Di Tengah Ledakan AI, Theresia Dewi Ingatkan Perusahaan: Kantor Harus Jadi Ruang untuk Berpikir

- Jurnalis

Selasa, 29 September 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: Konsep Community-Based Design menawarkan pendekatan baru dalam merancang ruang kerja yang tidak hanya berorientasi pada fungsi, tetapi juga membangun interaksi, kolaborasi, dan komunitas di lingkungan kerja

Foto: Konsep Community-Based Design menawarkan pendekatan baru dalam merancang ruang kerja yang tidak hanya berorientasi pada fungsi, tetapi juga membangun interaksi, kolaborasi, dan komunitas di lingkungan kerja

JAKARTA — Kecerdasan buatan (AI) perlahan mengubah wajah dunia kerja. Ketika pekerjaan rutin mulai dapat diambil alih teknologi, fungsi kantor pun dituntut mengalami perubahan.

Kantor tidak lagi cukup dipandang sebagai tempat bekerja, melainkan ruang yang harus mampu menjaga fokus, membangun kolaborasi, sekaligus menjadi tempat manusia menghasilkan gagasan yang tidak mudah digantikan mesin.

Pandangan itu disampaikan Theresia Dewi, Project Consultant General Manager Vinoti, dalam talkshow “ROOM TO THINK: Designing Workspaces for the AI Era” yang diinisiasi Vinoti | VIVERE Commercial.

Menurut Theresia, tantangan perusahaan di tengah perkembangan AI bukan sekadar bagaimana menyediakan perangkat teknologi terbaru. Hal yang tak kalah penting adalah memastikan lingkungan kerja mampu mengurangi beban kognitif pekerja.

“Investasi IT jelas harus dilakukan untuk menggantikan fungsi rutinitas dengan robotik, pengurangan beban, dan efisiensi. Tetapi yang saat ini dilakukan tim Corporate Real Estate (CRE) adalah mencari bentuk yang paling sesuai dengan arah perusahaan dan kebutuhan ruang fokus, ruang kerja, kolaborasi, dan lain-lain,” ujar Theresia.

Theresia mengatakan, transformasi digital semestinya berjalan beriringan dengan transformasi ruang kerja. Sebab, semakin banyak aktivitas pekerjaan berpindah ke layar, semakin besar pula kebutuhan terhadap ruang yang memungkinkan pekerja beristirahat dari distraksi digital.

Data Steelcase Global Employee Research 2025 dan WorkSpace Futures (Gallup 2024–2025) menunjukkan 78 persen pemimpin di bidang fasilitas dan real estat berencana mendesain ulang tempat kerja dalam dua hingga tiga tahun mendatang sebagai dampak integrasi AI.

Sementara itu, riset Steelcase mencatat sekitar 59 persen hari kerja karyawan dihabiskan di depan layar, baik untuk pekerjaan maupun rapat daring.

Kondisi tersebut memunculkan fenomena living on screen, ketika layar menjadi bagian dominan dalam aktivitas profesional sehari-hari. Di saat yang sama, kemampuan untuk mempertahankan fokus menghadapi tantangan akibat berbagai distraksi dan tekanan kerja.

Bukan Sekadar Mempercantik Kantor

Theresia menilai respons perusahaan terhadap persoalan tersebut tidak cukup dilakukan dengan mempercantik interior atau menambahkan elemen dekoratif.

Menurut dia, desain tempat kerja harus berangkat dari pemahaman terhadap perilaku dan kebutuhan pengguna.

Vinoti kemudian menerjemahkan konsep tersebut melalui pendekatan community-based design. Dalam pendekatan ini, ruang tidak dibuat seragam, tetapi disusun berdasarkan karakter pekerjaan, komunitas, serta lingkungan masing-masing pengguna.

“Penyesuaian kriteria pekerjaan, komunitas, dan lingkungan akan membentuk pola tersendiri dengan mengadaptasi kebutuhan dari masing-masing user-nya,” jelasnya.

Dengan pendekatan tersebut, ruang fokus, ruang kolaborasi, ruang pertemuan hingga ruang sosial dapat memiliki fungsi yang lebih jelas. Tujuannya bukan hanya menciptakan kantor yang menarik secara visual, tetapi juga membantu pekerja mengelola energi dan konsentrasi.

Desain Harus Mengikuti Kultur Perusahaan

Konsep Workplace Districts yang diperkenalkan Steelcase—mulai dari City Center, Neighborhoods, Business District, Urban Parks, hingga University District—menawarkan gambaran bagaimana ruang kerja dapat dibentuk berdasarkan kebutuhan aktivitas.

Namun, Theresia menilai penerapannya di Indonesia tidak bisa dilakukan secara mentah. Kultur organisasi dan karakter perusahaan tetap menjadi faktor penting.

“Untuk culture implementasi di Indonesia lebih disesuaikan dengan cara kerja masing-masing company,” katanya.

Theresia memetakan City Center lebih relevan dengan perusahaan multinasional maupun perusahaan nasional yang berada di kawasan pusat bisnis atau CBD.

