Habib Syakur: Jokowi Tengah Siapkan Gibran Menuju Pilpres 2029, Prabowo Diminta Waspada

- Jurnalis

Selasa, 4 Agustus 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: Kolase, Joko Widodo (tengah) Gibran Rakabuming Raka (kiri) Prabowo Subianto (kanan). (Dok: Istimewa)

Foto: Kolase, Joko Widodo (tengah) Gibran Rakabuming Raka (kiri) Prabowo Subianto (kanan). (Dok: Istimewa)

JAKARTA – Inisiator Gerakan Nurani Kebangsaan (GNK), Habib Syakur Ali Mahdi Al Hamid, menilai pernyataan Presiden ke-7 RI Joko Widodo dalam Rapat Koordinasi Daerah (Rakorda) Partai Solidaritas Indonesia (PSI) di Kupang, Nusa Tenggara Timur, membuka ruang tafsir mengenai arah strategi politik jangka panjang yang tengah dipersiapkan.

Pandangan tersebut disampaikan Habib Syakur setelah mencermati pidato Jokowi dalam Rakorda PSI yang berlangsung pada Sabtu, 1 Agustus 2026. Menurutnya, pernyataan Jokowi mengenai adanya “target besar” yang belum diungkapkan kepada publik dapat dimaknai sebagai sinyal politik yang berkaitan dengan masa depan kepemimpinan nasional.

“Kalau saya tangkap, memang itu keinginan Pak Jokowi,” ujar Habib Syakur kepada wartawan pada Senin (3/8/2026).

Menurut Habib Syakur, salah satu kemungkinan yang dapat dibaca dari pernyataan tersebut adalah adanya upaya mempersiapkan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka sebagai figur yang berpotensi melanjutkan estafet kepemimpinan nasional pada masa mendatang.

Ia menilai, apabila Presiden Prabowo Subianto memiliki rencana kembali maju dalam Pemilihan Presiden 2029, maka dinamika politik yang melibatkan Gibran perlu menjadi perhatian seluruh kekuatan politik.

“Kalau Pak Prabowo masih berpikir akan maju lagi pada Pilpres 2029, maka Gibran patut diwaspadai. Gerakan politik Gibran tentu didukung penuh oleh Pak Jokowi,” kata Habib Syakur.

Menurutnya, dengan dukungan politik yang dimiliki Gibran, bukan tidak mungkin kontestasi politik nasional pada 2029 akan mempertemukan dua figur tersebut secara langsung.

“Ya begitu, Gibran tentu akan menjadi ancaman besar, bahkan bisa head to head dengan Prabowo nanti. Kalau mau waspada ya dari sekarang. Ingat, di Kabinet Merah Putih mayoritas orangnya Jokowi,” ujarnya.

Habib Syakur menilai pengaruh politik Joko Widodo hingga kini masih memiliki daya tarik yang signifikan di tengah masyarakat. Ia mengingatkan bahwa pada Pemilihan Presiden 2024, Jokowi menjadi salah satu faktor yang dinilai berkontribusi terhadap kemenangan pasangan Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka.

Saat itu, Gibran maju sebagai calon wakil presiden mendampingi Prabowo Subianto dan pasangan tersebut berhasil memenangkan Pilpres 2024.

Habib Syakur juga menyinggung sejumlah hasil survei yang pernah menunjukkan tingginya tingkat kepuasan dan elektabilitas Joko Widodo menjelang berakhirnya masa jabatannya sebagai presiden. Berdasarkan survei Indikator Politik Indonesia pada Januari 2024, tingkat elektabilitas Jokowi berada di kisaran 76 persen. Sementara survei Litbang Kompas pada Juni 2024 mencatat angka sekitar 75,6 persen.

Menurutnya, modal politik tersebut menjadi salah satu faktor yang membuat pengaruh Jokowi dinilai masih cukup besar dalam menentukan arah dukungan politik di tingkat nasional.

Pernyataan Habib Syakur tersebut merujuk pada pidato Joko Widodo saat menghadiri Rakorda PSI di Kupang. Dalam kesempatan itu, Jokowi menyampaikan bahwa target politik PSI tidak hanya sebatas memperoleh kursi di DPR RI.

