HUT ke-19 GANNAS, I Nyoman Adi Peri Tegaskan Komitmen Perkuat Gerakan Pencegahan Narkoba

- Jurnalis

Selasa, 29 September 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: Ilustrasi. (Istimewa)

Foto: Ilustrasi. (Istimewa)

JAKARTA – Gerakan Anti Narkotika Nasional (GANNAS) memperingati hari ulang tahun ke-19 pada 27 September 2026. Organisasi yang berdiri sejak 27 September 2007 terebut dipimpin I Nyoman Adi Peri, SH, selaku Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat GANNAS.

Dalam keterangan yang diterima redaksi pada Minggu (27/9/2026), I Nyoman Adi Peri menyampaikan pidato HUT ke-19 GANNAS dengan mengangkat tema “19 Tahun GANNAS Bergerak: Tegakkan Asta Cita, Wujudkan Indonesia Bersih Narkoba dan Berdaya.”

Dalam pidatonya, I Nyoman menekankan bahwa perjalanan 19 tahun GANNAS bukan hanya mengenai usia organisasi, tetapi juga rangkaian pengabdian dalam mendorong pencegahan penyalahgunaan dan peredaran narkotika di tengah masyarakat.

“19 tahun! Ini bukan sekadar angka. Ini 19 tahun perjuangan, 19 tahun pengabdian, 19 tahun keberanian melawan narkotika bersama masyarakat,” ujar I Nyoman dalam pidatonya.

Ia menegaskan bahwa GANNAS harus terus bergerak dan tidak boleh kehilangan semangat dalam menghadapi ancaman narkotika, terutama yang berpotensi menyasar generasi muda.

Menurut I Nyoman, persoalan narkotika tidak dapat ditangani hanya oleh satu institusi. Pencegahan membutuhkan keterlibatan pemerintah, aparat penegak hukum, lembaga pendidikan, tokoh agama, keluarga, dunia usaha, organisasi masyarakat hingga generasi muda.

“Perang melawan narkoba tidak bisa sendiri. Ini harus gerakan bersama,” tegasnya.

I Nyoman mengatakan ancaman narkotika memiliki dampak luas, bukan hanya terhadap individu pengguna, tetapi juga terhadap keluarga, produktivitas masyarakat serta kualitas sumber daya manusia.

Karena itu, ia mendorong agar upaya pencegahan dilakukan secara terpadu dan berkelanjutan.

Pemerintah, kata dia, harus hadir melalui kebijakan dan program pencegahan. Aparat penegak hukum dituntut menjalankan penegakan hukum secara tegas sesuai ketentuan yang berlaku. Sementara dunia pendidikan, tokoh agama, orang tua dan masyarakat memiliki peran penting dalam membangun lingkungan yang mampu mencegah penyalahgunaan narkotika.

“Orang tua harus mengawasi dan berkomunikasi. Masyarakat harus berani berkata: tidak pada narkoba,” katanya.

Dalam kesempatan tersebut, I Nyoman juga mengaitkan tema HUT ke-19 GANNAS dengan agenda pembangunan nasional yang berorientasi pada pembangunan manusia.

Menurutnya, pembangunan ekonomi, teknologi dan infrastruktur perlu berjalan seiring dengan upaya menjaga kualitas generasi bangsa.

“Membangun Indonesia berarti membangun manusianya. Tugas kita adalah memastikan generasi muda tumbuh sehat, produktif, berkarakter, dan punya masa depan,” ujarnya.

I Nyoman kemudian meminta seluruh jajaran GANNAS di berbagai daerah memperkuat kegiatan pencegahan dengan pendekatan yang lebih aktif dan menyentuh langsung masyarakat.

Ia mendorong jajaran organisasi untuk tidak hanya menunggu masyarakat datang, tetapi melakukan edukasi dan sosialisasi secara langsung ke sekolah, kampus, lingkungan masyarakat dan tempat kerja.

“Jangan menunggu. Jemput bola! Datangi sekolah dan kampus. Dekati generasi muda,” tegasnya.

Selain itu, GANNAS didorong memperkuat koordinasi dengan pemerintah daerah dan aparat penegak hukum serta melibatkan tokoh agama, tokoh masyarakat, pemuda, lembaga pendidikan dan dunia usaha.

I Nyoman menekankan agar GANNAS tidak hanya dipandang sebagai organisasi yang menyuarakan penolakan terhadap narkoba, tetapi juga mampu menghadirkan solusi melalui edukasi, pencegahan dan penguatan kesadaran masyarakat.

Menurutnya, gerakan tersebut harus menjangkau berbagai lapisan masyarakat, mulai dari perkotaan hingga pedesaan, termasuk lingkungan keluarga dan tempat kerja.

