JAKARTA – Tokoh masyarakat DKI Jakarta, Haji Sarmilih, S.H., mengajak warga Ibu Kota untuk tetap menjaga ketenangan dan tidak terpengaruh oleh provokasi menyusul keributan yang terjadi di kawasan Matraman, Jakarta Timur. Ia menilai situasi harus disikapi secara dewasa dengan mengedepankan persatuan serta menghormati proses hukum yang sedang berjalan.
Menurut Haji Sarmilih, setiap persoalan yang mengandung unsur pidana merupakan kewenangan aparat penegak hukum. Karena itu, masyarakat diminta tidak mengambil tindakan sendiri ataupun membangun opini yang dapat memperkeruh keadaan.
“Seluruh masyarakat DKI Jakarta saya harapkan tetap tenang, tidak mudah terpancing isu maupun informasi yang belum jelas kebenarannya. Percayakan penanganan sepenuhnya kepada Kepolisian agar proses hukum berjalan sesuai ketentuan yang berlaku,” kata Haji Sarmilih dalam keterangannya.
Sarmilih mengingatkan agar insiden tersebut tidak berkembang menjadi konflik yang menyeret kelompok masyarakat tertentu. Menurutnya, tindakan melanggar hukum merupakan tanggung jawab individu sehingga tidak boleh dikaitkan dengan identitas suku, etnis, maupun komunitas.
“Jangan sampai perbuatan segelintir orang justru memecah persaudaraan yang telah lama terbangun. Indonesia berdiri di atas keberagaman, dan seluruh warga negara memiliki kedudukan yang sama di hadapan hukum,” ujarnya.
Haji Sarmilih juga mengimbau masyarakat lebih bijak dalam menggunakan media sosial. Ia meminta warga tidak menyebarkan foto, video, maupun informasi yang belum terverifikasi karena berpotensi memicu kesalahpahaman serta memperbesar ketegangan di tengah masyarakat.
Selain itu, ia mengajak para tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, organisasi kemasyarakatan, hingga para ketua lingkungan untuk mengambil peran sebagai penyejuk dengan mengedepankan dialog, memperkuat komunikasi, dan mendorong masyarakat menahan diri.
Menurutnya, menjaga keamanan dan ketertiban bukan hanya menjadi tugas aparat, tetapi juga tanggung jawab seluruh elemen masyarakat. Karena itu, semua pihak diharapkan bersama-sama menciptakan suasana yang aman dan kondusif di Jakarta.
Dalam kesempatan tersebut, Haji Sarmilih turut mengapresiasi langkah cepat aparat Kepolisian yang bergerak mengendalikan situasi. Ia berharap proses penegakan hukum terhadap pihak-pihak yang bertanggung jawab dilakukan secara profesional, transparan, dan berkeadilan.
“Jangan ada aksi balasan, jangan memberi ruang bagi provokasi, dan jangan biarkan siapa pun mengadu domba masyarakat. Persatuan bangsa harus menjadi kepentingan utama. Mari kita jaga Jakarta tetap aman, damai, dan kondusif demi Indonesia yang rukun dan bermartabat,” tutupnya.




































