JAKARTA – Panggung komedi terbesar di Indonesia kembali melahirkan talenta baru. Grand Final Stand Up Comedy Indonesia (SUCI) Season 12 KompasTV, yang digelar di Balai Sarbini, Lippo Mall Nusantara, Jakarta, Sabtu (6/6/2026), berlangsung meriah dan menyedot perhatian publik. Antusiasme masyarakat terhadap ajang pencarian bakat komedi tersebut terlihat dari penjualan tiket yang mencapai 1.000 lembar hanya dalam waktu 17 menit sejak dibuka melalui platform MyValue.
Malam puncak kompetisi yang telah berlangsung selama berbulan-bulan itu mempertemukan tiga finalis terbaik, yakni Mukmin, Ejja Saputra, dan Ratanca. Ketiganya tampil dalam pertarungan terakhir untuk memperebutkan gelar juara sekaligus membuktikan kapasitas mereka sebagai komika yang mampu menghadirkan komedi cerdas, segar, dan relevan dengan realitas sosial masyarakat.
Acara dibuka dengan penampilan trio GJLS yang terdiri atas Hifdzi Khoir, Rigen Rakelna, dan Ananta Rispo. Ketiga komika yang juga merupakan alumni SUCI tersebut sukses membangun suasana hangat sejak awal acara melalui materi-materi komedi khas mereka yang mengundang gelak tawa penonton.
Di sela-sela penampilan para finalis, Fanny Ghassani turut menghidupkan suasana dengan berinteraksi langsung bersama para pendukung yang hadir di arena. Dukungan dan yel-yel dari masing-masing kubu finalis menambah atmosfer kompetisi yang penuh semangat sekaligus kekeluargaan.
Grand Final SUCI 12 juga menghadirkan jajaran juri yang berasal dari berbagai latar belakang industri hiburan Indonesia. Mereka adalah Raditya Dika, Nirina Zubir, Abdel Achrian, Indro Warkop, dan Ryan Adriandhy. Kehadiran para juri tersebut memberikan perspektif yang beragam dalam menilai kualitas materi, teknik penyampaian, hingga kemampuan panggung para peserta.
Pada babak final, panitia menghadirkan dua tantangan utama yang menguji kreativitas dan kemampuan improvisasi para finalis. Tema pertama bertajuk “Best of Me”, yang menuntut setiap peserta menampilkan identitas dan karakter komedi terbaik mereka.
Ejja Saputra menghadirkan persona khasnya melalui gimmick nasi goreng Padang yang dikemas dengan pendekatan komedi observasional. Mukmin memanfaatkan pengalaman dan realitas kehidupan guru honorer sebagai sumber materi yang dekat dengan masyarakat. Sementara Ratanca tampil dengan konsep odong-odong yang menjadi ciri khasnya dan berhasil menciptakan momen-momen komedi yang mengundang tawa panjang dari penonton.
Babak kedua bertajuk “Battle of 3” menjadi salah satu segmen yang paling dinantikan. Dalam tantangan ini, para finalis diminta melakukan roasting terhadap sesama peserta. Format tersebut menghadirkan dinamika baru karena selama kompetisi berlangsung para komika lebih sering melakukan roasting terhadap bintang tamu atau figur tertentu.
Tantangan ini mengharuskan para finalis menyajikan materi segar yang belum pernah mereka tampilkan sebelumnya. Hasilnya, suasana Balai Sarbini dipenuhi tawa dan tepuk tangan ketika para peserta saling melontarkan sindiran jenaka yang tetap berada dalam koridor hiburan.
Selain kompetisi, malam puncak SUCI 12 juga menghadirkan sejumlah penampilan spesial. Salah satunya datang dari Saga Sabara, seorang dokter spesialis jantung yang bertugas di Freeport Papua dan dikenal luas melalui penampilannya selama musim kompetisi berlangsung. Penonton juga disuguhi aksi panggung dua alumni SUCI yang telah sukses berkarier di industri hiburan nasional, yakni Oki Rengga dan Abdur Arsyad.
Puncak acara tiba saat pengumuman pemenang. Penghargaan diserahkan langsung oleh CEO KG Media Andy Budiman, Direktur Utama KompasTV Rosianna Silalahi, serta Managing Director KompasTV Dhanang Radityo.
Berdasarkan penilaian dewan juri, Mukmin berhasil keluar sebagai Juara 1 SUCI 12. Selain menyandang gelar komika terbaik musim ini, ia berhak membawa pulang hadiah uang tunai sebesar Rp50 juta dan satu unit mobil listrik Wuling Air EV.
Posisi Juara 2 diraih oleh Ejja Saputra yang memperoleh hadiah uang tunai Rp35 juta serta satu unit motor listrik Goda Mecha. Sementara Ratanca menempati posisi Juara 3 dengan hadiah uang tunai Rp25 juta dan satu unit motor listrik Goda Mecha Kong.
Usai pengumuman pemenang, para finalis bersama peserta lainnya melakukan sesi dokumentasi dan perayaan bersama keluarga, sahabat, serta para pendukung yang selama ini memberikan dukungan sepanjang perjalanan kompetisi.
Berakhirnya Grand Final SUCI 12 sekaligus menandai berakhirnya satu musim perjalanan kompetisi yang kembali melahirkan generasi baru komika Indonesia. Selama lebih dari satu dekade penyelenggaraannya, SUCI telah menjadi wadah penting bagi lahirnya talenta-talenta komedi nasional yang tidak hanya menghibur, tetapi juga mampu menyampaikan kritik sosial, keresahan masyarakat, serta berbagai fenomena kehidupan melalui pendekatan humor yang cerdas.
Kesuksesan penyelenggaraan musim ke-12 menunjukkan bahwa stand up comedy masih memiliki tempat kuat di hati masyarakat Indonesia.
Dengan lahirnya para finalis baru yang membawa karakter dan perspektif berbeda, SUCI kembali menegaskan posisinya sebagai rumah bagi para komika muda untuk tumbuh, berkembang, dan menyuarakan realitas zaman melalui panggung komedi yang kreatif dan berkualitas.
Reporter: Fahmy Nurdin
Editor: Fahmy Nurdin




































