MANGGRAI TIMUR – Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian meminta pemerintah daerah (Pemda) segera mendata kerusakan sekolah dan rumah ibadah akibat gempa bumi yang mengguncang wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT).
Tito menyampaikan hal tersebut setelah meninjau langsung salah satu masjid yang roboh di Desa Satar Kampas, Kecamatan Lamba Leda Utara, Kabupaten Manggarai Timur, NTT, Selasa (18/8/2026).
Menurut Tito, pendataan diperlukan untuk mengetahui jumlah fasilitas yang terdampak sekaligus tingkat kerusakannya. Data tersebut nantinya menjadi dasar bagi kementerian terkait untuk mempercepat penanganan, sehingga kebutuhan pendidikan dan kehidupan rohani masyarakat tetap dapat terpenuhi.
“Pak Bupati, tolong didatakan juga sekolah-sekolah dan rumah ibadah, berapa jumlah SD, SMP, SMA, atau PAUD. Setelah itu, tingkat kerusakannya ringan, sedang, berat. Secepat mungkin, makin cepat didata, makin cepat juga kita bergerak,” ujar Tito.
Tito mengatakan pemerintah memiliki pengalaman dalam menangani fasilitas pendidikan yang rusak akibat bencana. Ia mencontohkan penanganan pascabencana tanah longsor yang melanda Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.
Menurutnya, sebanyak 4.922 sekolah terdampak kerusakan akibat bencana tersebut. Saat ini, sebagian besar sekolah telah memasuki tahap rehabilitasi dan rekonstruksi sehingga kegiatan operasional pendidikan dapat kembali berjalan.
“Di Sumatera itu 4.922 sekolah yang rusak. Itu sebagian besar sudah 80-90 persen sudah jalan semua operasional (rehabilitasi dan rekonstruksi),” katanya.
Tito menegaskan keberlanjutan proses belajar-mengajar menjadi salah satu perhatian utama pemerintah dalam penanganan bencana. Karena itu, sekolah yang mengalami kerusakan berat tidak harus menunggu proses rehabilitasi selesai untuk kembali digunakan.
Menurut dia, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) telah memiliki perlengkapan pendukung untuk memastikan kegiatan belajar tetap berlangsung di wilayah terdampak bencana.
“Tapi yang utama kita harus mikirin gimana caranya agar proses belajar-mengajarnya tetap berjalan. Nah, itu di Kemendikdasmen mereka sudah punya peralatannya. Ya tendanya, kursi lipatnya, segala macam supaya bisa berjalan,” jelas Tito.
Usai berkeliling dan berinteraksi dengan penyintas gempa di posko pengungsian, Tito kemudian menyambangi SMP Abdurrahman Wahid di Kecamatan Lamba Leda Utara.
Sekolah yang berada di pesisir utara Manggarai Timur tersebut merupakan salah satu fasilitas pendidikan yang mengalami kerusakan parah akibat gempa.
Dalam kunjungan itu, Tito turut menyerahkan santunan pribadi secara langsung kepada pengurus sekolah sebagai bentuk kepedulian terhadap warga dan lembaga pendidikan yang terdampak bencana.
Tito berharap percepatan pendataan dapat segera dilakukan oleh Pemda agar pemerintah pusat bersama kementerian terkait dapat menentukan langkah penanganan secara tepat dan cepat, terutama untuk memastikan layanan pendidikan dan kebutuhan dasar masyarakat tetap berjalan di tengah situasi pascagempa.




































