Batam — TNI Angkatan Laut memimpin pemeriksaan gabungan terhadap kapal motor KM Polo yang ditemukan terdampar tanpa awak di perairan Pulau Pekajang (Cibia), Kabupaten Lingga. Pemeriksaan dilakukan sebagai tindak lanjut laporan warga setempat yang pertama kali menemukan kapal tersebut.
Tim gabungan yang dipimpin Lanal Dabo Singkep bergerak ke lokasi menggunakan kapal Patroli Sea Rider setelah menggelar apel kesiapan bersama sejumlah instansi terkait. Langkah ini dilakukan untuk memastikan kondisi kapal, muatan, serta mengidentifikasi potensi pelanggaran hukum di wilayah perairan tersebut.
Hasil pemeriksaan awal menunjukkan KM Polo berada dalam kondisi tidak laik operasi. Sejumlah fasilitas keselamatan, termasuk sekoci, tidak ditemukan, sementara crane sekoci dilaporkan rusak. Reling kapal patah dan badan kapal mengalami korosi. Di dalam palka, petugas mendapati sembilan kontainer berukuran 45 feet dalam keadaan tertutup serta satu kontainer 20 feet terbuka yang berisi tali karung.
Kondisi anjungan kapal juga dinilai memprihatinkan. Peralatan navigasi sangat minim dan hanya ditemukan sebuah kompas. Ruang awak kapal, dapur, hingga kamar mesin tampak tidak terawat, berbau menyengat, dengan sebagian mesin terendam air bercampur oli.
Meski ditemukan sejumlah dokumen kapal, seperti Ship’s Log Book, Radio Log Book, hingga Crew List yang mencantumkan enam awak, tidak satu pun kru berada di lokasi saat pemeriksaan berlangsung. Situasi tersebut menguatkan dugaan bahwa kapal telah lama ditinggalkan.
TNI Angkatan Laut menyatakan pemeriksaan gabungan ini merupakan bagian dari komitmen menjaga keamanan dan keselamatan perairan nasional, sekaligus menindaklanjuti laporan masyarakat guna mencegah potensi pelanggaran hukum laut di wilayah Kepulauan Riau.
Matyadi



































