JAKARTA – Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) mendorong penguatan pedoman kesempatan kerja inklusif di kawasan ASEAN dengan menambahkan indikator yang dapat digunakan untuk mengukur penerapan inklusivitas di tempat kerja.
Usulan tersebut disampaikan Direktur Jenderal Hubungan Industrial dan Jaminan Sosial Kemnaker Indah Anggoro Putri dalam forum ketenagakerjaan ASEAN di Bangkok, Thailand, Rabu (26/8/2026).
Indah mengatakan Guideline to Promote Inclusive Employment for Persons with Disabilities merupakan instrumen penting untuk memastikan prinsip kesempatan kerja inklusif tidak hanya menjadi pedoman, tetapi juga dapat diterapkan secara nyata di negara-negara ASEAN.
“Pedoman ini penting untuk memastikan prinsip kesempatan kerja inklusif dapat diterapkan secara nyata dan memberikan manfaat bagi beragam kelompok pekerja,” ujar Indah.
Ia mengapresiasi proyek kerja sama Vietnam-Jepang yang berfokus pada implementasi pedoman tersebut. Proyek itu antara lain mencakup identifikasi hambatan dalam mengakses pekerjaan, penguatan akomodasi yang layak, serta peningkatan aksesibilitas di tempat kerja bagi beragam kelompok pekerja.
Menurut Indah, efektivitas pedoman dapat semakin diperkuat dengan memasukkan indikator yang memungkinkan pengusaha mengukur penerapan prinsip inklusivitas dalam berbagai aspek ketenagakerjaan.
Aspek tersebut meliputi proses perekrutan, pengembangan karier, retensi pekerja, hingga partisipasi pekerja di lingkungan kerja.
“Pedoman ini juga perlu mempertimbangkan mekanisme kerja sama tripartit agar pemerintah, pengusaha, dan organisasi pekerja memiliki peran dalam memantau penerapan praktik ketenagakerjaan yang inklusif,” katanya.
Indah menilai pedoman tersebut berpotensi menjadi referensi bersama bagi negara-negara ASEAN dalam membangun pasar tenaga kerja yang inklusif sekaligus tangguh menghadapi perubahan dunia kerja.
Ia menegaskan Indonesia siap memperkuat kontribusinya dalam kerja sama tersebut melalui semangat saling belajar, solidaritas ASEAN, serta South-South and Triangular Cooperation (SSTC).
“Indonesia siap berkontribusi dan semakin memperkuat kerja sama ini dalam semangat saling belajar, solidaritas ASEAN, serta South-South and Triangular Cooperation (SSTC),” pungkasnya.




































