Brussels – Pemerintah Indonesia dan Uni Eropa menandatangani Joint Announcement sebagai bentuk komitmen bersama untuk terus memperkuat dialog dan kerja sama ekonomi, khususnya di bidang sertifikasi halal dan fasilitasi perdagangan.
Penandatanganan dilakukan di sela kunjungan delegasi Indonesia dalam rangka High-Level Study Visit on the EU Single Market Principles and Indonesian Halal Certification Policy di Brussels, Selasa (16/2).
Selain membahas kerja sama halal,
pertemuan tersebut turut menyinggung perkembangan penyelesaian Indonesia–EU CEPA (IEU-CEPA), termasuk tahapan legal scrubbing yang tengah berlangsung.
Indonesia berharap proses legal scrubbing IEU-CEPA dapat diselesaikan lebih cepat, sehingga kesepakatan ini dapat segera ditindaklanjuti dan memberikan kepastian bagi dunia usaha,” ujar Edi Prio Pambudi, Deputi Bidang Koordinasi Kerja Sama Ekonomi dan Investasi.
Melalui Joint Announcement ini, kedua pihak menegaskan komitmen untuk meningkatkan kerja sama di berbagai bidang yang menjadi kepentingan bersama, termasuk pemahaman mengenai implikasi keberadaan EU Single Market terhadap hubungan perdagangan Indonesia–Uni Eropa. Dialog dan pertukaran pandangan dipandang penting untuk membangun transparansi serta saling pengertian atas praktik regulasi yang berlaku di masing-masing pihak.
Indonesia dan Uni Eropa juga sepakat melanjutkan kerja sama melalui dialog, pertukaran teknis, serta pertukaran informasi terkait sertifikasi halal Indonesia di Uni Eropa. Dalam kerangka ini, Indonesia mencatat pandangan Uni Eropa mengenai pengaturan halal sekaligus menegaskan nilai strategis dialog berkelanjutan dengan tetap mengedepankan otonomi regulasi masing-masing pihak.
Pada kesempatan yang sama, delegasi Indonesia yang dipimpin Deputi Edi menggelar pembicaraan bilateral dengan Maria Martin-Prat De Abreu, Deputy Director-General for Trade European Commission. Pertemuan tersebut membahas tindak lanjut teknis kerja sama, termasuk penyelarasan kebijakan halal dan tahapan penyelesaian IEU-CEPA.
Pemerintah Indonesia memandang langkah-langkah ini sebagai bagian dari upaya berkelanjutan untuk membangun hubungan ekonomi Indonesia–Uni Eropa yang terbuka, konstruktif, dan berbasis saling pengertian. Dialog yang efisien dan kolaboratif diharapkan dapat meningkatkan kejelasan bagi pelaku usaha serta mendukung kelancaran perdagangan kedua pihak.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Staf Ahli Bidang Pengembangan Produktivitas dan Daya Saing Ekonomi Evita Manthovani serta Asisten Deputi Kerja Sama Ekonomi Bilateral Irwan Sinaga.



































