JAKARTA – Ketua Umum Pengurus Besar Federasi Serikat Pekerja MBG Nusantara, Prof. Dr. H. Tubagus Bahrudin, S.E., M.M., menyampaikan apresiasi terhadap kinerja Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono dalam menjalankan tugas dan tanggung jawabnya.
Menurut Tubagus Bahrudin, kinerja Sudaryono layak mendapatkan penghargaan dan apresiasi setinggi-tingginya. Ia menilai berbagai upaya yang dilakukan Kepala BGN tersebut menunjukkan kesungguhan dalam menjalankan amanah serta mendukung pelaksanaan program pemenuhan kebutuhan gizi masyarakat.
“Saya sangat mengapresiasi dan memberikan penghargaan setinggi-tingginya kepada adinda Sudaryono yang telah bekerja dengan baik dan menunjukkan nilai yang luar biasa,” ujar Prof. Dr. H. Tubagus Bahrudin dalam keterangannya, Sabtu (29/8/2026).
Ia menilai kepemimpinan dalam menjalankan lembaga negara tidak hanya membutuhkan kemampuan administratif, tetapi juga komitmen, konsistensi, koordinasi, serta keberanian dalam menghadapi berbagai tantangan di lapangan. Karena itu, menurutnya, kinerja BGN perlu terus mendapat perhatian sekaligus dukungan dari berbagai elemen masyarakat.
Tubagus Bahrudin mengatakan, program yang berkaitan dengan pemenuhan gizi masyarakat memiliki dimensi yang luas. Pelaksanaannya bukan semata-mata menyangkut distribusi makanan bergizi, tetapi juga berkaitan dengan pemberdayaan tenaga kerja, penguatan rantai pasok, keterlibatan pelaku usaha, serta pengawasan agar manfaat program benar-benar dirasakan masyarakat.
Dalam konteks tersebut, Federasi Serikat Pekerja MBG Nusantara memandang keberadaan tenaga pekerja sebagai salah satu bagian penting yang tidak dapat dipisahkan dari keberhasilan pelaksanaan program. Para pekerja yang terlibat di berbagai lini membutuhkan kepastian perlindungan, tata kelola yang baik, serta lingkungan kerja yang profesional.
“Bagi kami, keberhasilan program juga harus memberikan manfaat kepada para pekerja yang menjadi bagian dari pelaksanaannya. Karena itu, kami berharap seluruh proses berjalan dengan baik, transparan, profesional, dan tetap memperhatikan kesejahteraan pekerja,” katanya.
Ia menambahkan, apresiasi yang diberikan kepada Sudaryono bukan berarti menutup ruang evaluasi terhadap pelaksanaan program. Sebaliknya, penghargaan terhadap kinerja harus berjalan beriringan dengan pengawasan dan perbaikan berkelanjutan.
Menurutnya, setiap program berskala nasional pasti menghadapi tantangan, baik dari sisi koordinasi, distribusi, kualitas layanan, kesiapan sumber daya manusia maupun pengawasan di lapangan. Karena itu, masukan dari pekerja, masyarakat, organisasi profesi, serta pemangku kepentingan lainnya diperlukan agar pelaksanaan program dapat semakin efektif.
Tubagus Bahrudin berharap kepemimpinan BGN dapat terus meningkatkan kualitas tata kelola serta memastikan program pemenuhan gizi dilaksanakan sesuai tujuan yang telah ditetapkan pemerintah.
Ia juga mengajak seluruh elemen yang terlibat untuk tidak menjadikan program tersebut sebagai kepentingan kelompok tertentu, melainkan sebagai bagian dari upaya bersama meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia.
“Sekali lagi, saya memberikan apresiasi dan penghargaan setinggi-tingginya kepada adinda Sudaryono. Saya melihat beliau telah bekerja dengan baik dan menunjukkan nilai yang luar biasa. Tentu ke depan masih diperlukan kerja sama, evaluasi, dan penyempurnaan agar hasilnya semakin baik,” tegasnya.
Pernyataan tersebut sekaligus menjadi bentuk dukungan moral dari kalangan pekerja terhadap upaya penguatan program nasional di bidang pemenuhan gizi. Namun, apresiasi tersebut tetap perlu ditempatkan dalam kerangka evaluasi publik yang objektif, sehingga keberhasilan program dapat diukur berdasarkan hasil nyata, kualitas pelaksanaan, ketepatan sasaran, serta manfaat yang dirasakan masyarakat dan pekerja.
Dengan demikian, dukungan terhadap kinerja BGN diharapkan tidak berhenti pada pemberian penghargaan, tetapi juga berkembang menjadi dorongan untuk memperkuat transparansi, akuntabilitas, profesionalisme, dan perlindungan terhadap seluruh pihak yang terlibat.
Bagi Federasi Serikat Pekerja MBG Nusantara, keberhasilan program pemenuhan gizi pada akhirnya bukan hanya ditentukan oleh kebijakan di tingkat pusat, tetapi juga oleh kemampuan seluruh unsur pelaksana menerjemahkan kebijakan tersebut secara konsisten di lapangan.
Apresiasi terhadap Sudaryono pun diharapkan menjadi bagian dari semangat untuk terus meningkatkan kinerja, memperkuat koordinasi, dan memastikan setiap kebijakan yang dijalankan memberikan manfaat seluas-luasnya bagi masyarakat Indonesia.
Editor: Fahmy Nurdin




































