Relawan Bersihkan Sampah Pasca Lomba Dayung di Bawah Jembatan Paliwara, Soroti Sistem Pengelolaan Lingkungan

- Jurnalis

Kamis, 27 Agustus 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: Relawan Bersihkan Sampah Pasca Lomba Dayung di Bawah Jembatan Paliwara. (Dok: Istimewa)

Foto: Relawan Bersihkan Sampah Pasca Lomba Dayung di Bawah Jembatan Paliwara. (Dok: Istimewa)

HULU SUNGAI UTARA – Persoalan kebersihan kembali menjadi perhatian setelah pelaksanaan lomba dayung di kawasan bawah Jembatan Paliwara, Kabupaten Hulu Sungai Utara. Seusai kegiatan berlangsung, sejumlah sampah dilaporkan masih terlihat berserakan di kawasan bantaran sungai.

Kondisi tersebut mendorong gabungan relawan untuk turun langsung melakukan aksi pembersihan. Para relawan membersihkan sampah yang tertinggal di sekitar lokasi kegiatan sebagai bentuk kepedulian terhadap kelestarian lingkungan sekaligus upaya mencegah kawasan bantaran sungai semakin tercemar.

Aksi tersebut dilakukan secara sukarela. Relawan menilai kebersihan sungai dan kawasan sekitarnya tidak semestinya hanya menjadi perhatian ketika akan digelar suatu kegiatan atau ketika muncul persoalan lingkungan. Menurut mereka, pemeliharaan kebersihan harus menjadi bagian dari rangkaian penyelenggaraan kegiatan sejak tahap persiapan hingga setelah acara selesai.

Sorotan relawan terutama diarahkan pada pentingnya sistem pengelolaan sampah dalam setiap kegiatan masyarakat yang menggunakan ruang publik. Mereka mempertanyakan sejauh mana tanggung jawab penyelenggara dalam memastikan sampah yang dihasilkan selama kegiatan dapat ditangani secara menyeluruh.

“Setiap kegiatan tentu membutuhkan persiapan, pelaksanaan, dan penanganan setelah acara selesai. Karena itu, persoalan sampah seharusnya juga sudah dipikirkan sejak awal, bukan baru setelah kegiatan berakhir,” demikian garis besar perhatian yang disampaikan para relawan, Kamis (27/8/2026).

Bagi relawan, keberadaan petugas kebersihan tetap penting. Namun, mereka menilai hal tersebut tidak seharusnya menghilangkan tanggung jawab penyelenggara untuk memiliki mekanisme pengelolaan sampah yang jelas.

Pertanyaan yang kemudian mengemuka adalah apakah seluruh persoalan kebersihan pasca-kegiatan memang diserahkan kepada petugas kebersihan, atau sejak awal sudah menjadi bagian dari tanggung jawab panitia penyelenggara.

Pertanyaan tersebut, menurut relawan, bukan dimaksudkan untuk menyalahkan pihak tertentu. Sebaliknya, hal itu menjadi dorongan agar penyelenggaraan kegiatan di ruang publik ke depan memiliki standar kebersihan dan pengelolaan sampah yang lebih terukur.

Bukan Sekadar Persoalan Sampah

Sampah yang tertinggal setelah sebuah kegiatan pada dasarnya tidak hanya berkaitan dengan persoalan estetika. Apabila tidak segera ditangani, sampah yang berada di sekitar bantaran sungai berpotensi terbawa aliran air dan menambah beban pencemaran lingkungan.

Karena itu, aksi pembersihan yang dilakukan gabungan relawan menjadi pengingat bahwa keberhasilan sebuah kegiatan tidak semestinya hanya diukur dari kemeriahan, jumlah peserta, atau kelancaran acara. Dampak kegiatan terhadap lingkungan juga perlu menjadi bagian dari evaluasi.

Terlebih kawasan sungai memiliki fungsi ekologis dan sosial yang penting bagi masyarakat. Kebersihan bantaran sungai tidak hanya menentukan kenyamanan warga, tetapi juga berkaitan dengan kualitas lingkungan dalam jangka panjang.

Relawan berharap persoalan yang ditemukan seusai lomba dayung tersebut dapat dijadikan bahan evaluasi bersama. Mereka mendorong agar setiap penyelenggara kegiatan yang memanfaatkan kawasan publik, khususnya di sekitar sungai, menyiapkan sarana tempat sampah, petugas atau tim kebersihan, serta mekanisme pengumpulan dan pengangkutan sampah setelah acara.

Dengan sistem yang jelas, sampah yang dihasilkan peserta maupun pengunjung dapat segera ditangani sehingga tidak meninggalkan persoalan baru bagi masyarakat maupun lingkungan.

Meski menyoroti peran penyelenggara, para relawan juga menegaskan bahwa persoalan kebersihan bukan hanya tanggung jawab panitia. Masyarakat dan peserta kegiatan memiliki kewajiban untuk tidak membuang sampah sembarangan serta menjaga kawasan yang digunakan bersama.

Artinya, terdapat tiga unsur yang perlu berjalan beriringan, yakni kesadaran masyarakat, tanggung jawab penyelenggara, dan dukungan petugas kebersihan maupun pemerintah daerah sesuai kewenangannya.

