Menko Airlangga: Sinergi Pemerintah-Dunia Usaha Kunci Perkuat Ekonomi Nasional

- Jurnalis

Rabu, 5 Agustus 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menegaskan sinergi antara pemerintah dan dunia usaha menjadi kunci untuk memperkuat ketahanan ekonomi nasional di tengah dinamika ekonomi global yang masih diwarnai tekanan perdagangan, gejolak harga energi, dan volatilitas pasar keuangan.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menegaskan sinergi antara pemerintah dan dunia usaha menjadi kunci untuk memperkuat ketahanan ekonomi nasional di tengah dinamika ekonomi global yang masih diwarnai tekanan perdagangan, gejolak harga energi, dan volatilitas pasar keuangan.

MAKASAR –  Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menegaskan sinergi antara pemerintah dan dunia usaha menjadi kunci untuk memperkuat ketahanan ekonomi nasional di tengah dinamika ekonomi global yang masih diwarnai tekanan perdagangan, gejolak harga energi, dan volatilitas pasar keuangan.

Airlangga mengatakan perekonomian Indonesia masih menunjukkan ketahanan di tengah kondisi global tersebut. Sejumlah indikator ekonomi nasional dinilai tetap solid, mulai dari inflasi hingga aktivitas manufaktur dan pertumbuhan kredit perbankan.

Inflasi Indonesia tercatat 2,88 persen secara tahunan (yoy) pada Juli 2026, masih berada dalam sasaran 2,5 persen plus-minus 1 persen. Sementara itu, Purchasing Managers’ Index (PMI) manufaktur berada pada level ekspansif 50,2 pada Juli 2026.

Pertumbuhan kredit perbankan juga mencapai 12,67 persen secara tahunan pada Juni 2026. Adapun cadangan devisa Indonesia tercatat US$145,6 miliar atau setara 5,5 bulan impor.

“Outlook ekonomi dunia terlihat semakin membaik, dimana diproyeksikan naik dari 2,8 persen pada 2026 menjadi 3,1 persen pada 2027,” kata Airlangga dalam Rapat Kerja dan Konsultasi Nasional (Rakerkonas) APINDO ke-XXXV di Makassar, Rabu (5/8).
Menurut Airlangga, ketahanan ekonomi tersebut tidak terlepas dari berbagai kebijakan pemerintah untuk menjaga konsumsi domestik, memperkuat sektor prioritas, serta mendorong investasi dan penciptaan lapangan kerja.

Pemerintah, kata dia, juga terus mendorong program swasembada energi melalui B50, Biosolar bagi Nelayan, serta pengembangan bioetanol sebagai bahan bakar nabati.
Di sisi konsumsi, pemerintah memberikan sejumlah stimulus seperti diskon transportasi, bantuan pangan, THR bagi ASN, BHR bagi pengemudi ojek online, hingga program magang nasional.

Airlangga secara khusus meminta pelaku usaha yang tergabung dalam APINDO ikut terlibat dalam program magang nasional yang menyasar 150 ribu peserta.
“Pemerintah mendorong program magang untuk Gen Z. Itu magang 150.000 peserta. Dan saya minta beberapa perusahaan APINDO untuk ikut mendaftar,” ujarnya.
Ia menjelaskan peserta magang berasal dari kalangan mahasiswa Gen Z dan akan mendapatkan gaji dari pemerintah selama enam bulan.

Dorong Industri Padat Karya
Airlangga juga meminta dunia usaha memanfaatkan berbagai fasilitas pembiayaan yang telah disiapkan pemerintah untuk mendorong investasi dan penguatan industri padat karya.

Menurutnya, industri padat karya menjadi salah satu mesin utama pertumbuhan ekonomi nasional. Pemerintah telah menyediakan fasilitas kredit investasi maupun kredit modal kerja.

“Pemerintah sudah siapkan kredit untuk investasi maupun kredit modal kerja. Tinggal teman-teman dari APINDO untuk bagaimana mendorong para industri ini untuk memanfaatkan fasilitas yang diberikan oleh Pemerintah,” katanya.
Airlangga mengatakan investasi dari berbagai negara saat ini terus masuk ke Indonesia, termasuk di sektor tekstil.

Pemerintah juga mendorong industri domestik melakukan peremajaan mesin agar proses produksi menjadi lebih efisien.
Selain industri padat karya, pemerintah menyiapkan dua mesin pertumbuhan lainnya, yakni pengembangan industri semikonduktor dan ekonomi digital serta peningkatan produktivitas sumber daya manusia berbasis talenta.

Indonesia, kata Airlangga, terus memperkuat posisi dalam ekonomi digital global melalui percepatan digitalisasi dan pemanfaatan kecerdasan artifisial atau artificial intelligence (AI).

Indonesia sebelumnya menjadi salah satu penggagas percepatan negosiasi ASEAN Digital Economy Framework Agreement (DEFA). Indonesia juga resmi menjadi salah satu negara pendiri World Artificial Intelligence Cooperation Organization (WAICO) bersama 28 negara lainnya.

