Rano Karno : Harry Tjahjono yang Menemukan Mas Karyo, Atun, dan Pak Bendot…

- Jurnalis

Jumat, 11 September 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Penulis Harry Tjahjono (kiri) memberikan buku

Penulis Harry Tjahjono (kiri) memberikan buku "Filosofi Orang Kampung" karyanya, kepada Wagub DKI Jakarta, Rano Karno di Ruang Sastra HB Jassin, TIM, Jakarta, Jumat (11/9/2026) siang. (Foto: hw)

Jakarta, okjakarta.com – Sinetron “Si Doel Anak Sekolahan” merupakan sebuah sinetron dengan setting kehidupan masyarakat Betawi yang fenomenal.

Sinetron itu mencoba menampilkan sosok anak muda Betawi yang melenceng dari stereotypenya: malas dan kurang pendidikan. Tokoh Si Doel yang diperankan oleh Rano Karno, tidak seperti pemuda Betawi kebanyakan. Si Doel adalah anak terpelajar. Dia kuliah, dan babenya (diperankan oleh Benyamin S.) mengingkan Si Doel jadi “tukang insiyur”.

Dibesut dalam sebuah drama komedi yang segar dan memiliki pesan kuat, Si Doel memilili daya tarik tersendiri dari para tokoh di dalamnya.

Bukan hanya Si Doel. Di dalam rangkaian ceritanya juga ada tokoh-tokoh Betawi yang diperankan oleh beberapa seniman Betawi, di antaranya Mandra, Pak Tile, Bodong, dan pelawak Basuki.

“Seorang hari Cahyono yang bisa menemukan Karyo menemukan Atun, menemukan Pabendot, menemukan menemukan Rodiah, menemukan Pak Tile dan lain-lain. Hari Tjahjono juga yang menciptakan kampung di Si Doel,” ungkap Wagub DKI Jakarta, Rano Karno dalam diskusi terkait peluncuran buku Filosofi Orang Kampung karya Harry Tjahjono, di Ruang Sastra HB Jassin, TIM Jakarta, Jum’at (11/9/2026) siang.

Diskusi juga menampilkan dua pembicara lain, yakni Penulis Fanny Jonathan Poyk, dan Budayawan Betawi Yahya Andi Saputra, dengan Moderator Kurniawan Junaedhie.

Dalam sambutannya Rano Karno yang menjadi pemeran utama, sutradara dan produser “Si Doel Anak Sekolahan” menambahkan, Harry Tjahjono menulis

skenario Si Doel hingga 78 episode sebelum memutuskan berhenti, karena merasa lelah.

Rano Karno memaparkan, ayahnyalah, aktor Soekarno M Noor, yang pertama mengenal Harry Tjahjono. Ketika itu ayahnya meminta Rano untuk membaca novel berjudul “Selamat Tinggal Duka”. Padahal ayahnya bukan seorang pembaca novel. Novel itu kemudian difilmkan, dan skenarionya ditulis oleh Sjumandjaya.

Rano sendiri ketika itu menganggap Harry Tjahjono sebagai penulis biasa yang tidak istimewa, sampai ia membaca sendiri novelnya.

“Begitu saya baca, saya bilang mau ketemu orang ini. Jadi Harry Tjahjono lebih dulu kenal sama bapak saya daripada saya. Begitu saya kenal dengan beliau, ada chemistry. Dia masih tinggal di Cepete di rumah petak kampung. Ingat sekali saya. Ruang tamunya kecil, duduk mungkin minggir ke tembok.  Tapi isinya buku semua. Ternyata dia wartawan juga,” tutur Rano.

Dengan Rano Karno, Harry Tjahjono bukan saja menulis skenario, tapi juga menciptakan lagu hingga mencapai 30 judul.

“Saya dulu dengan Bang Rano sangat produktif dan sangat kreatif. Mungkin selain menulis skenario, juga menulis novel, puisi, novelet, saya juga dengan Bang Rano menulis 30 lagu ya. 30 lagu yang insya Allah nanti bulan Januari akan diremix. Waktu menulis Si Doel dulu pikiran saya dengan Bang Rano, kalau kita tidak menulis tentang Betawi Maka Betawi akan menjadi tamu di rumahnya sendiri,” kata Harry Tjahjono. (hw)

 

 

 

Berita Terkait

Baleg DPR Dorong Blueprint FSPPI untuk Pembenahan Ekosistem Perfilman
Mimpi Terwujud, Shelyn Adlyani si Drummer Tabola Bale Bertemu Juan Reza
BerandaMAS Tawarkan Hunian Berbasis Energi, Sejalan Transformasi Baru PGN di Era Danantara
Arsikarta Rawat Ruang Eksperimentasi Teater Lewat Umbra et Anima: Metafiksi Chairil Anwar
ANGON HUKUM: MENJIWAI SUPREMASI HUKUM DALAM PIDATO PRESIDEN
RSKO Jakarta Gandeng Masyarakat Perkuat Mutu Pelayanan Kesehatan
Teuku Faisal Optimistis Kepemimpinan Bambang GS Perkuat Kolaborasi Pers di Jakarta Barat
Haji Sarmilih Ajak Warga Jakarta Tahan Diri, Tolak Provokasi Pascakeributan Matraman
Temukan berita-berita terbaru dan terpercaya dari OKJAKARTA.COM di GOOGLE NEWS. Untuk Mengikuti silahkan tekan tanda bintang.

Berita Terkait

Jumat, 11 September 2026 - 20:04 WIB

Rano Karno : Harry Tjahjono yang Menemukan Mas Karyo, Atun, dan Pak Bendot…

Jumat, 11 September 2026 - 15:07 WIB

Baleg DPR Dorong Blueprint FSPPI untuk Pembenahan Ekosistem Perfilman

Minggu, 6 September 2026 - 15:01 WIB

Mimpi Terwujud, Shelyn Adlyani si Drummer Tabola Bale Bertemu Juan Reza

Minggu, 30 Agustus 2026 - 15:58 WIB

BerandaMAS Tawarkan Hunian Berbasis Energi, Sejalan Transformasi Baru PGN di Era Danantara

Senin, 24 Agustus 2026 - 11:26 WIB

Arsikarta Rawat Ruang Eksperimentasi Teater Lewat Umbra et Anima: Metafiksi Chairil Anwar

Berita Terbaru

Foto: (kanan) Wakil Ketua Badan Legislasi (Baleg) DPR RI Dr. Ahmad Doli Kurnia Tandjung, (kiri) Ketua Umum FSPPI Dr. Rizal Djibran. (Dok: Istimewa)

Entertainment

Baleg DPR Dorong Blueprint FSPPI untuk Pembenahan Ekosistem Perfilman

Jumat, 11 Sep 2026 - 15:07 WIB