Sementara Neighborhoods dapat diterapkan pada perusahaan privat maupun kantor hukum yang membutuhkan lebih banyak ruang tertutup untuk pekerjaan yang membutuhkan konsentrasi.

Adapun konsep University District dapat dikembangkan oleh perusahaan besar yang memiliki fasilitas pelatihan internal, maupun institusi pendidikan dan organisasi yang membutuhkan ruang pembelajaran.

Namun, transformasi ruang kerja juga menghadapi tantangan dari sisi budaya organisasi.

Theresia menyebut tingkat kematangan pekerja yang belum merata dapat menjadi salah satu kendala dalam penerapan community-based design. Ruang yang dirancang untuk fokus, misalnya, berpotensi disalahartikan sebagai bentuk perilaku antisosial apabila tidak dibarengi pemahaman bersama.

“Bagian sosial ini memang menjadi salah satu kendala dari para pemilik perusahaan lokal untuk menerapkan community-based design apabila pekerja mereka belum dewasa atau matang. Maka perlu diimbangi dengan pengembangan dan perubahan kultur dari organisasi perusahaan tersebut,” tegasnya.

Ketika AI Mengambil Alih Eksekusi

Menurut Theresia, kemampuan perusahaan untuk beradaptasi menjadi semakin penting ketika perkembangan teknologi berlangsung cepat.

Perusahaan, kata dia, tidak cukup hanya mengikuti tren teknologi, tetapi harus mampu membaca perubahan perilaku manusia dan kebutuhan organisasi.

“Jangan mengulangi kesalahan yang dilakukan salah satu brand ponsel terhadap pesaing smartphone-nya yang berkembang sangat pesat, di mana yang satu akhirnya mati,” pungkas Theresia.

Talkshow tersebut juga menghadirkan Bingah Suseno, Principal of TULA Interiors, yang memberikan perspektif dari sisi desain.

Diskusi pada akhirnya mengarah pada satu pertanyaan penting bagi pemilik bisnis dan desainer interior: jika AI semakin banyak mengambil alih pekerjaan eksekusi dan otomasi, apa yang harus dikembalikan oleh kantor kepada manusia?

Jawabannya bukan semata-mata meja, kursi atau teknologi.

Kantor dituntut menjadi ruang untuk berpikir, ruang untuk bertukar gagasan, ruang untuk berdebat secara sehat, sekaligus ruang untuk membangun kembali rasa sebagai sebuah komunitas.

Melalui wadah Design For Life (DFL), Vinoti juga akan menggelar kegiatan kolaboratif pada Oktober mendatang dengan menghadirkan pakar dari AWS, Zoom, serta desainer Aedas untuk membahas perkembangan dan arah workplace di era AI.

Vinoti | VIVERE Commercial, bagian dari VIVERE Group, merupakan penyedia solusi komersial yang menghadirkan solusi terintegrasi untuk kebutuhan workplace dan ruang komersial. Dengan dukungan berbagai global partner brands, termasuk Steelcase, Vinoti menggabungkan produk, insight berbasis riset, serta kebutuhan bisnis dan pengguna dalam merancang ruang kerja.

(Helmi AR)

Berita Terkait

Haji Ninong Cerita Stamina Meningkat Usai Imunoterapi Dokter Terawan
Kongres PATPI 2026 Tetapkan Prof Feri Kusnandar sebagai Ketua Umum
Perwatusi Gaspol, Cetak Instruktur Senam untuk Jaga Tulang Lansia Tetap Sehat
STI Bawa Shantui ke Mining Expo 2026, Bidik Efisiensi Biaya Operasional Tambang
Gubernur Maluku Apresiasi Ketua Presidium PP PMKRI Terpilih, Siap Hadiri Pelantikan
SPPG Gunungendut 3 Bantu Renovasi PAUD KB Nurul Ihsan melalui Program Kemitraan
Hamdani Ditunjuk sebagai Pj DPD NPI, Organisasi Perkuat Konsolidasi dan Kesinambungan Kepengurusan
Hari Anak Indonesia 2026, Indonesia Siap Jadi Tuan Rumah Festival Video Anak ASEAN 2027
Temukan berita-berita terbaru dan terpercaya dari OKJAKARTA.COM di GOOGLE NEWS. Untuk Mengikuti silahkan tekan tanda bintang.

Berita Terkait

Selasa, 29 September 2026 - 12:51 WIB

Haji Ninong Cerita Stamina Meningkat Usai Imunoterapi Dokter Terawan

Selasa, 29 September 2026 - 12:02 WIB

Di Tengah Ledakan AI, Theresia Dewi Ingatkan Perusahaan: Kantor Harus Jadi Ruang untuk Berpikir

Senin, 21 September 2026 - 12:00 WIB

Kongres PATPI 2026 Tetapkan Prof Feri Kusnandar sebagai Ketua Umum

Minggu, 20 September 2026 - 11:12 WIB

Perwatusi Gaspol, Cetak Instruktur Senam untuk Jaga Tulang Lansia Tetap Sehat

Selasa, 15 September 2026 - 21:15 WIB

STI Bawa Shantui ke Mining Expo 2026, Bidik Efisiensi Biaya Operasional Tambang

Berita Terbaru