KEK Singhasari Gandeng IIM Bangalore, Pemerintah Dorong SDM Unggul Demi Kejar Target Ekonomi 8%

- Jurnalis

Selasa, 7 Juli 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pemerintah terus memperkuat strategi pengembangan sumber daya manusia (SDM) sebagai fondasi utama untuk mencapai target pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 8 persen

Pemerintah terus memperkuat strategi pengembangan sumber daya manusia (SDM) sebagai fondasi utama untuk mencapai target pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 8 persen

JAKARTA  — Pemerintah terus memperkuat strategi pengembangan sumber daya manusia (SDM) sebagai fondasi utama untuk mencapai target pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 8 persen. Salah satu langkah yang ditempuh adalah memperluas kolaborasi antara kawasan ekonomi khusus (KEK), institusi pendidikan, dan dunia usaha guna menciptakan ekosistem investasi berbasis inovasi.

Komitmen tersebut ditandai dengan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) antara KEK Singhasari dan Indian Institute of Management (IIM) Bangalore di Jakarta, Senin (7/7). Penandatanganan kerja sama itu disaksikan Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Susiwijono Moegiarso yang mewakili Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto.

Susiwijono mengatakan target pertumbuhan ekonomi 8 persen tidak dapat dicapai hanya dengan menjaga laju pertumbuhan yang ada saat ini. Menurutnya, Indonesia membutuhkan investasi yang lebih besar, produktivitas yang lebih tinggi, inovasi yang semakin kuat, serta SDM yang mampu bersaing di tingkat global.

“Mempertahankan pertumbuhan ekonomi saja tidak cukup. Indonesia telah menetapkan target pertumbuhan ekonomi sebesar 8 persen, yang membutuhkan investasi yang lebih besar, produktivitas yang lebih tinggi, inovasi yang semakin kuat, serta sumber daya manusia yang berdaya saing global,” ujar Susiwijono.

Ia menjelaskan penguatan kualitas SDM tersebut sejalan dengan visi Asta Cita Presiden Prabowo Subianto yang menempatkan pendidikan, ilmu pengetahuan, teknologi, inovasi, dan transformasi digital sebagai prioritas pembangunan nasional. Karena itu, sinergi antara pemerintah, perguruan tinggi, dan sektor industri dinilai menjadi faktor penting dalam membangun sistem pendidikan yang mampu menjawab kebutuhan masa depan.

Dalam kesempatan yang sama, Susiwijono memaparkan transformasi Kawasan Ekonomi Khusus yang kini tidak lagi hanya difokuskan sebagai pusat industri dan investasi. KEK juga diarahkan menjadi pusat pendidikan, riset, inovasi, dan pengembangan talenta.

Hingga triwulan I 2026, sebanyak 25 KEK di Indonesia telah mencatatkan realisasi investasi kumulatif sebesar Rp353,3 triliun. Kawasan tersebut juga telah menyerap 266.688 tenaga kerja dengan total 471 pelaku usaha yang beroperasi.

Sebagai KEK pertama yang berfokus pada ekonomi digital, pendidikan, dan teknologi, KEK Singhasari terus memperluas jejaring internasional. Setelah sebelumnya menjalin kerja sama dengan King’s College London, kawasan ini kini menggandeng IIM Bangalore yang dikenal sebagai salah satu institusi pendidikan manajemen terbaik di Asia.

Kolaborasi tersebut diharapkan memperkuat transformasi KEK menjadi ekosistem yang mengintegrasikan investasi, pendidikan, teknologi, riset, dan pengembangan talenta sehingga mampu menciptakan nilai tambah ekonomi secara berkelanjutan.

Kerja sama dengan IIM Bangalore juga melengkapi sejumlah inisiatif kolaborasi Indonesia-India yang telah berjalan di KEK Singhasari, di antaranya melalui Cyber Defense Academy serta program Mumbai-Malang Creative Tech Corridor.

Hubungan strategis Indonesia dan India di sektor perdagangan, investasi, pendidikan, hingga teknologi juga terus menunjukkan tren positif. Pada 2025, nilai perdagangan bilateral kedua negara mencapai US$23,2 miliar, sementara sepanjang Januari hingga April 2026 telah mencapai US$7,9 miliar.

Susiwijono optimistis kemitraan tersebut akan menjadi tonggak penting dalam pengembangan SDM Indonesia sekaligus memperkuat kolaborasi antara dunia akademik dan industri.

“Saya yakin kemitraan ini akan menandai tonggak penting dalam pengembangan sumber daya manusia Indonesia, memperkuat ekosistem pendidikan tinggi kita, memperdalam kolaborasi akademisi dan industri, serta memastikan bahwa manfaat dari pengembangan KEK dapat diwujudkan dalam bentuk sumber daya manusia yang lebih unggul dan peluang yang lebih besar bagi generasi mendatang,” katanya.

Berita Terkait

Airlangga Ajak China Perkuat Investasi Berkualitas dan Perdagangan yang Lebih Seimbang
Ombudsman Soroti Dugaan Maladministrasi Kasus Pembakaran Santri di Lombok Tengah, Desak Evaluasi Pengawasan Pesantren
Kementerian UMKM Rangkul Pengemudi Ojol sebagai Pengusaha Mikro Lewat Nobar Piala Dunia 2026
MAPPI Dorong RUU Penilai Berjalan Seiring dengan RUU PFII, Penguatan Kepastian Hukum Dinilai Kunci Meningkatkan Kepercayaan Investor
Mendag Budi Santoso Dorong Epson Tingkatkan Ekspor, Manfaatkan 20 Perjanjian Dagang RI
AHY: Kenaikan Muka Air Laut Jadi Ancaman Peradaban, Infrastruktur Harus Adaptif
Pemerintah Luncurkan Gernas RANA, Perkuat Perlindungan Anak dari Kekerasan di Sekolah hingga Ruang Digital
Pratikno Minta Daerah Pimpin Percepatan Eliminasi Kusta, Tekankan Kolaborasi Lintas Sektor
Temukan berita-berita terbaru dan terpercaya dari OKJAKARTA.COM di GOOGLE NEWS. Untuk Mengikuti silahkan tekan tanda bintang.

Berita Terkait

Senin, 20 Juli 2026 - 12:13 WIB

Airlangga Ajak China Perkuat Investasi Berkualitas dan Perdagangan yang Lebih Seimbang

Jumat, 17 Juli 2026 - 17:49 WIB

Ombudsman Soroti Dugaan Maladministrasi Kasus Pembakaran Santri di Lombok Tengah, Desak Evaluasi Pengawasan Pesantren

Kamis, 16 Juli 2026 - 11:30 WIB

Kementerian UMKM Rangkul Pengemudi Ojol sebagai Pengusaha Mikro Lewat Nobar Piala Dunia 2026

Kamis, 16 Juli 2026 - 08:52 WIB

MAPPI Dorong RUU Penilai Berjalan Seiring dengan RUU PFII, Penguatan Kepastian Hukum Dinilai Kunci Meningkatkan Kepercayaan Investor

Rabu, 15 Juli 2026 - 12:23 WIB

Mendag Budi Santoso Dorong Epson Tingkatkan Ekspor, Manfaatkan 20 Perjanjian Dagang RI

Berita Terbaru