“Gerakan kita harus sampai dari kota hingga desa, dari keluarga hingga tempat kerja. Karena benteng pertama melawan narkoba adalah keluarga,” katanya.

Khusus kepada generasi muda, I Nyoman menyampaikan pesan agar tidak terjebak dalam penyalahgunaan narkotika dan memilih aktivitas yang dapat membangun masa depan.

Ia mendorong anak muda menyalurkan energi melalui pendidikan, olahraga, kewirausahaan, kreativitas serta kegiatan organisasi yang positif.

“Anak muda hebat bukan yang mencoba narkoba. Anak muda hebat adalah yang berkata: saya punya masa depan dan saya akan menjaganya,” ujarnya.

I Nyoman juga mengingatkan bahwa upaya pencegahan harus dilakukan dengan pendekatan yang cerdas, profesional dan humanis, sekaligus tetap berpegang pada hukum dan mengedepankan sinergi antarpihak.

Memasuki usia 19 tahun, I Nyoman mengajak seluruh keluarga besar GANNAS memperbarui komitmen dalam menjalankan kegiatan pencegahan narkotika.

Ia menyebut usia tersebut bukan sebagai titik akhir perjalanan organisasi, melainkan momentum untuk memperkuat gerakan pada masa mendatang.

“Jangan lelah mengedukasi. Jangan lelah mencegah. Jangan lelah menyelamatkan generasi,” katanya.

Di akhir pidatonya, I Nyoman mengajak seluruh jajaran GANNAS untuk terus bergerak, bersatu dan membangun sinergi dengan berbagai unsur masyarakat.

Ia menegaskan kembali semangat GANNAS untuk berkontribusi dalam menciptakan lingkungan masyarakat yang lebih terlindungi dari penyalahgunaan dan peredaran narkotika.

“Dirgahayu GANNAS ke-19. Terus bergerak, terus mengabdi, terus bersinergi, selamatkan generasi,” pungkas I Nyoman Adi Peri.

Pidato tersebut ditutup dengan seruan “GANNAS Bergerak, GANNAS Bersatu, Indonesia Bersih Narkoba, Indonesia Berdaya” serta ajakan untuk terus memperkuat gerakan pencegahan narkotika di seluruh Indonesia.

Salam Anti Narkoba – GANNAS: Berani, Tegas, Bersinergi, Selamatkan Generasi.

Editor: Fahmy Nurdin

Berita Terkait

Arse Pane Penuhi Undangan Breakfast Head of Area I PT BIMA H Syamsul Bahri di Medan
Jurnalis Bogor Gelar Doa Bersama untuk Lima Wartawan Hilang di Anak Krakatau
Forwaka Sumut Bangun Kebersamaan dan Siapkan Program Perlindungan Anggota
Mutasi Pdt Marganda Tampubolon Dipersoalkan, Jemaat Desak HKBP Buka Alasan dan Usut Dugaan Mafia Tanah
Usai Pimpin PBNU, Gus Yahya Perkuat Dialog Antaragama dan Humanitarian Islam
BKPRMI Jakarta Ajak Pemuda Masjid Peduli Lingkungan Lewat Pelatihan Pengelolaan Sampah
Gabriel Choandy Moderatori Dialog Kepemimpinan Kristen di PKTM GAMKI Sumut
Bakal Calon Kades Cigombong Andri Nugraha Kembali Salurkan Bantuan untuk Masjid
Temukan berita-berita terbaru dan terpercaya dari OKJAKARTA.COM di GOOGLE NEWS. Untuk Mengikuti silahkan tekan tanda bintang.

Berita Terkait

Selasa, 29 September 2026 - 07:07 WIB

HUT ke-19 GANNAS, I Nyoman Adi Peri Tegaskan Komitmen Perkuat Gerakan Pencegahan Narkoba

Kamis, 17 September 2026 - 12:48 WIB

Arse Pane Penuhi Undangan Breakfast Head of Area I PT BIMA H Syamsul Bahri di Medan

Sabtu, 12 September 2026 - 06:15 WIB

Jurnalis Bogor Gelar Doa Bersama untuk Lima Wartawan Hilang di Anak Krakatau

Kamis, 10 September 2026 - 11:56 WIB

Forwaka Sumut Bangun Kebersamaan dan Siapkan Program Perlindungan Anggota

Rabu, 2 September 2026 - 12:35 WIB

Mutasi Pdt Marganda Tampubolon Dipersoalkan, Jemaat Desak HKBP Buka Alasan dan Usut Dugaan Mafia Tanah

Berita Terbaru