIB

Rumah Paritrana Resmi Dibuka di Sukoharjo, Hadirkan Terapi Tradisional dan Jamu Nusantara

Selasa, 29 September 2026 - 12:51 WIB

Haji Ninong Cerita Stamina Meningkat Usai Imunoterapi Dokter Terawan

Selasa, 29 September 2026 - 12:02 WIB

Di Tengah Ledakan AI, Theresia Dewi Ingatkan Perusahaan: Kantor Harus Jadi Ruang untuk Berpikir

Senin, 21 September 2026 - 12:00 WIB

Kongres PATPI 2026 Tetapkan Prof Feri Kusnandar sebagai Ketua Umum

Minggu, 20 September 2026 - 11:12 WIB

Perwatusi Gaspol, Cetak Instruktur Senam untuk Jaga Tulang Lansia Tetap Sehat

Berita Terbaru

Foto: Wali Kota Administrasi Jakarta Timur, Munjirin, menyerahkan penghargaan kepada majelis taklim yang meraih hasil terbaik dalam pembinaan majelis taklim tingkat Kota Administrasi Jakarta Timur Tahun 2026, Selasa (29/9/2026).

Wali Kota Jakarta Pusat

Raih Nilai Tertinggi, Al Fajar Munjul Jadi Wakil Jaktim di Tingkat DKI

Selasa, 29 Sep 2026 - 21:16 WIB

Advertorial

Toko Dani Blok Aneka Jaya

Selasa, 29 Sep 2026 - 17:37 WIB

Foto: PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk memastikan festival musik elektronik internasional “Scream or Dance 2026” tidak akan diselenggarakan di kawasan Taman Impian Jaya Ancol. (Istimewa)

Mertopolitan

Ancol Pastikan Scream or Dance 2026 Tak Digelar di Kawasan Ancol

Selasa, 29 Sep 2026 - 17:33 WIB