JAKARTA – Perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-41 Dunia Fantasi (Dufan) Ancol tidak hanya dikemas melalui hiburan dan festival musik. Semangat berbagi dan kepedulian sosial turut menjadi bagian penting dalam rangkaian perayaan tersebut melalui kegiatan Gema Tadarus 2026 yang digelar di Panggung Hysteria, Jumat (28/8/2026).
Kegiatan yang bertepatan dengan momentum peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW itu berlangsung dalam suasana khidmat. Rangkaian acara diawali lantunan ayat-ayat suci Al-Qur’an yang dibacakan anak-anak peserta Gema Tadarus dan diikuti oleh sekitar 1.000 anak yatim, dhuafa, serta penghafal Al-Qur’an yang memenuhi area tribun Panggung Hysteria.
Gema Tadarus 2026 merupakan kegiatan kolaboratif yang melibatkan PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk bersama Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dan Perkumpulan Penyelenggara Jasa Boga Indonesia (PPJI) DKI Jakarta. Pelaksanaan kegiatan juga mendapat dukungan dari Dinas Perhubungan DKI Jakarta, Doing Good Movement, serta sejumlah mitra pendukung.
Kehadiran anak-anak yatim, dhuafa, dan para penghafal Al-Qur’an memberikan warna tersendiri dalam peringatan usia 41 tahun Dufan. Perayaan tersebut diarahkan tidak semata-mata menjadi seremoni bertambahnya usia, tetapi juga menjadi momentum untuk memperluas manfaat keberadaan Dufan bagi masyarakat.
Direktur Rekreasi & Operasional PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk, Eddy Prastiyo, mengatakan bahwa perjalanan Dufan selama 41 tahun merupakan hasil dari proses panjang yang diwarnai perjuangan, mimpi, kerja keras, serta berbagai pencapaian.
“Karena bagi kami, merayakan ulang tahun bukan hanya tentang bertambahnya usia, tetapi juga tentang bertambahnya kebermanfaatan,” ujar Eddy.
Pernyataan tersebut menegaskan arah perayaan HUT Dufan yang berupaya menggabungkan unsur rekreasi dengan kegiatan sosial dan kemasyarakatan. Dengan demikian, momentum ulang tahun tidak berhenti pada hiburan, tetapi juga diarahkan untuk menghadirkan pengalaman yang memberikan nilai positif bagi kelompok masyarakat yang turut menjadi bagian dari kegiatan.
Semangat berbagi dalam Gema Tadarus 2026 juga diwujudkan melalui pemberian santunan kepada para peserta. Seremoni kegiatan ditandai dengan pemotongan nasi tumpeng dan pemberian santunan oleh PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk bersama PPJI DPD Provinsi DKI Jakarta.
Prosesi tersebut menjadi simbol rasa syukur atas perjalanan Dufan selama lebih dari empat dekade sekaligus harapan agar keberadaan taman rekreasi tersebut semakin memberikan manfaat bagi masyarakat.
Lebih dari itu, kegiatan tersebut menjadi ruang untuk mempertemukan unsur dunia usaha, pemerintah, organisasi profesi, komunitas sosial, dan masyarakat dalam sebuah kegiatan yang berorientasi pada kepedulian.
Momentum Maulid Nabi Muhammad SAW juga menjadi landasan nilai dalam pelaksanaan kegiatan. Nilai keteladanan Rasulullah, khususnya kepedulian dan kejujuran, diangkat sebagai pesan yang relevan dengan upaya membangun lingkungan sosial yang lebih inklusif.

Bagi Ancol, nilai-nilai tersebut dapat berjalan beriringan dengan fungsi ruang rekreasi. Tempat hiburan tidak hanya diposisikan sebagai ruang untuk bersenang-senang, tetapi juga dapat menjadi tempat masyarakat belajar, berbagi, membangun silaturahmi, serta menghadirkan pengalaman sosial yang positif.
Salah satu bagian yang paling menonjol dalam Gema Tadarus 2026 adalah kesempatan bagi sekitar 1.000 anak yatim dan dhuafa untuk menikmati berbagai wahana Dufan secara gratis.
Kebijakan tersebut memberikan pengalaman berbeda bagi para peserta. Setelah mengikuti rangkaian kegiatan keagamaan dan sosial, mereka mendapatkan kesempatan menikmati dunia rekreasi yang selama ini menjadi salah satu ikon hiburan keluarga di Jakarta.
Bagi anak-anak tersebut, pengalaman itu bukan sekadar kunjungan ke taman hiburan. Momentum tersebut diharapkan menjadi ruang untuk menciptakan kenangan positif, membangun keberanian mencoba hal baru, serta memberikan kesempatan kepada mereka untuk menikmati suasana rekreasi bersama teman-teman.
Konsep tersebut sekaligus memperkuat gagasan Dufan sebagai ruang kegembiraan yang terbuka bagi berbagai lapisan masyarakat.