Langkah tersebut diharapkan membuka peluang investasi baru, khususnya di sektor pusat data atau data center.
Investasi dan Fiskal Tetap Dijaga
Di sektor investasi, pemerintah berkomitmen menjaga kepercayaan investor melalui kebijakan fiskal yang

prudent serta reformasi struktural.
Indonesia kembali mendapatkan afirmasi peringkat layak investasi dari S&P Global Ratings dengan outlook stabil. Airlangga menyebut hal tersebut menjadi sinyal positif di tengah penyesuaian outlook yang dilakukan sejumlah lembaga pemeringkat global.

Pemerintah juga berkomitmen menjaga defisit fiskal tetap dalam batas aman melalui pengelolaan APBN yang ekspansif namun terukur.

Selain itu, pemerintah menerbitkan Panda Bonds berdenominasi yuan yang mendapatkan peringkat AAA/Stable dari Lianhe Credit Rating. Instrumen tersebut diharapkan memperluas sumber pembiayaan sekaligus membuka akses Indonesia terhadap pasar keuangan internasional.

Pemerintah juga terus menjaga stabilitas harga pangan melalui percepatan penyaluran beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) serta bantuan pangan beras kepada masyarakat.

Sementara itu, pengembangan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) terus digenjot untuk memperkuat daya saing Indonesia. Hingga semester I 2026, realisasi investasi kumulatif di KEK mencapai Rp368 triliun dengan penyerapan tenaga kerja sebanyak 283.234 orang.

Pemerintah juga memperkuat ekosistem keuangan melalui pengembangan Bullion Bank.
Menuju Indonesia Incorporated
Airlangga menegaskan pemerintah tidak dapat bekerja sendiri dalam menghadapi tantangan ekonomi global. Menurutnya, kekuatan ekonomi nasional membutuhkan kolaborasi pemerintah, dunia usaha, dan Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

“Kita akan berjaya bukan hanya kalau pengusahanya bersatu, tetapi kalau pengusaha dan Pemerintah bersama-sama, juga dengan BUMN, itu yang namanya Indonesia Incorporated,” kata Airlangga.
Juru Bicara Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Haryo Limanseto menambahkan pemerintah akan terus memperkuat sinergi dengan dunia usaha agar berbagai kebijakan strategis dapat berjalan efektif dan memberikan dampak nyata bagi pertumbuhan ekonomi nasional.

“Pemerintah terus memastikan stabilitas makroekonomi tetap terjaga, iklim investasi semakin kondusif, serta reformasi regulasi dan transformasi ekonomi berjalan secara konsisten,” ujar Haryo.

Ia mengatakan kolaborasi pemerintah dan dunia usaha menjadi fondasi untuk meningkatkan daya saing nasional, memperluas kesempatan kerja, serta mencapai pertumbuhan ekonomi yang tinggi, inklusif, dan berkelanjutan.
Rakerkonas APINDO ke-XXXV turut dihadiri Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad, Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan, Menteri Ketenagakerjaan Yassierli, Menteri Hukum Supratman Andi Agtas, Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman, Ketua Umum APINDO Shinta W.

Kamdani, Ketua DPP APINDO Sulawesi Selatan Suhardi, serta Deputi Bidang Koordinasi Perniagaan dan Ekonomi Digital Ali Murtopo Simbolon.

Berita Terkait

bank bjb Catat Laba Semester I 2026 Melonjak 58,8 Persen, Aset Tembus Rp228,2 Triliun
Dies Natalis ke-70 PEFEB UI Jadi Ajang Konsolidasi Alumni dan Penguatan Jejaring
Dari Bali untuk Indonesia, Polaris Mixologist Competition 2026 Perkuat Industri Hospitality dan Pariwisata
Marina Ajak Perempuan Indonesia #SemakinBersinar, Siapkan Hadiah Mobil Listrik hingga iPhone 17
Airlangga: Kawasan Industri Jadi Motor Pertumbuhan Ekonomi Menuju 8 Persen
Kementerian UMKM: Perpres 38/2026 Jadi Fondasi Pengembangan Kewirausahaan Nasional
BRI Siap Jembatani Implementasi Kebijakan DHE SDA demi Menjaga Kelangsungan Industri
Kementerian UMKM-BPOM Luncurkan SAPA SEMESTA, Percepat Izin Edar Produk Pangan UMK
Temukan berita-berita terbaru dan terpercaya dari OKJAKARTA.COM di GOOGLE NEWS. Untuk Mengikuti silahkan tekan tanda bintang.

Berita Terkait

Rabu, 5 Agustus 2026 - 07:44 WIB

Menko Airlangga: Sinergi Pemerintah-Dunia Usaha Kunci Perkuat Ekonomi Nasional

Senin, 3 Agustus 2026 - 16:44 WIB

bank bjb Catat Laba Semester I 2026 Melonjak 58,8 Persen, Aset Tembus Rp228,2 Triliun

Senin, 3 Agustus 2026 - 16:26 WIB

Dies Natalis ke-70 PEFEB UI Jadi Ajang Konsolidasi Alumni dan Penguatan Jejaring

Senin, 3 Agustus 2026 - 10:38 WIB

Dari Bali untuk Indonesia, Polaris Mixologist Competition 2026 Perkuat Industri Hospitality dan Pariwisata

Senin, 3 Agustus 2026 - 09:48 WIB

Marina Ajak Perempuan Indonesia #SemakinBersinar, Siapkan Hadiah Mobil Listrik hingga iPhone 17

Berita Terbaru