Menko PMK: Edukasi Digital dan AI Bukan Hanya Tugas Orang Tua dan Guru

- Jurnalis

Kamis, 12 Februari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Pratikno menegaskan edukasi penggunaan teknologi digital dan kecerdasan artifisial (AI) tidak bisa semata dibebankan kepada orang tua dan guru.

Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Pratikno menegaskan edukasi penggunaan teknologi digital dan kecerdasan artifisial (AI) tidak bisa semata dibebankan kepada orang tua dan guru.

Jakarta — Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Pratikno menegaskan edukasi penggunaan teknologi digital dan kecerdasan artifisial (AI) tidak bisa semata dibebankan kepada orang tua dan guru. Ia menyebut pengembang teknologi juga harus memikul tanggung jawab yang sama.

Hal itu disampaikan Pratikno dalam peringatan Safer Internet Day 2026 bertajuk Bijak Cerdas Berdigital dan Ber-AI di Kantor Kemenko PMK, Rabu (11/2).

Penggunaan teknologi digital dan AI tidak ada pilihan, harus digunakan. Karena itu, tanggung jawab pengembang teknologi menjadi sangat penting,” kata Pratikno.

Ia mengingatkan keberhasilan edukasi digital bukan diukur dari banyaknya panduan yang dibuat, melainkan sejauh mana panduan tersebut benar-benar digunakan oleh guru, orang tua, dan anak-anak.

Targetnya bukan Anda sudah membuat panduan, tetapi sejauh mana orang Indonesia menggunakannya. Bukan hanya dibuat, tapi digunakan,” ujarnya.
Pratikno menekankan pembangunan manusia Indonesia bertujuan mencetak sumber daya manusia (SDM) unggul dan tangguh, sehat secara fisik, mental, moral, sosial, dan spiritual. Menurutnya, kecerdasan tanpa kesehatan mental dan karakter kuat akan kehilangan makna di tengah disrupsi digital.

Ia juga mengajak platform digital global untuk berperan lebih aktif menciptakan teknologi yang mendukung edukasi secara masif dan berkelanjutan.
“Kami di pemerintah sangat berkepentingan karena urusan pembangunan manusia semuanya terdisrupsi teknologi digital dan AI,” katanya.

Dalam kesempatan yang sama, Kepala Hubungan Pemerintahan dan Kebijakan Publik YouTube Asia Tenggara Danny Ardianto menyampaikan komitmen perusahaan dalam melindungi anak di ruang digital.

Ia menyebut YouTube kini menjadi ruang pembelajaran yang dipercaya 96 persen guru di Indonesia dan terus diperkuat melalui kolaborasi dengan Kemenko PMK, termasuk lewat inisiatif AKSI Digital.
Deputi Bidang Koordinasi Peningkatan Kualitas Keluarga dan Kependudukan Kemenko PMK Woro Srihastuti Sulistyaningrum mengungkapkan sekitar 41 persen anak usia dini telah mengakses internet tanpa pendampingan optimal dari orang tua.

Menurut Woro, Kemenko PMK mendorong pengurangan screen time dan peningkatan green time melalui Gerakan Satu Jam Berkualitas Bersama Keluarga yang akan dimulai pada Ramadan mendatang.
Sementara itu, Deputi Bidang Koordinasi Penguatan Karakter dan Jati Diri Bangsa Warsito mengatakan gerakan bijak berdigital harus menjadi budaya, bukan sekadar program.

Regulasi sudah disiapkan, namun ekosistem dan kolaborasi multipihak menjadi kunci,” ujar Warsito.
Konten kreator Parentalk.id Ario Pratomo menilai pendekatan terhadap anak di ruang digital tidak cukup hanya dengan pembatasan. Orang tua perlu hadir sebagai pendamping.

Anak bukan hanya dibatasi, tetapi perlu ditemani,” kata Ario.
Hal senada disampaikan Kepala Divisi Psikiatri Anak dan Remaja FKUI-RSCM Tjhin Wiguna. Ia menjelaskan kontrol diri anak secara biologis belum berkembang sempurna sehingga membutuhkan pendampingan.

Pola asuh digital yang tepat adalah orang tua menjadi co-user, bukan solo user,” ujarnya.
Dalam rangka Safer Internet Day 2026, Kemenko PMK bersama Mendukbangga, Menteri PPPA, Google, dan YouTube meluncurkan AKSI Digital (Anak & Keluarga Sigap Digital), termasuk Program Percontohan Youth Champions dan seri konten edukasi yang melibatkan 10 kreator.

Melalui Google.org, Google juga menyalurkan dana US$5 juta untuk mendukung kesejahteraan digital anak muda di Asia Tenggara, termasuk Indonesia, dengan target menjangkau lebih dari 300 ribu remaja, orang tua, dan guru.

Berita Terkait

RRI Resmi Jadi Lembaga Penguji UKW Siber, Dorong Profesionalisme Pers Digital
PWNU Tanah Papua Minta Kebijakan Khusus PBNU, Soroti Tantangan Pengembangan Organisasi di Enam Provinsi Papua
Kematian Ibu Hamil di Intan Jaya Picu Desakan Investigasi Independen dan Evaluasi Keamanan Papua
Khitan Massal Istiqlal Bernuansa Betawi, 110 Anak Yatim dan Dhuafa Ikut Layanan Terpadu
Nusantara Centre Angkat Warisan Pemikiran M.H. Thamrin Jelang HUT ke-81 RI
Polda Metro Jaya Sabet Penghargaan Tertinggi Kepolisian dari Presiden pada Hari Bhayangkara ke-80
Habib Syakur Kritik Rencana Aksi BEM UI pada Hari Bhayangkara ke-80: Jangan Bangun Narasi yang Melemahkan Kepercayaan Publik terhadap Polri
Dekan FKM Unhas Perkuat Kolaborasi One Health Indo-Pasifik di Simposium Internasional Australia
Temukan berita-berita terbaru dan terpercaya dari OKJAKARTA.COM di GOOGLE NEWS. Untuk Mengikuti silahkan tekan tanda bintang.

Berita Terkait

Rabu, 8 Juli 2026 - 01:25 WIB

RRI Resmi Jadi Lembaga Penguji UKW Siber, Dorong Profesionalisme Pers Digital

Minggu, 5 Juli 2026 - 22:03 WIB

PWNU Tanah Papua Minta Kebijakan Khusus PBNU, Soroti Tantangan Pengembangan Organisasi di Enam Provinsi Papua

Minggu, 5 Juli 2026 - 21:20 WIB

Kematian Ibu Hamil di Intan Jaya Picu Desakan Investigasi Independen dan Evaluasi Keamanan Papua

Minggu, 5 Juli 2026 - 20:30 WIB

Khitan Massal Istiqlal Bernuansa Betawi, 110 Anak Yatim dan Dhuafa Ikut Layanan Terpadu

Minggu, 5 Juli 2026 - 08:41 WIB

Nusantara Centre Angkat Warisan Pemikiran M.H. Thamrin Jelang HUT ke-81 RI

Berita Terbaru