JAKARTA – Rangkaian promosi Road to Gala Premiere dan Special Screening film horor “Lastri: Arwah Kembang Desa” berlangsung penuh antusias sekaligus mengundang suasana haru. Setelah menyambangi sejumlah kota di Jawa Timur sejak awal Juli 2026 melalui kegiatan cinema visit dan meet and greet bersama para pemain, film produksi Abelle Pictures tersebut akhirnya menggelar pemutaran spesial di XXI Epicentrum, Kuningan, Jakarta Selatan, Kamis (9/7/2026) menjelang penayangan serentak di bioskop pada 16 Juli 2026.
Film yang mengusung tagline “Jangan Nengok ke Belakang…” ini tidak hanya menawarkan kisah horor berlatar urban legend yang sarat misteri, tetapi juga menjadi persembahan emosional bagi dunia perfilman Indonesia. Pasalnya, “Lastri: Arwah Kembang Desa” merupakan karya layar lebar terakhir yang dibintangi oleh almarhum Gary Iskak, sehingga pemutaran perdana film tersebut berubah menjadi momen penghormatan yang menyentuh hati bagi keluarga, para pemain, kru, serta seluruh tamu undangan.
Suasana emosional mulai terasa ketika keluarga mendiang Gary Iskak hadir di tengah acara. Sang istri, Richa Novisha, datang bersama ibu kandung serta kedua anak Gary Iskak. Mereka naik ke atas panggung mewakili almarhum dalam sebuah prosesi penghormatan yang disambut tepuk tangan panjang dari seluruh hadirin.
Richa Novisha mengaku film tersebut memiliki makna yang sangat mendalam bagi keluarganya. Baginya, menyaksikan kembali sosok sang suami tampil di layar lebar menjadi pengalaman yang sulit diungkapkan dengan kata-kata. Kehadiran Gary Iskak melalui karakter yang diperankannya menjadi kenangan abadi yang akan terus dikenang oleh keluarga maupun para penggemarnya.
Sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi Gary Iskak selama berkarya di dunia perfilman, produser Abelle Pictures menyerahkan karangan bunga secara langsung kepada keluarga almarhum. Prosesi sederhana tersebut menjadi simbol penghormatan atas totalitas Gary Iskak dalam membangun karakter yang diperankannya hingga akhir hayat.
Momen itu mengubah atmosfer gala premiere menjadi penuh haru. Banyak tamu undangan, pemain, kru produksi hingga insan perfilman yang tampak tidak mampu menyembunyikan kesedihan mereka ketika mengenang perjalanan karier aktor senior tersebut. Acara pun menjadi ruang refleksi sekaligus penghormatan terhadap dedikasi Gary Iskak bagi industri perfilman nasional.
Selain keluarga, sejumlah artis senior juga hadir memberikan penghormatan kepada almarhum. Di antaranya Paramitha Rusady, Ozy Syahputra, Krisna Mukti, dan Oka Sugawa yang turut menyaksikan pemutaran perdana film sekaligus menyampaikan apresiasi atas karya terakhir Gary Iskak.
Di sisi lain, “Lastri: Arwah Kembang Desa” menawarkan cerita horor yang berpijak pada kisah urban legend dengan balutan konflik keluarga, pengkhianatan, dendam, dan teror supranatural.
Film ini mengisahkan peristiwa yang terjadi pada tahun 2025 ketika seorang perempuan lanjut usia bernama Atmi mengalami serangkaian gangguan gaib yang semakin lama semakin mengerikan. Teror tersebut berasal dari sosok arwah Lastri, seorang mantan kembang desa di Kampung Bandeng yang meninggal dunia secara tragis puluhan tahun sebelumnya.
Alur cerita kemudian membawa penonton menelusuri tragedi sekitar 30 tahun silam. Semasa hidupnya, Lastri yang diperankan Hana Saraswati dikenal sebagai perempuan cantik dan istri yang setia kepada suaminya, Turenggo, seorang juragan tambang pasir kaya yang diperankan oleh almarhum Gary Iskak.
Kehidupan rumah tangga mereka yang awalnya harmonis berubah menjadi petaka setelah Lastri difitnah mandul karena belum dikaruniai anak setelah lima tahun menikah. Fitnah tersebut dilancarkan oleh Darman bersama Ratmi, perempuan yang menjalin hubungan dengan Turenggo.
Pengkhianatan, perlakuan tidak adil, serta kekejaman yang diterima Lastri membuat hidupnya berakhir tragis. Kematian yang penuh penderitaan menjadikan arwahnya tidak pernah memperoleh ketenangan. Sejak saat itu, teror demi teror mulai menghantui warga desa sebagai bentuk balas dendam atas ketidakadilan yang pernah dialaminya.
Film garapan sutradara Hendry Tivo ini menghadirkan perpaduan unsur horor psikologis, drama keluarga, dan konflik sosial yang menjadi fondasi utama cerita. Selain menghadirkan adegan-adegan menegangkan, film ini juga mengangkat pesan mengenai bahaya fitnah, pengkhianatan, serta dampak dari ketidakadilan terhadap seseorang.
Deretan pemain yang memperkuat film ini terdiri atas Hana Saraswati sebagai Lastri, Gary Iskak sebagai Turenggo, Audy Bella sebagai Ratmi, Rizal Djibran sebagai Ustadz Arman, Yama Carlos sebagai Sudarman, serta didukung oleh Dodit Mulyanto, Debby Sahertian, DJoe Richard, Ingrid Wijanarko, dan Ratu Meta.
Melalui rangkaian Road to Gala Premiere dan Special Screening, Abelle Pictures berharap masyarakat tidak hanya menikmati pengalaman menonton film horor dengan nuansa lokal yang kuat, tetapi juga mengenang dedikasi Gary Iskak sebagai salah satu aktor yang telah memberikan kontribusi besar bagi perfilman Indonesia.
Dengan perpaduan kisah mistis, drama keluarga yang emosional, serta penghormatan kepada mendiang Gary Iskak, “Lastri: Arwah Kembang Desa” diharapkan menjadi salah satu film horor Indonesia yang meninggalkan kesan mendalam bagi penonton ketika mulai tayang di seluruh bioskop Indonesia pada 16 Juli 2026.
Editor: Fahmy Nurdin




