Penyelenggara memiliki peran penting karena mereka berada pada posisi yang paling memungkinkan untuk merancang sistem kebersihan sejak awal. Sementara masyarakat memiliki tanggung jawab untuk membuang sampah pada tempat yang telah disediakan.

Adapun petugas kebersihan tetap menjadi bagian penting dalam memastikan lingkungan kembali tertata. Namun, keberadaan petugas kebersihan idealnya didukung oleh perencanaan pengelolaan sampah yang memadai agar beban penanganan tidak sepenuhnya jatuh kepada mereka setelah acara berakhir.

Gabungan relawan berharap pengalaman pasca-lomba dayung tersebut tidak berhenti sebagai persoalan sesaat. Mereka mendorong evaluasi terhadap mekanisme penyelenggaraan kegiatan, khususnya terkait kebersihan sebelum, selama, dan setelah acara.

Evaluasi tersebut dapat menjadi momentum untuk memperbaiki pola penyelenggaraan kegiatan serupa di masa mendatang. Setiap acara yang melibatkan banyak orang perlu memiliki perencanaan pengelolaan sampah yang sebanding dengan skala kegiatan.

Langkah sederhana seperti menyediakan tempat sampah yang memadai, menempatkan petugas kebersihan di titik-titik strategis, memberikan imbauan kepada peserta dan penonton, serta memastikan pembersihan dilakukan segera setelah acara dapat mengurangi potensi timbulnya persoalan lingkungan.

Relawan juga berharap penyelenggaraan kegiatan di kawasan sungai ke depan tidak hanya meninggalkan kenangan bagi peserta dan masyarakat, tetapi juga meninggalkan lingkungan yang tetap bersih.

Aksi sukarela membersihkan sampah di bawah Jembatan Paliwara pada akhirnya menjadi pesan bahwa keberlangsungan lingkungan membutuhkan kepedulian nyata. Ketika sebuah kegiatan selesai, tanggung jawab terhadap lingkungan seharusnya tidak ikut berakhir.

Bagi masyarakat, sungai bukan sekadar lokasi berlangsungnya kegiatan, melainkan bagian dari ruang hidup yang perlu dijaga bersama. Karena itu, setiap kegiatan yang digelar di sekitarnya idealnya memiliki komitmen yang sama: meriah dalam pelaksanaan, tertib dalam pengelolaan, dan bertanggung jawab terhadap lingkungan.

Ke depan, para relawan berharap koordinasi antara penyelenggara kegiatan, masyarakat, petugas kebersihan, dan pemangku kepentingan terkait dapat diperkuat. Dengan demikian, kegiatan publik dapat tetap berjalan semarak tanpa harus meninggalkan persoalan sampah yang kemudian menjadi beban lingkungan dan masyarakat.

Aksi pembersihan tersebut sekaligus memperlihatkan bahwa kepedulian terhadap lingkungan dapat dimulai dari langkah sederhana. Namun, keberlanjutan kebersihan tetap membutuhkan sistem, kesadaran, serta pembagian tanggung jawab yang jelas dari seluruh pihak yang terlibat.

Editor: Fahmy Nurdin

Berita Terkait

Dinilai Picu Resah, Saiful Chaniago Dorong Budi Arie Bertanggung Jawab di Hadapan Publik 
DPR Dorong BIM University Perkuat Riset Keamanan Siber Pariwisata Bali
Karnaval Kemerdekaan ke-81 RI Semarakkan Perumahan KSB Cikarang, Warga Tampilkan Kreativitas dan Kebersamaan
FSPPI Dorong Perlindungan Pekerja Perfilman Masuk Agenda Legislasi DPR RI
Kemnaker Usulkan Indikator Kesempatan Kerja Inklusif di ASEAN
Dukcapil Kerahkan Enam Tim Jemput Bola Pulihkan Administrasi Kependudukan Korban Gempa Flores
FPPI Dampingi Kelompok Tani Cinta Alam Lestari Tuntut Kejelasan Hak atas Lahan 1.057 Hektare di Kutai Timur
Perkuat Pencegahan Karhutla, Mendagri Tito Tekankan Keterlibatan Pemda hingga Tingkat Desa
Temukan berita-berita terbaru dan terpercaya dari OKJAKARTA.COM di GOOGLE NEWS. Untuk Mengikuti silahkan tekan tanda bintang.

Berita Terkait

Kamis, 27 Agustus 2026 - 17:00 WIB

Relawan Bersihkan Sampah Pasca Lomba Dayung di Bawah Jembatan Paliwara, Soroti Sistem Pengelolaan Lingkungan

Kamis, 27 Agustus 2026 - 11:58 WIB

Dinilai Picu Resah, Saiful Chaniago Dorong Budi Arie Bertanggung Jawab di Hadapan Publik 

Kamis, 27 Agustus 2026 - 08:35 WIB

DPR Dorong BIM University Perkuat Riset Keamanan Siber Pariwisata Bali

Rabu, 26 Agustus 2026 - 21:26 WIB

Karnaval Kemerdekaan ke-81 RI Semarakkan Perumahan KSB Cikarang, Warga Tampilkan Kreativitas dan Kebersamaan

Rabu, 26 Agustus 2026 - 18:55 WIB

FSPPI Dorong Perlindungan Pekerja Perfilman Masuk Agenda Legislasi DPR RI

Berita Terbaru