SORONG – Momen tak terduga dialami bocah multitalenta Shelyn Adlyani saat menemani ibunya, Sherly mengunjungi Hotel Aston Sorong, Papua, pada 19 September 2026. Berniat menyurvei lokasi perayaan ulang tahun sang ibu, Shelyn justru mendapat kesempatan tampil bersama Christo Jay dan Kita Band.
Pertemuan itu terjadi ketika Shelyn melihat Christo Jay, gurunya di Golden Gate School, sedang bersiap tampil dalam acara musik reguler bertajuk Acoustic Night. Selain berprofesi sebagai guru, Christo dikenal sebagai penyanyi yang baru saja menjuarai Bintang Radio Indonesia RRI Sorong.
Christo bersama Kita Band juga kerap mengisi berbagai acara di Sorong, termasuk tampil secara rutin di Hotel Aston Sorong. Mengetahui kemampuan bermusik muridnya, Christo secara spontan mengajak Shelyn naik ke panggung dan bermain drum bersama bandnya.
“Ini muridku di sekolah. Tak hanya pintar secara akademis, Shelyn juga punya banyak bakat, termasuk musik. Makanya, kami mengajaknya mengiringi dengan kemampuan drumnya yang luar biasa,” kata Christo.
Meski tidak melakukan persiapan sebelumnya, siswi kelas 3 SD itu dengan percaya diri menerima ajakan Christo. Shelyn kemudian memainkan drum untuk mengiringi tujuh lagu yang dibawakan secara langsung oleh Kita Band.
Salah satu lagu yang dimainkan adalah “Tabola Bale”. Lagu tersebut bahkan membuat Shelyn mendapat julukan sebagai “Drummer Tabola Bale”.
Penampilan spontan itu berhasil menghidupkan suasana Acoustic Night. Para pengunjung terlihat bergoyang mengikuti lagu demi lagu yang dimainkan. Tepuk tangan pun terdengar setiap kali Shelyn dan Kita Band menyelesaikan penampilan mereka.
Drummer berusia delapan tahun tersebut mengaku tidak menyangka bisa berbagi panggung dengan gurunya sendiri. Apalagi, Shelyn memang mengagumi kemampuan vokal Christo Jay.
“Nggak sangka diajakin ngejam bareng sama guruku. Aku sendiri ngefans sama suaranya Sir Christo. Sebentar lagi dia akan berlaga di Bintang Radio Papua, aku doakan biar menang terus sampai juara nasional,” ujar Shelyn.
Kemampuan Shelyn bermain drum tidak diperoleh secara instan. Ia rutin mengikuti latihan di Purwacaraka Music Sorong bersama Yada Simamora. Dalam proses tersebut, Shelyn mempelajari teknik dasar hingga mengembangkan permainan ritme yang lebih kompleks.
Tak hanya drum, Shelyn juga mulai mendalami gitar dan keyboard. Menurutnya, kemampuan memainkan beragam alat musik dapat membuka ruang kreativitas yang lebih luas.
“Aku ingin bisa main banyak alat musik supaya bisa menghibur teman-teman dan guru di sekolah,” tuturnya.
Punya Hobi Diving dan Olahraga Menembak
Aktivitas Shelyn di luar dunia musik juga cukup beragam. Ia diketahui menyukai diving dan olahraga menembak. Shelyn bahkan disebut sebagai salah satu anggota termuda Perbakin.
Berbagai aktivitas tersebut turut membentuk keberanian, konsentrasi, dan kedisiplinannya. Dengan dukungan keluarga serta latihan yang konsisten, Shelyn membuktikan bahwa usia bukan menjadi penghalang untuk mengembangkan potensi.
Kesempatan ngejam bersama Christo Jay dan Kita Band pun menjadi pengalaman berharga bagi Shelyn. Momen spontan yang berawal dari rencana merayakan ulang tahun ibunya itu kini menjadi tambahan motivasi baginya untuk terus melangkah di dunia musik.




