Dufan ingin menempatkan aspek inklusivitas sebagai bagian dari perjalanan pengembangannya. Artinya, kebahagiaan dan pengalaman rekreasi diharapkan tidak hanya dapat dirasakan oleh masyarakat yang memiliki kemampuan ekonomi untuk membeli tiket, tetapi juga dapat dihadirkan melalui berbagai program sosial yang melibatkan kelompok masyarakat yang membutuhkan.
Memasuki usia 41 tahun, perjalanan Dufan tidak dapat dilepaskan dari perubahan industri pariwisata dan hiburan di Indonesia. Selama lebih dari empat dekade, Dufan telah menjadi salah satu destinasi rekreasi yang dikenal masyarakat Jakarta dan wisatawan.
Perjalanan panjang tersebut sekaligus menuntut pengelola untuk terus beradaptasi dengan perubahan selera masyarakat, perkembangan teknologi, kebutuhan keamanan, kenyamanan pengunjung, serta tuntutan terhadap destinasi wisata yang semakin inklusif dan memiliki nilai tambah.
Karena itu, perayaan HUT ke-41 Dufan melalui kegiatan sosial dan keagamaan seperti Gema Tadarus menjadi salah satu cara untuk memperluas makna keberadaan destinasi rekreasi.
Ancol menilai kepercayaan masyarakat merupakan bagian penting dari keberlanjutan sebuah destinasi publik. Pemberian nilai lebih kepada masyarakat diharapkan dapat memperkuat hubungan antara pengelola dengan pengunjung serta masyarakat luas.
Setelah kegiatan Gema Tadarus, rangkaian perayaan HUT ke-41 Dufan berlanjut pada Sabtu (29/8/2026).
Puncak perayaan dikemas melalui PLAYVOR THE FEST – Ride the Music, Ride the Fantasy, sebuah festival yang menggabungkan pengalaman menikmati wahana dengan pertunjukan musik dan atmosfer festival di kawasan Dufan.
Konsep tersebut menghadirkan perpaduan antara wahana ikonik Dufan, pertunjukan musik, visual festival, serta suasana taman rekreasi yang semakin semarak ketika malam hari.
Sejumlah musisi dijadwalkan memeriahkan acara tersebut, antara lain Vierratale, BRAVY, dan Moluccan Soul. Kehadiran para penampil tersebut memberikan warna musik yang beragam, mulai dari nuansa nostalgia hingga pertunjukan yang dirancang untuk menghidupkan suasana malam perayaan.
Dengan format tersebut, puncak HUT Dufan tetap mempertahankan karakter utamanya sebagai destinasi hiburan, sekaligus memberikan pengalaman festival kepada pengunjung.
Di tengah perkembangan industri hiburan dan pariwisata, Ancol menyatakan komitmennya untuk terus mengembangkan kawasan sebagai ruang publik dan destinasi yang progresif.
Komitmen itu mencakup aspek kenyamanan, keamanan, inklusivitas, serta penguatan nilai edukasi dan budaya. Pendekatan tersebut menjadi penting karena destinasi wisata tidak hanya berfungsi sebagai tempat rekreasi, tetapi juga dapat menjadi ruang interaksi masyarakat dari berbagai latar belakang.
Corporate Communication PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk, Daniel Windriatmoko, mengatakan bahwa pemberian nilai lebih kepada masyarakat menjadi bagian dari upaya membangun kepercayaan yang diharapkan terus mengiringi perjalanan Dufan.
Menurutnya, kepercayaan masyarakat menjadi salah satu modal penting dalam mempertahankan keberadaan destinasi rekreasi di tengah perubahan zaman.
Ancol pun menegaskan komitmennya untuk tetap menjadi ruang publik dan destinasi hiburan yang progresif, nyaman, aman, dan inklusif, dengan tetap mengedepankan nilai edukasi serta budaya.
Pada akhirnya, rangkaian HUT ke-41 Dufan memperlihatkan dua wajah yang saling melengkapi. Di satu sisi, Dufan tetap hadir sebagai destinasi hiburan dengan wahana dan festival musik. Di sisi lain, melalui Gema Tadarus 2026, perayaan tersebut diarahkan menjadi momentum berbagi dan menghadirkan kebahagiaan bagi masyarakat yang lebih luas.
Gema Tadarus 2026 dengan melibatkan 1.000 anak yatim, dhuafa, dan penghafal Al-Qur’an menjadi penanda bahwa perjalanan 41 tahun Dufan tidak hanya diukur dari usia, tetapi juga dari sejauh mana keberadaannya mampu memberikan manfaat, pengalaman, dan kebahagiaan bagi masyarakat.
Editor: Fahmy Nurdin




































