JAKARTA – Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) memperkuat peran lembaga inkubator usaha sebagai bagian dari strategi nasional untuk mencetak 10 juta wirausaha baru pada 2029. Langkah tersebut dinilai penting untuk meningkatkan kualitas kewirausahaan sekaligus mempersiapkan Indonesia menghadapi bonus demografi menuju Indonesia Emas 2045.
Deputi Bidang Kewirausahaan Kementerian UMKM, Riza Damanik, mengatakan pelaku usaha yang mengikuti program inkubasi memiliki peluang lebih besar untuk bertahan dan berkembang dibandingkan mereka yang membangun usaha tanpa pendampingan.
Menurutnya, lembaga inkubator berperan memberikan pendampingan menyeluruh mulai dari pengembangan ide bisnis, akses pembiayaan, pemasaran, sertifikasi, hingga standardisasi usaha.
“Melalui lembaga inkubator, calon wirausaha dapat memperoleh pendampingan, akses pembiayaan, pemasaran, sertifikasi, dan standardisasi yang dibutuhkan untuk memperkuat ekosistem kewirausahaan,” kata Riza dalam Talkshow UMKM Insight di Jakarta, Senin (29/6).
Ia menjelaskan, penguatan inkubator akan diintegrasikan dengan sejumlah program prioritas Kementerian UMKM, seperti Bursa Wirausaha Unggulan dan Program Kesejahteraan Produktif (Pro-Kesra Produktif). Integrasi tersebut diharapkan mampu mempercepat pencapaian target 10 juta wirausaha baru.
Selain itu, Kementerian UMKM juga tengah mengintegrasikan layanan pendampingan inkubasi ke dalam platform SAPA UMKM agar pelaku usaha di berbagai daerah dapat mengakses layanan pengembangan usaha secara lebih mudah, cepat, dan merata.
Di sisi lain, pemerintah juga meningkatkan kualitas proses inkubasi melalui penerapan standar pelatihan, sistem penilaian, serta pemeringkatan lembaga inkubator guna memperkuat kapasitas pendampingan bagi pelaku UMKM.
Dalam kesempatan yang sama, Head of BINUS Incubator Aloysius Bernanda Gunawan menilai minat berwirausaha banyak tumbuh sejak usia muda. Menurutnya, generasi muda memiliki kemampuan beradaptasi yang tinggi sehingga membutuhkan pendampingan yang tepat agar mampu membangun usaha sekaligus menciptakan lapangan kerja.
Sementara itu, Founder Kasisolusi Deryansha Azhary menekankan pentingnya pelatihan kewirausahaan yang aplikatif dan relevan dengan perkembangan bisnis saat ini, termasuk penguatan komunikasi, literasi, dan personal branding melalui platform digital.
Ia mengapresiasi kehadiran platform SAPA UMKM yang dinilai dapat memperluas akses pendampingan bagi pelaku usaha hingga ke berbagai daerah di Indonesia sehingga kesempatan untuk mengembangkan usaha menjadi lebih merata.




