“Kita bukan hanya target masuk Senayan, bukan itu. Ada target besar yang ingin kita capai, tapi nggak usah disampaikan di sini,” kata Jokowi dalam pidatonya.

Jokowi juga menegaskan bahwa pernyataannya bukan sekadar perkiraan tanpa dasar, melainkan didasarkan pada perhitungan politik yang menurutnya telah dilakukan secara matang.

“Kalau cenayang itu saya nggak mendahului dan sombong. Kita punya hitung-hitungan, kita punya kalkulasi, masuk,” ujar Jokowi.

Meski demikian, dalam pidatonya Jokowi tidak menjelaskan secara rinci apa yang dimaksud dengan “target besar” tersebut. Hingga kini belum terdapat penjelasan resmi yang mengaitkan pernyataan itu dengan pencalonan figur tertentu ataupun strategi menghadapi Pemilihan Presiden 2029.

Oleh karena itu, pandangan yang disampaikan Habib Syakur merupakan analisis dan penafsirannya terhadap pernyataan Jokowi, bukan pernyataan yang telah dikonfirmasi oleh Joko Widodo maupun Partai Solidaritas Indonesia.

Sejumlah pengamat politik sebelumnya juga menilai bahwa dinamika menuju Pemilu 2029 masih sangat terbuka. Konstelasi politik nasional diperkirakan masih akan dipengaruhi berbagai faktor, mulai dari perkembangan pemerintahan saat ini, konfigurasi partai politik, hingga tingkat dukungan publik terhadap tokoh-tokoh yang berpotensi maju dalam kontestasi mendatang.

Dengan demikian, berbagai pandangan yang berkembang saat ini masih merupakan bagian dari dinamika politik nasional yang akan terus berkembang seiring perjalanan waktu menuju agenda politik berikutnya.

Editor: Fahmy Nurdin

Berita Terkait

KPBI Serahkan Usulan RUU Perlindungan Pekerja Perfilman ke DPR RI, Dorong Kepastian Hukum dan Reformasi Ketenagakerjaan Industri Kreatif
Oknum Anggota Polres Jayapura Diduga Rusak Ponsel Jurnalis Saat Liputan Aksi Damai, Kapolres Minta Maaf dan Janji Evaluasi
PWNU Kalimantan Utara Nyatakan Dukungan Penuh kepada Rais ‘Aam K.H. Miftachul Akhyar Jelang Muktamar Ke-35 NU
Mendagri Targetkan E-Government Perlinsos Diterapkan di 143 Daerah
AHY Soroti Keselamatan Usai KM Mutiara Sentosa Terbakar di Utara Madura
GNK Apresiasi Kinerja Kapolri Jaga Stabilitas Nasional, Nilai Kondusivitas Jadi Fondasi Investasi dan Pembangunan
Kepuasan Kinerja Prabowo Tembus 79,3%, Ini Hasil Survei LKPI
Lebih dari 10 Tahun Bermitra, SD Islam PB Soedirman dan SK Jalan 3 Perluas Kerja Sama Internasional
Temukan berita-berita terbaru dan terpercaya dari OKJAKARTA.COM di GOOGLE NEWS. Untuk Mengikuti silahkan tekan tanda bintang.

Berita Terkait

Selasa, 4 Agustus 2026 - 17:57 WIB

Habib Syakur: Jokowi Tengah Siapkan Gibran Menuju Pilpres 2029, Prabowo Diminta Waspada

Selasa, 4 Agustus 2026 - 15:53 WIB

KPBI Serahkan Usulan RUU Perlindungan Pekerja Perfilman ke DPR RI, Dorong Kepastian Hukum dan Reformasi Ketenagakerjaan Industri Kreatif

Selasa, 4 Agustus 2026 - 15:29 WIB

Oknum Anggota Polres Jayapura Diduga Rusak Ponsel Jurnalis Saat Liputan Aksi Damai, Kapolres Minta Maaf dan Janji Evaluasi

Selasa, 4 Agustus 2026 - 14:26 WIB

PWNU Kalimantan Utara Nyatakan Dukungan Penuh kepada Rais ‘Aam K.H. Miftachul Akhyar Jelang Muktamar Ke-35 NU

Selasa, 4 Agustus 2026 - 10:18 WIB

Mendagri Targetkan E-Government Perlinsos Diterapkan di 143 Daerah

Berita Terbaru